Hai Wong Dasteran, Aku Cinta Kau

Tri Yudani

 

Namaku Rendy, Rendy Octovian. Aku anak ke dua dari dua bersaudara. Aku masih muda banget,baru 28 th. tapi aku sudah bekerja. Sejak lima tahun yang lalu aku sudah bekerja di BI. Keren ya hehe. . . .

Hidupku selalu dipenuhi kebahagiaan dan kesuksesan. Sekolahku lancar jaya, karena aku selalu dapat ranking dan beasiswa. Orangtuaku sudah memasukkan aku di TK sejak umur empat tahun, SMP dan SMA aku ikut program akselerasi. Sehabis SMA aku dapat beasiswa di sebuah universitas di Australia.

Makanya tidak heran meskipun aku masih muda aku sudah bekerja dan mempunyai kedudukan yang lumayan di kantorku.

Orang-orang di kantorku terutama cewek-cewek memanggilku dengan sebutan si ganteng, uhuuuiiii…si ganteng…

Sebagai gambaran, kulitku putih, tinggiku 178 cm, aku berkumis tipis. Kata mama sih aku mirip bintang film Roy Marten waktu masih muda. hehe. . . . aku gak mbojok sumpah!!

Setiap hari aku ke kantor naik mobil, aku milih Mitshubisi Outlander Sport warna putih. Wis lengkaplah penampilanku, mobil keren, baju keren dan kerja juga keren. waooo…Aku punya hobi yang keren juga, fotografi. Aku rela keluar masuk desa atau bahkan naik turun gunung untuk mendapatkan obyek foto yang bagus.

Begitulah, dengan penampilan yang keren, uang yang banyak dan hobi yang keren juga tidak heran kalo banyak cewek-cewek yang tergila-gila sama aku.

Hpku penuh sms dari cewek-cewek, begitu juga BBM ku tiap menit bunyi tung. . . tung. . . pertanda ada BBM masuk, tentu saja dari cewek yang tergila-gila sama aku, belum WA dan FB ku berjubel dipenuhi cewek yang nge’add aku. Hahaha…aku laris manis kayak pisang goreng…

Nih sebagai contoh BBM dari Shirly,”Ren, aku kangeeen. . . “

Ini dari Cintia, “Sayang call me please. . . . “

Ini dari Linda,”honey. miss you so much. . . . “

Waah. . . . . . . buuanyaaaak kalo aku mau cerita.

Apa aku suka dengan semua itu? Tentu dong, aku gak munafik, aku suka dan aku menikmatinya. Mumpung aku masih muda, aku belum ingin terikat. aku iyakan ajakan cewek -cewek itu. Aku heran juga kok mau-maunya cewek-cewek itu sama aku yang playboy, hahaha…

Begitulah hari demi hari aku lalui dengan penuh kebahagiaan. Aku selalu dipenuhi cewek-cewek cantik pemujaku. Sampai peristiwa sebulan yang lalu mengubah takdir hidupku.

Hari itu aku seperti biasa mencari obyek fotoku di sebuah desa.Desa yang indah, di Singosari tepatnya.  Aku muter-muter dengan sahabatku Bayu. Naik turun jalan di daerah Malang sudah biasa bagiku. Tidak terasa aku sudah menghabiskan waktu selama 3 jam untuk jeprat jepret dengan kameraku. Setelah aku rasa cukup aku memutuskan untuk pulang.

“Ren, yuk kita istirahat dulu ya, haus nih. . ” Tiba-tiba Bayu nyeletuk.

“Ok deh, it’s enough today, ayuuuk. . . . “

Aku berdua Bayu akhirnya nyari warung yang ada es kopyornya.

Ketika kami tengah minum es kopyor tiba-tiba si Bayu nyeletuk

“Ren, lihat tuh ada yang indah di depan mata”

“Indah. . ?? Apaan sih. . . . . . ??

“Ya, indah bangeeet. . . . . . . . . ” cerocos Bayu selanjutnya

Mau tak mau mataku akhirnya ikut-ikutan mencari obyek yang dimaksud Bayu. Ya Allah ya Tuhan . . . . ternyata ada cewek cantik di depan mataku.Sungguh aku gak menyangka ada seorang cewek yang sangat indah sedang menyiram bunga di depan rumahnya.

Cewek itu sangat sederhana. Tidak memakai make up sama sekali. Bajunya juga teramat sangat tsederhana. Dia memakai daster dan nyeker alias tidak memakai sandal!!

pinkparis1233.deviantart.com

pinkparis1233.deviantart.com

Ada 30 menit aku mengawasi cewek itu. Dengan telatennya dia menyiram kembang di depan rumahnya yang lumayan luas itu… Satu demi satu kembang itu dia siram dengan tangannya yang halus.

Setelah selesai menyiram kembang dia melangkah masuk ke teras rumahnya, dan. . . . . ya Allah . . . aku melihat betisnya tersingkap.Duh betis itu. . . . betis itu sangat indah. . . . . .Tuhanku, aku belum pernah melihat yang seperti ini. . . . .Betis cantik, putih mulus seperti mengeluarkan cahaya.

Sejenak pikiranku melayang, aku ingat kisah Ken Dedes. Mungkinkah dia jelmaan Ken Dedes. . ? Dan aku Tunggul Ametung. Hahaha. . . . . aku memang playboy yang selalu dikelilingi cewek-cewek cantik persis cerita Tunggul Ametung yang suka berburu perawan desa.Lalu muncul Ken Arok yang merebut Ken Dedes, waoooo. . . . . . aku gak mauuuu. . . . .Kalo aku berhasil menaklukkan cewek itu maka dia harus menjadi milikku selamanya.

Nah jurus selanjutnya. . . .Kebetulan warung tempat aku membeli es kopyor jualan pulsa. Iseng aku bertanya

“Bu, mbak yang di depan rumah siapa namanya ya, kok kayak pernah lihat.”

“O. . mbak Laily. . . . “

Hmmm. . . . Laily nama yang indah pikirku.

“Ibu punya no hpnya gak, kayaknya dia tuh teman SMA ku deh,” Kataku bohong.

“Ya punya Mas, namanya Laily Nur Fitri.”

Siiiip. . . . aku punya no hpnya dan nama lengkapnya, tinggal mencari di FB, pasti dapat lebih lengkap. Begitulah setelah pulang ke rumah aku langsung buka laptop dan membuka FB. Aku dapat !! Waooo. . . . hatiku girang bukan kepalang, aku bersorak persis anak kecil yang mendapatkan mainan.

Laily Nur Fitri, seorang guru ternyata!! Dia seorang guru agama, mengajar di SMA 5.Hmmm. . . . . aku tambah kagum saja. Tapi mendadak ada keraguan di hatiku? Apakah dia mau padaku?

Aku keren tapi aku banyak dosa. Aku banyak pacar. Sedang mbak Laily orangnya kelihatan alim gak banyak tingkah. Dia sangat lugu, putih seperti tak berdosa. Tekad-tekadan Mbak Laily aku add.Bukan itu saja mbak Laily juga aku sms. Mulanya tidak ada jawaban, tapi 2 hari kemudian sms nya datang juga.

“Maaf, kamu siapa. . . . ” Waooo. . senangnyaaa. . . . . . .

“Kenalkan Mbak, aku Rendy. . . . terima aku dong mbak, aku add mbak di FB. . . “

“Oooh. . . . add di FB? Hehe maaf saya memang jarang buka FB, ok deh nanti saya lihat ya. . . “

Begitulah singkatnya, akhirnya aku temenan sama dia di FB. Hari-demi hari aku chat sama Mbak Laily, Aku lupa sama pacar-pacar aku lainnya. Semua waktuku habis bersamanya. Aku gak nggubris lagi pacar-pacar aku semua. Mbak Laily yang cantik ternyata punya pengetahuan yang luas. Enak diajak bicara dan lucu.

Duhh. . . duuh. . . . . aku jatuh cinta. . . . .Aku puyeng kalo sehari gak chat sama dia.

Mbak Laily. . . . . . . maukah kau jadi pacarku ???

Aku mau terus terang kok ragu yaaa. . . , baru kali ini aku merasakan yang seperti ini. biasanya cewek-cewek yang mengejar aku, tapi kali ini. . . ? Aku sungguh gak berdaya.

Akhirnya aku beranikan juga nembak dia

Hmmm. . . . . aku gemeteran. . . .

“Mbak Laily. . . . . I wanna talk something. . . . . . “

“Ya. . . okey. . . . . . “

“Just talk. . . . I listen. . .” Jawabnya.

“Hmmm. . . . maukah kau jadi pacarku ?

“Haaa. . . ??? Pacar. . . ???? Ogaaaah. . . . . . . . !! Kita berteman aja!!

Diarr. . . . koyo ditempeleng wajahku ditolak begitu.

Tapi aku gak nyerah!! Jangan sebut namaku kalo gak bisa menaklukkanmu mbak.Aku nekad datangi rumahnya, aku apeli dia!! Mbak Laily tertunduk malu, dia tidak banyak ngomong kalo bertemu. Mbak Laily yang lugu, yang ayu, selalu tidak berubah dari dulu. selalu pake daster kalo di rumah, dan juga selalu nyeker alias tidak pake alas kaki. Hehe. . . kaki yang indah itu hmmm. . . . . . liar mataku meliriknya. . .

“Rendy. . . ” katanya tiba-tiba. . .

“Aku tidak bisa menerimamu karena dunia kita berbeda. Kamu tajir sedangkan aku? Kamu keren dan aku nyeker, kamu banyak digilai cewek sedang aku? Pacaran sekalipun gak pernah, kamu. . . “

Mbak Laily terus saja nyerocos dengan kalimat-kalimatnya yang membandingkan aku dengannya.

Aku jawab satu kata dengan keras, “hai. . . wong dasteran aku cinta kauuuu. . . . .aku mau ku jadi istriku bukan pacarku.”

Mbak Lalily tertunduk malu, dia tak menjawab lagi. . . .

Aku juga heran dengan apa yang aku katakan, tiba-tiba kata-kata itu meluncur begitu saja dari mulutku. Aku berdoa moga-moga mbak Laily berubah pikiran dan mau menerimaku.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.