Mudik 2014 – 2015 (2): Kupang (1)

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

SALAM JUMPA DENGAN ORET-ORETAN DJ. . .

Baltyraer yang berbahgia . . . Perkenankan Dj. untuk melanjutkan oret-oretan minggu lalu. Dan dengan oret-oretan ini Dj. harap anda bisa mengambil hal yang baik untuk kehidupan anda.

Okay, setelah pertemuan dengan sobat Baltyra di rumah adik Dj. di Serpong, pada tanggal 25 Desember. Maka kamipun pada tanggal 26 pagi meneruskan penerbangan ke Kupang (ibu kota Provinsi Timor Barat)

kupang1-01

Dan dalam penerbangan ini, cukup melelahkan. Tapi mungkin juga, karena kami baru sampai di Indonesia tanggal 24 dan tanggal 26 sudah harus melanjutkan penerbangan ke Kupang. Dan dalam penerbangan ini, kami duduk sederet dengan seorang bapak yang membawa cucunya yang masih kecil di pangkuannya.

kupang1-02

Kami mengalami keterlambatan yang cukup lama dan kami masih harus transit di Surabaya pula……Dalam penerbangan sampai Surabaya, cucu si bapak hanya tidur, jadi suasana pun cukup tenang. Walau saat transit tidak boleh meninggalkan pesawat, namun lumayan, bisa diisi dengan ngobrol di BBM dan di WA dengan saudara yang di Surabaya dan beberapa teman….

Tapi dari Surabaya ke Kupang, anak kecil ini tidak berhenti menangis….Penumpang di belakang, mencoba untuk menolong, dengan minta agar boleh menggendongnya….Puji TUHAN . . . si anak baby ini mulai tenang… tapi ternyata hanya sementara dan kemudian kembali teriak lagi.

Kemudian penumpang di depan kami meminta untuk menolong juga, tapi juga hanya sementara saja dia tenang.
Tangisan si baby semakin memekakkan telinga, tapi apa daya, kami tidak bisa berbuat banyak. Kemudian sepasang penumpang suami istri di samping kiri belakang yang juga mengendong 2 baby, berkata….

Mungkin dia lapar, karena si bapak dalam perjalanan hanya membawa 1 botol air putih saja, kamipun cukup kaget.
Dengan penuh keheranan, maka kamipun memberanikan untuk bertanya, tapi hanya dijawab dengan senyuman….
Wadoooooh…. kemudian penumpang sebelah kiri Dj. meminta untuk menggendong dan dari belakang, diberi 1 botol susu.

Puji TUHAN . . . ! ! ! Benar juga, rupanya si Baby memang kelaparan, bayangin saja perjalanan yang hampir 1 hari, hanya mambawa 1 botol kecil air tawar. Saat Baby kadang mulai nangis lagi, si nona bertanya, ada yang bawa tissue….??? Langsung Dj. sodorkan tissue dan juga gantungan kunci berupa kodok. Hahahahahahaha…. si Baby, mulai bermain…

kupang1-03 kupang1-04

Wanita muda ini rupanya berhasil menenenangkan si Baby….Bayangkan, kami mendarat di Kupang jam 18:00 malam, sedang kalau menuruti kemauan si bapak, maka Baby tersebut hanya dapat 1 botol kecil air tawar saja. Nah ya… itu tadi sedikit cerita dalan penerbangan Jakarta – Kupang dengan transit di Surabaya.

Sesampai di Kupang, kamipun sudah dijemput oleh cucu Dj. dengan suasana yang sangat mengharukan. Karena baru kali ini Dj. melihat cucu Dj. (putri dari keponakan, bersama suaminya). Mengapa cucu Dj. yang menjemput dan bukan keponakan Dj…???

Setelah check in di Hotel dan mandi, maka kami ke rumah keponakan Dj. dan mereka benar-benar kaget. Satu kebahagiaan yang tak terbayangkan, karena kami sudah lebih dari 40 tahun berpisah. Dua kali kami berniat untuk ke Kupang dan bahkan ticket sudah siap, tapi selalu ada halangan. Olehnya pertemuan ini sungguh sangat mengharukan, karena saat kecil, kami berdua selalu sama-sama.

Kemudian dipisah, karena dia ikut Oom nya sekolah di Jayapura dan Dj ke Bandung. Bertemu kembali tahun 1973 di Makassar saat dia akan sekolah Teologi dan Dj. juga baru dapat beasiswa. Puji TUHAN . . . ! ! ! Kami dipertemukan kembali dengan suasana yang sangat menggembirakan. Apalagi dengan 29 anak-anak yang mereka asuh di rumah mereka, suasana semakin menggembirakan.

kupang1-05

Kami mereka sambut dengan nyanyian yang sangat mengharukan….Karena penerbangan yang cukup melelahkan, tapi suasana bersama anak-anak yang diasuh oleh keponakan Dj., maka tidak terasa sudah cukup larut malam dan kami harus kembali ke Hotel untuk istirahat. Cerita bersama anak-anak panti yang diasuh keponakan Dj. ini, akan Dj. ceritakan di oret-oretan minggu depan.

Okay….. keesokan harinya, setelah sarapan di Hotel on the rock, maka kami tidak menyia-nyiakan waktu lagi.
Dj. bertanya di WA group GMDj. siapa tahu, ada yang punya nomor telepon pak Budi Soehardi. Ternyata ada jawaban positif dan segera Dj. coba untuk menelponnya, walau Dj. sempat diingatkan, kalau pak Budi Soehardi,
belum tentu ada di Kupang.

Namun Dj. tidak ambil pusing, Dj. coba dan BINGO . . . ! ! ! Sambil sedikit tidak percaya, di seberang sana ada jawaban… Budi….!!! Jelas langsung Dj. juga jawab dengan nada yang sangat gembira….

Dj. : mas Budi, apa kabar….???
Di seberang sana langsung juga menjawab…. Ooooo… pakde Dj. ada di mana…???
Dj. : Di Kupang mas… mas Budi juga di Kupang, bukan….???
Pak Budi…. Ya, benar, silahkan mampir….

Setelah mendapatkan alamat panti Roslin, maka Dj. kasihkan ke sopir mobil yang kami sewa dan kamipun ditemani oleh keponakan Dj. yang mana akhirnya bisa bertemu pak Budi Soehardi, seorang manusia yang berhati malaikat. Di mana telah banyak mengorbankan segala sesuatu untuk panti asuhan yang sudah sejak tahun 2000 dia bersama istri dan putra-putrinya kelola.

kupang1-06 kupang1-07

Setelah mendengarkan sedikit penjelasan tentang berdirinya ini panti asuhan Roslin, maka mulailah kami melihat anak-anak Panti Roslin yang saat itu hanya ada beberapa dan yang lainnya berada di kebun bersama ibu Budi. Salah satu putra mas Budi yang juga aktif di panti asuhan. Pak Budi sempat berkata, mas Dj untung, karena ini yang pertama kali Natal bisa berkumpul dengan keluarga di Kupang.

kupang1-08

Anak-anak panti yang mas Budi asuh semua ada 178 anak dan mereka dibawa ke panti sejak baby. Jadi, menurut keterangan mas Budi, bahwa di Timor, memang sangat panas dan kering. Di musim kering, banyak anak-anak yang lahir tidak mendapat pertolongan dan meninggal. Olehnya adalah satu upaya mas Budi sekeluarga untuk menyelamatkan anak-anak yang lahir di musim kemarau.

Itu belum semuanya, sedang di luar panti, mas Budi sekeluarga masih menolong anak-anak yang tidak mampu sekolah. Anak-anak tersebut ada di 3 desa dengan jumlah lebih dari 1500 anak-anak….Kami tidak bisa membayangkan, bagaimana mungkin bisa sebesar ini….??? Di lain pihak, Dj. juga sedikit iri, karena kami hanya punya 14 anak, sudah kewalahan…. Hahahahahaha….!!!

Saat kami datang, ada juga satu group gabungan dari Korea dan Bandung yang menengok mereka. Jadi kamipun sungguh merasa diberkati dengan melihat mereka secara langsung. Dan Susipun, seperti biasanya bersama anak-anak di Kindergarten, maka langsung bergabung bersama mereka. Mereka juga tidak merasa takut, bahkan nempel dan minta perhatian, sungguh sangat menyenangkan.

kupang1-09

Di panti Roslin ini, mereka setiap harinya diantar kesekolah dengan 2 bus dan 1 Truck yang mas Budi miliki. Dan dari Panti Roslin sudah beberapa anak yang menyelesaikan kuliahnya, ada yang sudah menjadi dokter dan lain sebagainya. Mereka begitu kompak, yang besar bisa menolong yang kecil, membikin kami sungguh terharu, melihatnya.

Rombongan dari Bandung dan Korea, mereka datang untuk berbagi hiburan dan cerita tentang Firman TUHAN.
Anak-anak mendengarkan dengan penuh perhatian.

kupang1-10

Wajah-wajah mereka yang selalu membayangi kami.

kupang1-11 kupang1-12 kupang1-13 kupang1-14 kupang1-15 kupang1-16 kupang1-17

Nah… foto di atas hanya sebahagian foto yang Dj. ambil. Jelas tidak mungkin 200 foto lebih yang Dj. ambil dan semua Dj. pajang di sini…

Dan satu pemandangan yang sungguh menggembirakan, saat hujan turun dengan derasnya. Ada beberapa anak-anak yang main hujan-hujannya dengan meluncurkan badannya di ubin yang licin. Satu kebahagiaan kanak-kanak dan satu kebebasan yang mereka miliki.

kupang1-18

Tapi ada juga yang menggunakan air hujan untuk menolong dengan mencuci pakaian atau entah apa lagi.

kupang1-19

Tapi di samping mereka yang hujan-hujanan atau yang mencuci pakaian, banyak yang berkumpul dan sibuk menggambar. Seperti Kabini ini yang menggambarkan cita-citanya, ingin menjadi polisi.

kupang1-20

Dan sebagai perpisahan, maka kami foto bersama dengan anak-anak yang saat itu ada di panti.

kupang1-21

Tidak terasa, waktu sudah hampir larut dan kami juga harus meninggalkan mereka dengan kesibukan mereka. Kelompok dari Bandung dan Korea, mereka tinggal di panti, karena di sana memang tersedia rumah untuk para tamu. Sayang kami sudah memesan hotel, jadi mau tidak mau, kami harus kembali ke hotel dan malamnya kami juga masih ingin menengok panti asuhan yang diasuh oleh keponakan Dj. sekeluarga. Namun untuk cerita ini, Dj. akan ceritakan di oret-oretan yang akan datang.

Semoga oret-oretan ini bisa membantu anda semua untuk turut berbagi kasih kepada anak-anak yang kurang beruntung seperti kita. Di manapun anda berada, anda bisa menolong anak-anak yang kurang beruntung. Dan menurut cerita mas Budi, masih sangat buanyaaak yang menantikan uluran tangan kasih kita. Janganlah merasa segan, karena dengan berbagi, anda tidak akan menjadi kurang.

Kemungkinan besar, anda malah akan bertambah kebahagiaan. Bila ada dari anda yang ingin menengok panti Roslin, silahkan mampir ke sana dan tidak perlu memesan hotel, karena keluarga mas Budi menyediakan penginapan. Tapi bila lebih nyaman di hotel, ya silahkan. Kami bisa menganjurkan, di Hotel on the rock atau Kristal hotel yang cukup lumayan.

Okay, Terimakasih atas perhatian anda semua, juga pengasuh Baltyra yang selalu setia menayangkan oret-oretan Dj.
Mohon maaf, bila banyak salah kata atau hal yang kurang anda sukai dalam oret-oretan ini.

Semoga Berkat dan Kasih TUHAN, selalu menaungi kehidupan kita.

Salam Sejahtera dari Mainz.
Dj. 813

Buah mangga di kebun panti Roslin setelah hujan reda.

kupang1-22

 

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.