Gaya Funky Bung Karno

Osa Kurniawan Ilham

 

Sebagai penikmat sejarah, ada foto Bung Karno yang membuat saya terus penasaran selama 2 tahun belakangan ini. Rasanya tidak ada foto lain yang begitu spesial bagi saya sehingga sampai saat ini keingintahuan saya terus membuncah untuk memecahkan misteri foto tersebut.

Foto tersebut adalah foto yang ditampilkan oleh mas Iwan Satyanegara Kamah dalam tulisannya yang dimuat di Baltyra.com tanggal 4 November 2014 dengan judul “Kokas”. Untuk lebih lengkapnya silakan mengunjungi kembali artikel tersebut di http://baltyra.com/2014/11/04/kokas/.

Bung Karno berkeliling kota di atas kap mobil (Sumber: koleksi Iwan Satyanegara Kamah)

Bung Karno berkeliling kota di atas kap mobil (Sumber: koleksi Iwan Satyanegara Kamah)

Sebenarnya bukan sejak November 2014 itu rasa penasaran saya muncul, tetapi sejak bulan September 2013 saat Mas Iwan Kamah memuat foto tersebut di dinding Facebook-nya. Yang masih melekat dalam memori saya, saking penasarannya saya sampai tidur larut malam kala saat itu menginap di sebuh hotel dekat menara kembar di Kuala Lumpur Malaysia.

Halaman dinding facebook tertanggal 10 September 2013 (Sumber: Facebook – Iwan Satyanegara Kamah)

Halaman dinding facebook tertanggal 10 September 2013 (Sumber: Facebook – Iwan Satyanegara Kamah)

Dalam penjelasannya tersebut Mas Iwan mencantumkan catatan bahwa foto itu diambil saat Bung Karno mengunjungi Surabaya akhir Oktober 1945. Ketika dia dimintai tolong oleh komandan pasukan Inggris untuk menenangkan rakyat Surabaya yang hampir saja melumat habis pasukan Inggris dalam pertempuran di hari-hari sebelumnya. Mas Iwan menyampaikan pendapat dan asumsinya itu dengan alasan: pertama, bahwa Bung Karno memang pernah melakukan konvoi keliling Surabaya, dan kedua melihat gestur Bung Karno saat di kap mobil itu menunjukkan gestur dan postur dia sebelum pengakuan kedaulatan di tahun 1949.

Saya mencoba melakukan analisis terhadap foto tersebut di atas. Beberapa metode dan analisis saya bisa dilihat sebagai berikut untuk merekonstruksi peristiwa bersejarah yang mungkin berhubungan dengan foto tersebut di atas:

Di bawah ini adalah rekonstruksi saya mengenai masa-masa saat Bung Karno ada di Surabaya.

1. Sejarah resmi mencatat bahwa menjelang sore tanggal 29 Oktober 1945 Sukarno, Hatta dan Amir Sjarifuddin mendarat di lapangan udara Morokrembangan Surabaya. Kedatangan mereka adalah hasil dari bujukan panglima tentara Inggris di Jawa yang bermarkas di Singapura; Mayjen D.C. Hawthorn; untuk meredakan suasana sekaligus menyelamatkan sisa-sisa pasukan Inggris di bawah komando Brigjend A.W.S. Mallaby yang nyaris hancur oleh arek-arek Surabaya dalam pertempuran 3 hari tanggal 27, 28 dan 29 Oktober 1945. Rombongan kemudian dijemput oleh para pejuang dengan menaiki mobil tertutup sambil mengibarkan bendera Merah Putih menuju ke rumah Residen Sudirman untuk mempersiapkan perundingan dengan Brigjend A.W.S. Mallaby sore harinya.

Di rumah Residen Sudirman ini rombongan Bung Karno menerima laporan situasi terkini di Surabaya dan mengatur siasat untuk perundingan keesokan harinya dengan Mayjend. D.C. Hawtorn.

Ada foto yang menunjukkan kedatangan rombongan Bung Karno tersebut. Di dalam foto tersebut Bung Karno mengenakan jas lengkap dengan dasi, menerima penghormatan dari prajurit dengan dikawal oleh kendaraan lapis baja eks tentara Jepang.

Foto-1. Presiden Soekarno menerima penghormatan dari prajurit penjemput (Sumber: 30 tahun Indonesia merdeka)

Foto-1. Presiden Soekarno menerima penghormatan dari prajurit penjemput
(Sumber: 30 tahun Indonesia merdeka)

 

2. 29 Oktober 1945 sore, Mr. Amir Sjarifuddin selaku Menteri Penerangan mengundang para pemimpin perjuangan di Surabaya untuk berdiskusi dengan Bung Karno dan Bung Hatta di rumah dinas Gubernur di Simpang. Semua pemimpin hadir, termasuk Soemarsono, Bung Tomo, Moestopo hadir di sana.

 

3. 29 Oktober 1945 senja, dimulailah perundingan dengan Brigjend. Mallaby di gubernuran. Dalam perundingan ini disepakati gencatan senjata antara pasukan Inggris dengan kekuatan bersenjata rakyat Surabaya.

Ada foto yang menunjukkan suasana perundingan tersebut, cuma saya belum bisa menganalisis keaslian dan kebenaran apakah benar ini suasana perundingan di gubernuran tersebut.

Perundingan Soekarno dan pihak Inggris (sumber: www.berdikarionline.com)

Perundingan Soekarno dan pihak Inggris (sumber: www.berdikarionline.com)

 

4. 29 Oktober 1945 malam. Karena masih dalam suasana pertempuran, malam itu Bung Karno dipinjami mobil jeep oleh pihak Inggris untuk berkeliling ke kantong-kantong perjuangan bersama Mallaby, Hatta dan Amir Sjarifuddin untuk menerangkan mengenai gencatan senjata yang sudah disepakati oleh Bung Karno dan Mallaby. Soemarsono bersaksi dalam memoarnya bahwa dia mencegat konvoi Bung Karno tersebut dan mengeluarkan protes atas disepakatinya gencatan senjata padahal pigak Inggris sudah nyaris hancur. Soemarsono kemudian bisa ditenangkan oleh Amir Sjaruddin yang ikut dalam rombongan tersebut lalu dia turut diajak masuk ke mobil menuju Radio Pemberontakan pimpinan Bung Tomo di Jalan Mawar.

Mungkinkah konvoi tersebut yang ada di dalam foto koleksi mas Iwan tersebut? Tampaknya tidak, karena situasi Surabaya saat itu menegangkan dan dalam kondisi bertempur, sementara di foto tersebut Bung Karno dalam kondisi tenang dan rakyat di kanan kiri menyambut gembira.

 

5. 29 Oktober 1945 malam. Pulang dari konvoi tersebut, Bung Karno menuju ke markas Radio Pemberontakan yang dipimpin oleh Bung Tomo untuk menyiarkan mengenai gencatan senjata yang sudah disepakati tersebut.

 

6. 30 Oktober 1945. Mayjend Hawtorn mendarat sekitar jam 09h15 lalu melakukan perundingan di kantor gubernur bersama Bung Karno, Bung Hatta dan pemimpin rakyat Surabaya. Kesepakatan gencatan senjata diperkuat dalam perundingan tersebut.

 

7. 30 Oktober 1945. Ada beberapa foto yang menunjukkan kejadian hari itu. Foto yang pertama adalah saat Bung Karno, Bung Hatta, Hawtorn (postur tinggi besar) dan Mallaby (mengenakan baret) berada di teras sebuah gedung.

gaya funky bung karno (5)

Lalu Bung Karno, Bung Hatta dan Hawtorn (di foto tampak di sebelah kiri atas, di teras) melepas Mallaby dan dokter Sugiri yang duduk di atas kap mobil berkeliling Surabaya untuk mengumumkan tentang penghentian tembak menembak.

gaya funky bung karno (6)

Ada kemiripan antara mobil di atas dengan mobil yang kapnya diduduki Bung Karno di foto pertama. Tapi kalau dibandingkan dengan teliti tampak ada perbedaannya.

 

8. Rombongan Bung Karno dan Hawtorn akhirnya kembali ke Jakarta dengan menaiki sebuah mobil terbuka seperti yang ditunjukkan di foto-foto berikut.

gaya funky bung karno (7) gaya funky bung karno (8)

Untuk foto yang terakhir di atas, tampaknya keterangan fotonya kurang tepat. Karena saat datang Bung Karno mengenakan jas dan dasi sementara saat pulang kembali ke Jakarta beliau mengenakan kemeja putih biasa tanpa dasi.

 

9. Ada kesaksian dari Hario Kecik, kalau sebelum ke lapangan udara, rombongan Bung Karno sempat mampir lagi di markas radio pemerontakan pimpinan Bung Tomo untuk bertemu dengan para pejuang di sana.

Dari rangkaian kejadian di atas, tampaknya tidak mungkin kalau foto Bung Karno di atas kap mobil tersebut berlokasi di Surabaya tangal 29-30 Oktober 1945.

Tapi penyelidikan saya tidak berhenti sampai di sini. Ada beberapa tahapan metodologis yang saya lakukan lagi:

  1. Saya coba mengirimkan email kepada Pak Anwari Doel Arnowo untuk mendapatkan tanggapan mengenai foto tersebut. Tapi setelah membalas email saya, beliau tampaknya tidak punya waktu untuk mengklarifikasi foto tersebut.
  2. Saya coba mengirimkan email ke Pak Suparto Brata, seorang penulis sastra Jawa terkenal di Surabaya, yang juga beberapa kali menuliskan kisah sejarah sekitar 10 November 1945. Walau terkesan hati-hati, beliau kurang yakin kalau foto tersebut diambil tanggal 29-30 Oktober 1945.
  3. Kemudian, tanpa saya duga saya menemukan foto yang sama dengan yang dimiliki oleh mas Iwan tetapi dari sudut pengambilan yang berbeda. Inilah foto tersebut. Benar-benar sama bukan?!

gaya funky bung karno (9)

Saya meminta tolong mas Josh Chen untuk membaca tulisan mandarin di papan nama depan toko tersebut. Karena tidak terlalu jelas, mas Josh Chen hanya bisa membaca huruf tengah; Chun, berarti musim semi; dan huruf kiri; Gui yang berarti berharga atau mahal; tampaknya sebuah toko perhiasan emas?! Sayang nama kotanya tidak terlalu jelas di foto tersebut.

gaya funky bung karno (10)

  1. Berikutnya saya menemukan foto lain saat Bung Karno mendampingi PM Nehru berkonvoi saat berkunjung di Jakarta tanggal 7 – 17 Juni 1950.

gaya funky bung karno (11)

Lihatlah pataka yang berada di bagian depan mobil, juga tulisan di pelat nomor mobil yang sama persis dengan foto mas Iwan (1- INDONESIA).

Perhatikan pula mobil sedan di belakang mobil di bagian depan! Sama persis dengan di foto koleksi mas Iwan, terutama bagian grill di depan.

Yang terakhir, perhatikan sepeda motor para pengawal, termasuk seragam, dan helm yang dikenakan sang pengawal! Sama persis bukan? Malah jangan-jangan pengawal tersebut orang yang sama di foto koleksi mas Iwan.

 

Kesimpulan:

Berdasarkan rekonstruksi rangkaian sejarah saat Bung Karno berkunjung ke Surabaya tanggal 29 – 30 Oktober 1945, serta perbandingan dengan foto lain yang diduga diambil dalam peristiwa yang sama tetapi dengan sudut pandang berbeda, serta perbandingan dengan foto konvoi PM Nehru tahun 1950, penulis mengambil kesimpulan bahwa foto konvoi Bung Karno tersebut kemungkinan besar tidak diambil saat kunjungan ke Surabaya menjelang Pertempuran Surabaya.

Besar kemungkinan foto tersebut diambil pada tahun 1950, saat Bung Karno baru saja kembali ke Jakarta dari Yogyakarta. Kemungkinan konvoi Bung Karno tersebut dimaksudkan untuk memuaskan rasa rindu penduduk Jakarta terhadap presiden yang mereka cintai tersebut. Hal ini terlihat dari sorak-sorai penduduk di kanan kiri jalan menyambut Bung Karno. Situasi ini jauh berbeda saat Bung Karno mengadakan konvoi di Surabaya, karena situasi saat itu dalam suasana ketegangan dalam pertempuran.

Saya berpendapat foto tersebut diambil tahun 1950, karena sekembalinya pemerintahan ke Jakarta, konsolidasi pemerintahan yang rapi baru dimulai. Termasuk pengaturan dan tata cara pengamanan dan pengawalan presiden serta mobil kepresidenan, seperti yang ditunjukkan dalam foto tersebut.

 

Osa Kurniawan Ilham, Balikpapan, 2-2-2015

 

 

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.