Mudik 2014 – 2015 (3): Kupang (2)

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO ANDA SEMUA YANG BERBAHAGIA . . .

Salam jumpa dengan oret-oretan Dj. di hari Selasa …Melanjutkan cerita minggu lalu, maka kali ini, Dj. masih ingin bercerita masih di kota Kupang. Yuuuuup…. karena kami memang bermaksud mengunjungi 2 panti asuhan yang sudah kami kenal sebelumnya.

Satu panti asuhan sudah Dj. ceritakan minggu lalu, yaitu panti asuhan “ROSLIN“ yang dikelola oleh Capt. Pilot Budi Suhardi bersama keluarganya. Dan yang satu lagi, yaitu panti asuhan “RUMAH ANAK-ANAK IMAN“ yang lebih kecil dan diasuh oleh keponakan Dj. yang sudah sejak tahun 1980, tinggal dan mengajar di Sekolah Tinggi Theologia di Batu Plat (Kupang).

Benar sekali, mereka berdua, adalah pendeta senior yang akhirnya mendirikan panti asuhan tersebut. Walau mereka tidak muda lagi, tapi semangat untuk menolong anak-anak yang kurang mampu sangat besar. Puji TUHAN . . . ! ! ! Seluruh keluarga turut aktiv dalam hal ini. Di oret-oretan yang lalu, sudah Dj. sedikit ceritakan, saat kami sampai di Kupang dan dijemput oleh cucu kami bersama suaminya.

Daaaaaan… jelas, keluar dari aiport, kami langsung ke Hotel dan kemudian menuju rumah keponakan dan membikin satu kejutan. Karena mereka sama sekali tidak mengetahui rencana kedatangan kami. Hanya cucu-cucu Dj saja yang tahu dan mereka juga yang membookking hotel untuk kami di Rock Hotel. Hal ini sudah Dj. ceritakan di oret-oretan minggu lalu

kupang2-01

Keadaan anak-anak ini tanpa dipersiapkan, jadi itulah keadaan mereka aslinya, seperti yang anda lihat difoto diatas ini. Malam itu kami sangat banyak bercerita kiri-kanan dan juga sambutan anak-anak dengan bernyanyi lagu-lagu rohani. Kamipun menjawab beberapa pertanyaan mereka yang sedikit penasaran, siapa kami dan darimana kami datang.. dsb… dsb…

Mereka berjumlah 29 anak-anak dan melihat serta memperhatikan keadaan mereka, hati ini turut prihatin. Namun kami harus memakluminya, setelah mendengar cerita dari keponakan Dj. dan suaminya dari mana mereka datang dan bagaiamana keadaan mereka dulu dan bagaimana mereka sekarang di “Rumah Anak-Anak Iman” dan juga sekolah mereka. Mendengar cerita keponakan Dj. mereka sendiri banyak yang tertawa, ada yang masih juga bengong dan ada yang tertawa…..

Saat itu juga kami bertanya, apakah mereka menginginkan mainan yang bisa kami hadiahkan…??? Wajah mereka berubah menjadi semakin berseri, tapi tidak lama, karena salah satu dari mereka membuka suara. Kami tidak inginkan mainan, tapi tas sekolah kami sudah usang, apakah kami boleh memilih tas untuk sekolah….??? Dj lihat Susi menunduk, karena dia sangat terharu mendengar kata tas sekolah….

Maka Dj. segera sanggupi, besok kami akan beli tas sekolah untuk kalian semuanya. Mendengar hal tersebut, maka serentak, semua anak-anak teriak…. Yaaaaaa…..!!!! Malam itu rasanya tidak ingin kembali ke Hotel, tapi Dj. juga harus ingat, bahwa Susi juga harus istirahat dan kembalilah kami malam itu ke hotel.

Keesokan harinya, bangun pagi, setelah sarapan kami lebih dulu berkunjung ke panti asuhannya pak Budi Suhardi, sore setelah makan siang, kembali menemui anak-anak panti “RAI”. Jelas, kami tidak mungkin datang dengan tangan kosong… Karena kami sudah berjanji akan membelikan mereka tas sekolah.

Maka kami menuju ke Mal untuk membeli tas sekolah (Ransel) untuk mereka semuanya. Keponakan Dj kelihatan kurang nyaman dan berkata…. Oom, harga ransel di Kupang tidak semuarah di Jawa. Dj jawab : “Jangan memikirkan hal tersebut, karena kami sudah siapkan.”

Maka mulailah Susi dan keponakan Dj. mencari tas untuk 16 anak laki-laki dan 13 untuk anak-anak wanita, yang kira-kira warnanya cocok untuk anak laki-laki dan untuk anak.anak perempuan.

kupang2-02 kupang2-03

Setelah membeli tas Ransel, maka Dj. mengusulkan ke keponakan Dj. apakah dia setuju kalau malam ini mengajak anak-anak ke KFC untuk makan bersama. Namun keponakan Dj. kurang setuju dan memilih membeli saja dan dibawa ke rumah. Puji TUHAN . . . ! ! ! Juga ide yang sangat bagus, agar anak-anak juga lebih bebas bergerak.
Karena pengalaman kami beberapa kali mengajak anak-anak asuh ke Mc. Donald atau KFC, mereka bingung dan hanya bengong. Karena KFC yang kebetulan ada di depan Mal dimana kami membeli tas Ransel maka Susi dan keponakan Dj mulai antri… dan Dj. menunggu sambil minum…..

kupang2-04

Tidak lama kemudian, kamipun dalam perjalanan ke Rumah anak-anak Iman, dimana mereka sudah menunggu.

kupang2-05

Dj. sdikit bisa mengira, karena saat mobil kami sampai di panti, mereka sudah menunggu dangan lambaian tangan dan wajah berseri. Mereka sudah mulai berani mendekat dan saling berebut untuk memeluk kami…..Sungguh satu situasi yang sangat menyenangkan yang tidak mungkin didapat di tempat yang lain…

Setelah kami berada di dalam rumah, maka mulailah Susi berusaha menjelaskan kepada mereka dan akan segera kami mulai untuk perjamuan kasih bersama mereka.

kupang2-06 kupang2-07

Maka merekapun mulai duduk di meja makan dengan sangat teratur, tanpa ada suara sedikitpun. Kemudian kami menyanyikan lagu pujian syukur dan kemudian salah seorang anak perempuan, memimpin dalam doa.

kupang2-08 kupang2-09

Setelah doa makan, maka merekapun makan ayam goreng dengan nasi…. sungguh suasana yang sangat tenang tanpa satu katapun yang keluar dari mulut mereka…Dj. sangat senang melihat wajah mereka yang sangat menikmati suasana yang mungkin tidak setiap bulan terjadi.

kupang2-10 kupang2-11 kupang2-12 kupang2-13 kupang2-14 kupang2-15 kupang2-16 kupang2-17

Setelah makan malam dengan ayam goreng, maka Susi pun masih membagikan kepada mereka semua kueh untuk cuci mulut.

kupang2-18

Setelah acara makan selesai, maka kami masih berkumpul dan berbincang, juga menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka yang penasaran.

Dan tibalah saat dimana, mereka mendapatkan ransel (tas sekolah) yang mereka inginkan…Satu persatu, mereka maju ke depan dan memilih tas yang warnanya mereka sukai dan yang aneh, mereka tidak rebutan, bahkan menyuruh temannya duluan untuk mengambil.

Dan Susi akhirnya memutuskan untuk memanggil nama mereka menurut alphabet, siapa yang namanya dimulai dengan huruf A, lalu B, C dan seterusnya…Melihat wajah-wajah yang berseri dan gembira, sungguh sangat menyenangkan.

kupang2-19

Ini 16 anak-anak laki-laki, dengan bangga menyandang ransel di punggung mereka.

kupang2-20

Kemudian giliran anak-anak wanitanya…

kupang2-21

Belum selesai dengan itu, maka Susi masih bertanya kepada mereka…..Apakah mereka juga senang main sepak bola….Salah satu dari mereka langsung menjawab: Yaaaa….. senang sekali…Tapi kami sudah tidak memiliki bola lagi, karena bola yang kami miliki sudah rusak dan kami sudah tidak bisa main sepak bola lagi. Lalu Susi memberi syarat, agar Dj mengeluarkan 2 bola yang kami beli di Mal.

Juga untuk setiap dari mereka mendapatkan 1 Topi, mengingat Kupang sungguh sangat panas dan bagi anak-anak wanita…..Susi membelikan Kalung, gelang dan ikat rambut dan perhiasan imitasi dari plastik yang lainnya. Juga mainan untuk dipasang di jari (yang kami bawa dari Mainz), dimana setiap anak mendapatkan satu mainan.

Nah ya, lengkap sudah, apa yang menjadi keinginan mereka….Mereka sekarang memiliki tas untuk sekolah, topi, bola untuk bermain dan setiap anak mendapat mainan kecil.

kupang2-22

Hingga cukup larut malam dimana mereka sudah harus istirahat, maka kamipun masih sedikit berbincang dengan keponakan Dj dan suaminya. Yaaaa… berbincang akan nasib mereka di kemudian hari dan banyak lagi….
Maka, kamipun juga kembali ke Hotel dengan perasaan yang sangat gembira dan rasa capekpun tidak terasa lagi.

Keesokan harinya, kami jam 10 pagi sudah dijemput oleh sopir mobil yang kami sewa dan segera menuju ke panti asuhan. Dalam perjalanan ke panti, Dj. sempat dikagetkan, karena mendadak Susi teriak, coba berhenti dan sedikit mudur, maka sopir mobilpun mengikuti apa yang Susi katakan.

Dj. masih sedikit bengong dan bertanya, ada apa kok mendadak harus berhenti…??? Dj. yakin anak-anak sudah menunggu…??? Maka Susi menjelaskan…. tadi saya lihat ada yang jualan apel dan jeruk di pinggir jalan, baiklah kita beli untuk anak-anak… Maka Dj. pun setuju dan kami membeli dengan cukup untuk semua anak, bahkan lebih…

Bingo…!!! Sesampai di Panti, mereka mendengar suara mobil datang, maka mereka berlarian keluar rumah…Dan satu persatu bergantian memeluk kami…

kupang2-23

Apa yang anda lihat di atas, adalah kaedaan yang sebenarnya…Panti asuhan “Rumah Anak-Anak Iman” tidaklah besar, hanya ada 29 anak-anak saja, tapi untuk kami, sungguh sangat memprihatinkan. Anda lihat sendiri, tidak satupun dari mereka yang memakai sepatu atau sandal sekalipun. Bukan berarti mereka tidak memiliki, tapi setiap anak hanya memiliki 1 pasang sepatu untuk sekolah atau ke gereja, jadi di rumah, mereka hanya telanjang kaki.

Siapa tahu dari anda ada yang banyak menerima berkat dan ingin berbagi dengan mereka, silahkan….

Okay… hari itu, anak-anak semuanya menikmati makan jeruk dan apel. Setelah jeruk dan apel, mereka masih manikmati kueh lagi, karena ternyata Susi beli kuehnya sangat banyak. Maka saatnya kami bersukaria, mereka banyak menyanyikan lagu-lagu rohani yang begitu menyentuh hati kami. Bahkan sering lagu-lagu tersebut diikuti dengan gerakan badan mereka dan Susipun turut belajar bersama mereka.

kupang2-24

Kemudian Susipun mengajarkan lagu dengan bahasa Jerman…

kupang2-25

Dan Susi mengajarkan juga dengan gerakan…

kupang2-26

Begitu cepatnya mereka menghafal kata-kata dalam bahasa Jerman, membikin kami kagum…Tidak lama kemudian, salah satu dari mereka memimpin ke depan dan Susi mengikuti dari belakan dan Dj. ambil video untuk kenang-kenangan…

kupang2-27

Setelah itu mereka masih juga membikin kami tercengang, karena mereka menyiapkan satu tarian untuk kami dan kami harus berdiri di tengah-tengah.

kupang2-28

Kemudian dua anak, mulai dengan gerakan cepat mengelilingi kami, sedang mereka yang mengelilingi kami,
masih terus menyanyi… dengan bergandengan tangan….

kupang2-29

Dan untuk perpisahan, kami foto bersama dan Susi mendapat hadiah kain khas Kupang dan Dj. selendang.

kupang2-30

Setelah itu Dj. masih ingin memanjakan mereka, dengan menggendong mereka satu persatu, agar hal ini bisa mereka ingat selalu. Dan kami masih dalam suasana gembira, memang itu yang sebenarnya Dj. harapkan, agar kami berpisah dengan suasana gembira.

kupang2-31 kupang2-32 kupang2-33 kupang2-34 kupang2-35

Tapi di sinilah rasa haru, sedih bercampur tidak karuan….Mendengar isak tangis mereka, rasanya ingin tinggal lebih lama, tapi apa boleh buat, kami tidak menyangka akan sedemikian. Mereka berebut untuk memeluk kami dengan isak tangis…

kupang2-36 kupang2-37 kupang2-38

Sebagai penutup, Dj. ingin menceritakan kisah satu anak di antara mereka, yaitu si…

kupang2-39

Dia sudah umur 10 tahun dan belum sekolah, tapi dia sangatlah cerdas dari seluruh anak-anak yang ada di panti. Bagaimana mungkin….Ya… dia anak dari keluarga miskin dan anak ke empat, dimana semua kakaknya laki-laki. Dan sebagai anak perempuan, dia anak yang tidak dinginkan… dan tidak diberi kesempatan untuk sekolah, tapi harus bekerja di rumah. Olehnya kehidupan dalam keluarganya, dia sangat menderita, dia sudah mencoba beberapa kali lari dari rumah. Tapi selalau tertangkap dan dikembalikan ke rumahnya.

Dan dia tidak disekolahkan, hanya harus bekerja di rumah, karena anak perempuan kurang diharap delam keluarganya. Pelarian yang ke 4, maka terdengar oleh keponakan Dj. dan diambil untuk tinggal di panti. Tapi ayah si Ningsih tidak memberi ijin, olehnya, persoalan ada di pengadilan. Seharusnya Ningsih kembali ke rumahnya, tapi dengan syarat dia harus sekolah, tapi ditolak oleh ayahnya.

Untuk sementara, Ningsih masih boleh tinggal di panti, sampai hakim memutuskan, kemana Ninsih harus hidup.
Tapi dari pihak Ningsih, dia ingin sekali tinggal di panti, karena di panti dia sudah banyak belajar dan merasa diperhatikan. Di panti, dia adalah anak yang paling sabar dan bahkan membimbing semua anak-anak di panti. Kami sungguh berharap, bahwa Ningsih bisa tinggal di panti dan tahun ini bisa mulai sekolah. Mohon semua dukungan doa, agar Ningsih, mendapat tempat yang terbaik dan bisa belajar di Sekolah.

Okay, semoga cerita dalam oret-oretan Dj. ini tidak membosankan dan Dj. bahkan harap boleh menyentuh hati nurani anda semua. Siapa tahu, satu saat anda bisa ke Kupang, tengoklah mereka dan berilah uluran tangah kasih anda untuk mereka. Dj. dan mereka tidak berharap yang terlalu tinggi, tapi sekedar tangan kasih anda, pasti bisa membahagiakan mereka.

Dan inilah saat kami berpisah dengan mereka dan lambaian tangan mereka yang Dj. yakin akan membuat kami kembali ke sana lagi.

kupang2-40

Akhirnya kami sampai di bandara El Tari untuk melanjutkan penerbangan kami ke Bali. Dan keponakan Dj.  bersama suami dan keluarganya, turut mengantar kami sampai bandara. Tapi sebelum kami terbang, kami masih sempat foto di depan patung Komodo…

kupang2-41 kupang2-42

Okay…

Mohon maaf bila banyak salah kata atau ada kalimat yang kurang sopan atau tidak pada tempatnya. Terimakasih kepada pengasuh Baltyra yang selalu menayangkan oret-oretan Dj. Jelas, terimakasih Dj. untuk anda semua yang telah dan selalu membaca oret-oretan Dj. dan bahkan selalu membubuhkan komentar anda.

Sampai jumpa dengan oret-oretan yang akan datang, “Istirahat di Bali“.

Kiranya Berkat dan Kasih TUHAN, selalu menaungi kita semuanya.

 

Salam manis dari Mainz.
Dj. 813

kupang2-43

 

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *