Pangeran Diponegoro Hadir Kembali di Jakarta

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

 

TERAKHIR kali Sang Pangeran menginjakan kaki di Batavia (sekarang Jakarta) pada 3 Mei 1830, setelah sejak 8 April tiba dan ditawan di Stadhuis (kini Museum Fatahillah) di lantai dua. Sejak hari 3 Mei 1830, Pangeran Diponegoro tak menginjakkan kaki lagi. Dia menuju pembuangannya seumur hidup ke Manado. Lalu dipindahkan ke Makassar hingga wafat di kota itu pada 8 Januari 1855.

Melalui sumber dari Peter Carey, sejarawan Inggris yang mendalami hidup Sang Pangeran selama 40 tahun lebih, juga tulisan dosen sejarah G. Moedjanto dari Universitas Sanata Dharma, Jogjakarta serta beberapa bahan bacaan, terangkum menjadi artikel singkat ini. Ditambah visual dari Pameran ‘Aku Diponegoro. Sang Pangeran Dalam Ingatan Bangsa’, yang berlangsung selama 6 Feb hingga 8 Mar 2015 di Galeri Nasional, Jakarta.

Pameran ini atas prakarsa Goethe Institut Jakarta dan beberapa lembaga untuk memamerkan segala sesuatu yang berkaitan dengan Sang Pangeran. Pameran ini telah menghadirkan kembali Pangeran Diponegoro di Jakarta, di tengah masyarakat yang mengagumi dan mencintainya.

Kali ini Sang Pangeran hadir kembali bukan sebagai tahanan politik seperti 185 tahun silam. Tetapi sebagai pahlawan. Dan juga sebagai selebriti.

 

Artikel terkait:

Diponegoro1 Diponegoro2 Diponegoro3 Diponegoro4 Diponegoro5 Diponegoro6 Diponegoro7 Diponegoro8 Diponegoro9 Diponegoro10 Diponegoro11 Diponegoro12 Diponegoro13 Diponegoro14 Diponegoro15 Diponegoro16

 

 

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.