Mudik 2014 – 2015 (4): Bali (1)

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO . . .  ANDA  SEMUA  YANG  BERBAHAGIA . . .

Salam jumpa dengan oret-oretan Dj. di hari Selasa yang indah ini…Untuk melanjutkan cerita perjalanan mudik kami, baiklah Dj. ingin sedikit ceritakan kejadian yang lucu. Saat kami diantar oleh keponakan dan keluarganya Karena masih sepi, jadi saat check in pun cepat dan masih ada sekitar 2 jam waktu yang kami miliki sampai Boarding.

Olehnya, Dj. usulkan untuk makan dan minum di salah satu Restaurant di depan gedung dimana kami Check ini. Okay, untuk ke Restaurant, Dj. ingat kacamata hitam yang mana yang sejak dari Jakarta belum pernah Dj. pakai. Ya… bahkan ini kacamata, sudah entah 2 tahun lebih tidak pernah Dj. pakai, karena Dj. masih ada beberapa kacamata hitam yang lainnya. Sampai kami foto di depan patung Komodo, setelah minum di Restaurant Dj. masih pegangin itu kacamata.

bali1-01

Tapi sesampai di ruang tunggu, sebelum Boarding, Dj. cari kacamata Dj. sudah raib, entah kemana…..Dj. benar-benar ingin tertawa, kok bisa hilang, entah kemana. Masih sempat telpon ke cucu Dj. apa mungkin ketinggalan di Restaurant dan dia langsung lari ke Restaurant dan dia bilang tidak ada opa. Setelah Dj. lihat di kamera, bahkan sampai foto di depan patung Komodo, masih Dj. pegang, ya berarti tidak ketinggalan di restaurant. Tapi ketinggalan di mana…???  Sungguh aneh…. Mungkin memang harus ditinggal di Kupang….Hahahahahaha…!!! Akhirnya kami sudah harus Boarding dan menuju ke pesawat… Jadi tidak ada waktu untuk mencarinya lagi.

bali1-02

Dengan penerbangan Garuda Indonesia, kami menuju Bali.

bali1-03

Dengan perasaan masih bersama anak-anak panti, tidak terasa kami sudah mendarat di Bali.

bali1-04

Airport Bali, sungguh cepat berbeda dengan apa yang kami lihat 2 tahun yang lalu. Jauh lebih indah dan modern, semua jelas dan tidak membingungkan. Hanya saja, saat kami keluar dan mencari Taxi, maka Dj. baca Taxi Point dan Dj. langsung menuju ke sana. Setelah sampai di tempat, kami dan Dj. jelaskan bahwa kami memperlukan Taxi ke Hotel “X“, maka orang tersebut memanggil seseorang.

Dan menjelaskan kemana tujuan kami. Hanya anehnya, mereka berbisik dan lalu apa yang Dj. dengar, adalah jumlah uang dan tidak menggunakan Argometer. Untung masih normal, karena 2 tahun yang lalu dimana sopir taxi meminta uang, melebihi yang sudah dia katakan sebelumnya. Yaaaaah, untuk anda, kami hanya bisa memperingatkan, agar bikin deal atau  argometernya dijalankan. Karena sudah banyak sopir yang nakal dan tidak kenal kasihan dan anda lah korbannya.

Okay, kami sampai Bali masih siang dan kami tidak membuang-buang waktu, setelah check ini di Hotel, maka kami segara jalan kaki menuju ke pantai Kuta.

bali1-05

Hanya saja, kami sedikit kaget, selain pantainya penuh dengan manusia, tapi lebih parah lagi, di pantai sangat banyak sampah.

bali1-06 bali1-07 bali1-08 bali1-09

Nah ya, matahari terbenam di pantai Kuta sudah pernah kami lihat dan dengan pemandangan sampah yang begitu banyak, maka kamipun mikir dan mencari tempat yang lebih nyaman. Yaaaah, lebih baik santai di Hard Rock Cefe, yang jelas tidak bising dan udaranya juga nyaman.

bali1-10 bali1-11

Setelah duduk nyaman, kamipun mulai memilah-milih mau makan apa….??? Puji TUHAN . . . ! ! ! Pelayan yang sangat ramah dan memberi saran untuk malam itu BBQ yang menjadi menu yang baik, maka Dj setujui. Susi memilih Hamburger dan pelayannya malah yang menjepret kami berdua.

bali1-12 bali1-13

Setelah selesai makan, tidak terasa di luar sudah gelap, maka Susi ingat akan pesanan anak-anak untuk dibelikan kaos dan topi di Hard Rock

bali1-14 bali1-15 bali1-16

Setelah semua terpenuhi, maka kamipun kembali ke hotel dan hanya ingin istirahat. Keesokan harinya, kamipun hanya santai, jalan-jalan ke pantai dan tanpa arah tujuan, hanya ingin menikmati udara pantai saja. Sore hari, di jalanan kami ditawari oleh sopir taxi, maka Dj. pikir tidak ada salahnya ke toko oleh-oleh “KRISNA”. Saat itu Dj. nanya ke toko Krisna berapa, dia minta Rp. 500,- rb. Jelas itu sangat mahal dan Dj. minta agar pakai argo saja, tapi dia menolak, karena jauh, jadi deal saja. Akhirnya Dj. setujui dengan harga Rp. 350,- rb. Jadi kami akhirnya ke toko Krisna dan sopir Taxipun menunggu.

bali1-17

Setelah sampai di Hotel, sambil menunggu Lift, personal Hotel yang begitu ramah, menyapa…Jalan-jalan bapak…??? Dj. jawab…. ya dari toko Krisna untuk beli oleh-oleh….Dia masih bicara, ya disana banyak tourist yang berbelanja, tapi hati-hati bapak, banyak soir taxi yang sekarang nakal. Dj. menjawab, okay… kan memang jauh dari sini…Dia… Dekat bapak, kalau naik taxi, paling mahal Rp. 150,- rb. itu sudah mahal….Gubraaaak….!!! Dj. bayar Rp. 350,- rb. sekali jalan, jadi Rp. 700,- rb. Tapi Dj. tidak cerita ke pagawai Hotel, agar tidak jadi percakapan yang lebih lama. Di kamar hotel, kami berdua tertawa, karena sudah hati-hati, masih kena tipu pula….  Hahahahahaha….!!!

Malamnya kami jalan-jalan ke Kuta Square dan di sana kami makan malam di China Restaurant.

bali1-18

Walau tidak murah, tapi makanannya sungguh enak, jadi pasti puas. Untuk pembukaan kami memesan sop sirip ikan Hiyu… (entah benar atau tidak). Karena cukup mahal, maka kami hanya memesan satu, karena Susi hanya ingin mencicipi, belum tentu suka. Ternyata dia suka…. hahahahahaha….!!!

bali1-19

Cha pak Choy dengan bawang putih, sangat lezaaat…

bali1-20

Kami juga memesan bebek panggang ala Peking. Jadi ingat di “Paduka Bebek” di Paris van Java di Bandung, sama enaknya….

bali1-21

Kamipun memeran 1 porsi miehun goreng….Dj. sempat kaget, saat pelayannya memberi saran… Lebih baik setengah saja, kalau 1 porsi, saya yakin tidak akan habis. Maka Dj. pun iyakan, seperti yang pelayannya sarankan. Setengah porsi miehun goreng dengan udang… Naaah yaaaa…..  karena kami sudah kenyang dengan yang lain, maka kami hanya mencicipi saja.

bali1-22

Ternyata pelayan nya benar dan kami tidak bisa menghabiskan semua, bahkan semua masih sisa setengahnya. Tanpa kami minta, si pelayan sudah membungkusnya untuk dibawa ke hotel, siapa tahu nanti malam lapar….
Dj. jadi tertawa sendiri, ini pelayan begitu baiknya….

Tapi masuk dan mendapatkan tempat di Restaurant ini tidak mudah, karena begitu penuh dan mesti antri. Dj. mau antri, karena Dj pikir, kalau penuh, berarti makanannya enak. Ternyata memang benar.

Nah itu sedikit cerita saat kami datang di Bali dan hari keduanya….Agar tidak terlalu panjang dan membosankan, maka Dj. akhiri cerita ini sampai di sini dulu. Jelas, akan Dj. sambung dimana kami keesokan harinya akan ke pantai PANDAWA….Dan makan malam di Pantai Jimbaran.

Terimakasih kepada pengasuh Baltyra yang selalu menayangkan oret-oretan Dj. Dan kepada anda semua yang selalu setia membaca oret-oretan Dj.

Mohon maaf bila dalam oret-oretan di atas, banyak salah kata atau apapun yang tidak berkenan dihati anda semuanya. Kiranya Kasih dan Berkat TUHAN, selalu menaungi kita semuanya.

Salam manis dari Mainz…
Dj. 813

bali1-23

 

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.