[AMNESIA – The Future in History] Kedatangan Sang Presiden

djas Merahputih

 

Cerita sebelumnya:

Di Tepi Sebuah Danau (1)

 

KEDATANGAN SANG PRESIDEN

Pagi ini, Sang Pangeran terlihat masih memikirkan sesuatu di atas kursi kerajaannya. Sang Gadis di atas perahu tempo hari, berdasarkan detektor istana, adalah anak dari seorang senator muda di pemerintahan Amorluxico. Wanita ini juga seorang mahasiswi jurusan kesusasteraan, sebuah jurusan dengan peminat paling sedikit di perguruan tinggi manapun di Amorluxico. Ia mempunyai dua orang adik lelaki, dan keluarga mereka merupakan orang-orang terpandang di kotanya.

Lamunan Sang Pangeran terganggu. Beliau teringat pada Ketiweuy, ayam jago kesayangan Beliau. Sejak matahari terbit, ia belum memperoleh makanan sedikitpun. Pangeran Soka Purnama merasa sangat bersalah dan bersegera menuju kandang Ketiweuy. Ayam dengan bulu hitam pekat berjengger emas itu terlihat sangat senang dengan kedatangan tuannya. Ia terus berkokok dan mengepakkan sayapnya berulang-ulang.

img01. Ayam jago

img01. Ayam jago

Ketiweuy, ayam kesayangan Sang Pangeran, memiliki keistimewaan tersendiri bagi Pangeran Soka Purnama. Setiap pagi setelah menyambut mentari dengan lengkingan kokok merdunya, ia akan memperlihatkan gelagat berbeda-beda yang akan memberitahukan Sang Pangeran tentang bentuk peristiwa dan kejadian-kejadian yang akan dialami pada hari itu.

Saat Ketiweuy terus berjalan ke sekeliling kandangnya, itu artinya akan ada petualangan baru. Ketika ia melompat dan mengepakkan sayapnya berulang-ulang, maka pasti ada kejutan di hari itu. Jika ia hanya berjalan santai tanpa melakukan apa-apa, merupakan sinyal bahwa hari itu akan menjadi hari yang membosankan. Tapi ada satu isyarat yang paling ditunggu-tunggu oleh Sang Pangeran, sebuah atraksi yang hanya bisa dilakukan oleh satu-satunya ayam jago dari seluruh makhluk ayam di penjuru semesta alam raya, yaitu posisi terbalik dengan paruh bertumpu di tanah. Sementara, kaki Ketiweuy menjulang ke atas menyerupai gerakan breakdance manusia di planet bumi, tempatnya menemukan gerakan ini. Bila Sang Pangeran menjumpai Ketiweuy melakukan gerakan heboh ini, maka bisa dipastikan Sang Pangeran akan ikut heboh dan berjingkrak kegirangan demi mengetahui Beliau bakal kedatangan salah satu atau kedua orangtuanya dari Langit Kelima di hari itu.

Di sudut istana lainnya terlihat para Biq Xu sedang melakukan ritual penyelarasan yang akan membersihkan area sekitar istana dari energi asing serta gelombang negatif. Cakra dan para pengawal lainnya sedang bercengkerama di sekitar istana sambil memperhatikan keadaan sekeliling. Sang Pangeran menyaksikan kegiatan seluruh rombongan kerajaan dari ruang tengah istana. Beliau nampak gembira, segalanya berjalan lancar dan aman-aman saja. Kekhawatiran Sang Pangeran dengan lokasi camp di tepi danau yang lebih terbuka tak terbukti sama sekali. Selubung transparan pelipat ruang dan waktu istana nyatanya bekerja dengan baik.

*****

Cakra bergegas menemui Sang Pangeran setelah mendengar kabar sedang dicari-cari oleh Beliau. Pangeran Soka Purnama terlihat sedang berbincang santai dengan Ono dan Offo.

Cakra, siang ini :O: akan masuk ke kota. Ajak beberapa pengawal, kalian cukup mengamati keadaan kota dan melaporkannya esok pagi!

Segera hamba laksanakan, Paduka!” Cakra mohon pamit dan dengan wajah ceria pengawal kepercayaan Sang Pangeran ini berlari kecil menghampiri rekannya sesama pengawal.

Para pengawal begitu senang mendapat kabar akan ditugaskan mengawal Sang Pangeran yang hendak menyaksikan suasana kota Dullstricht. Dua minggu terasa cukup lama bagi mereka hanya untuk berkeliling di sekitar istana.

img02. Suasana Kota

img02. Suasana Kota

Kota Dullstricht walaupun bukanlah sebuah ibu kota negara, ia nampak sangat maju dan ramai. Gedung-gedung tinggi berjejer pada kedua sisi jalan utama kota. Penduduk kota lalu-lalang, sibuk dengan pekerjaan dan urusan mereka masing-masing. Terlihat pula kesibukan para pekerja yang sedang menghias beberapa tiang dan pepohonan di tepi jalan. Para pejabat kota dan masyarakat umum hari ini sedang mempersiapkan diri dalam penyambutan Kepala Negara Amorluxico. Berbagai hiasan dan umbul-umbul memenuhi sudut-sudut kota yang akan menjadi jalur kedatangan Bapak Presiden.

Salah satu presiden terpopuler dalam sejarah Amorluxico tersebut telah dua tahun menjabat posisi orang nomor satu. Namun ini adalah kunjungan pertamanya ke kota Dullstricht.

Kota yang biasanya tenang itu kini terlihat begitu ramai. Setiap orang berusaha mencari tempat terbaik untuk menyaksikan iring-iringan rombongan Sang Presiden dari jarak dekat. Para wartawan berebut tempat meletakkan kamera mereka pada sudut pandang pengambilan gambar terbaik untuk peristiwa bersejarah ini. Dullstricht bukanlah basis pendukung utama Sang Presiden, namun pengaruhnya dalam stabilitas politik Amorluxico sangatlah penting. Di kota ini bermukim seorang politisi garis keras yang sangat kritis terhadap kebijakan presiden-presiden sebelumnya, namun mulai terlihat melunak beberapa bulan terakhir ini. Sebuah indikasi keberhasilan pemerintah Amorluxico dalam merangkul lawan-lawan politik mereka.

Sang Pangeran membaur dengan para warga kota menantikan detik-detik kedatangan Presiden. Para pengawal kerajaan menyebar di beberapa titik dalam penyamaran mereka sebagai warga biasa. Suasana begitu riuh dan penuh semangat. Beberapa kelompok anak sekolah menyanyikan lagu-lagu kebangsaan mereka dengan gembira. Segalanya terlihat meriah, aman dan lancar. Satu-satunya warga yang terlihat tegang adalah Sang Pangeran sendiri. Beliau teringat perilaku aneh Ketiweuy pagi tadi. Ia terus saja melompat dan mengepakkan sayapnya selama beberapa saat.

Belum sepenuhnya sadar dari ingatan tentang Ketiweuy, tiba-tiba terdengar suara tembakan sebanyak tiga kali. Suara tembakan pertama dengan dua tembakan beruntun berikutnya hanya berjarak beberapa detik. Suasana dengan cepat menjadi kacau dan tak terkendali. Petugas keamanan berlarian lalu berupaya menyergap pelaku penembakan.

Presiden tertembak, alihkan jalur… cepaat, cepaat, cepaaatt….!!!” Kepala pengawal presiden berteriak panik dan segera mengarahkan kendaraan Presiden ke rumah sakit di pusat kota.

Sang Pangeran meminta kedua kakak kembarnya menelusuri rentetan kejadian selanjutnya. Beliau sendiri bergegas menuju lokasi penembakan. Sang Pangeran mengambil beberapa sampel debu dan jejak yang terpapar bayangan untuk nantinya diamati lewat detektor khusus, lalu segera menghilang di tengah kepanikan. Beberapa warga masih terlihat sangat ketakutan dan tetap merunduk atau tiarap pada rerumputan di sekitar taman. Para pengawal kerajaan juga terlihat kaget dengan tragedi yang tak disangka ini. Sehari penuh di hari itu, berita di televisi lokal dan internasional dipenuhi dengan berita duka tentang penembakan tersebut.

Di dalam istana Sang Pangeran tak kalah tegangnya. Ono dan Offo serta seorang pengawal yang menangani detektor khusus sedang berkumpul di sekitar Pangeran Soka Purnama. Data dari Ki Rag Ha Panrita, teropong khusus istana, menunjukkan bahwa orang yang tertembak sepintas terlihat sebagai Presiden Amorluxico. Apalagi orang tersebut memang berada di kursi tempat dimana Sang Presiden seharusnya duduk dalam mobil kepresidenan. Namun data suhu tubuh, jenis rambut dan kuku jauh berbeda dengan data yang dimiliki Ono dan Offo yang berasal dari pusat data di Langit Kelima. Sang Pangeran masih terus bertanya-tanya tentang keanehan ini.

img03. Data Misterius

img03. Data Misterius

Beberapa pengawal yang ditugaskan mengamati keadaan tiba-tiba datang dan memberi kabar kalau Sang Presiden selamat dan hanya mengalami luka ringan. Namun sayang, Ibu Negara tak dapat diselamatkan. Itu adalah pernyataan resmi pemerintah yang disebarluaskan oleh seluruh saluran TV yang ada. Sang Pangeran semakin heran, data dari detektor istana memastikan dua orang dalam deretan kursi Presiden yang tak lain adalah Sang Presiden dan istrinya, telah tewas dalam insiden siang tadi. Tak pernah dan tak mungkin Ki Rag Ha Panrita menghasilkan data yang keliru. Namun keanehan data yang ada mungkin bisa menjelaskan sesuatu.

Sementara di sebuah gedung rahasia kota Dullstricht terlihat seorang gadis menangis di sisi jenazah pria berpakaian jas lengkap. Dua anak lelaki menyusul duduk bersimpuh di dekat sang gadis. Seorang ibu terlihat berusaha menenangkan ketiganya. Televisi di dalam ruangan menyiarkan penggalan-penggalan peristiwa tragis di hari itu. Sang Presiden dinyatakan selamat dari peristiwa penembakan dan membuat rakyat yang menyaksikan berita tersebut merasa lega namun juga terharu.

 

Bersambung ke…

Pahlawan Sunyi

 

 

About djas Merahputih

Dari nama dan profile picture'nya, sudah jelas terlihat semangat ke-Indonesia-annya. Ditambah dengan artikel-artikelnya yang mengingatkan kita semua bahwa nasionalisme itu masih ada, harapan itu masih ada untuk Indonesia tercinta. Tinggal di Sulawesi, menebar semangat Merah Putih ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.