Mudik 2014 – 2015 (5): Bali (2)

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLOOOO . . . .

Salam jumpa dengan oret-oretan Dj. yang masih di sekitar Bali. Saat kami kembali ke Hotel, Dj. teringat akan sopir yang mobilnya kami sewa 2 tahun yang lalu. Maka segera Dj. cari nomer telponnya di HP Dj….
Bingo…!!! Ketemu dan harapan Dj. ini nomer masih dia pakai…daaaaaan….. Puji TUHAN . . . ! ! !

Dj. sangat gembira saat mendengar di seberang sana, terdengar orang berkata haloooo…Setelah Dj. jawab hallo nya, ternyata dia masih ingat siapa kami dan sedikit ngobrol serta bertanya, apa besok masih bisa booking mobilnya…
Terdengar dia minta maaf, karena hanya bisa 1 hari saja, karena lusa sudah di’booking orang lain. Jelas kami sangat bersyukur, karena mobil ini orangnya jujur, saat Dj. tanya harganya, dia kasih harga yang sama dengan 2 tahun yang lalu. Yaitu Rp. 450,- rb. / hari dan sudah termasuk sopir, hanya bensin mesti kami yang tanggung, hebat sekali…. !!! Dj. sungguh sangat gembira, karena dapat mobil yang bagus dan sopirnyapun jujur….Dia hanya bertanya, besok ingin dijemput jam berapa….???

Akhirnya, keesokan harinya, jam 10:00, setelah kami selesai sarapan, maka sopir mobil sudah menunggu di tempat parkir di depan Hotel. Dj. melihat dia mendekati Dj. dan kamipun berpelukan, seperti teman lama…. Hari itu kami ingin ke pantai Padang-padang seperti 2 tahun yang lalu, tapi dia sarankan, ada yang lebih baik, yaitu Pantai PANDAWA 5. Maka Dj. setujui dan kami meluncur ke Pantai Pandawa 5….

Perjalanan ke pantai Pandawa 5 cukup lancar dan tidak ada macet, bahkan kawan dengan bangga, memberi tahu, bahwa sudah ada Tol di atas laut. Dengan logat Balinya yang sangat kental, Dj. hampir saja tertawa…..

bali2-01 bali2-02

Akhirnya, sampailah kami di pantai Pandawa, turun sebentar dan ambil foto.

bali2-03

Dari tebing, kami mengikuti jalan yang cukup terjal menurun dan di sebelah kiri kami adalah bukit batu yang
oleh orang Bali dibelah dan dibikin jalan menuju pantai. Pemandangan dari atas yang sangat indah, bisa dilihat air di bibir pantai yang biru muda dan Dj. yakin pasti indah pantainya.

bali2-04

Dan di dinding bukit batu tersebut dari atas berada di sebelah kiri kami, diukir 5 patung Pandawa yang cukup besar.

bali2-05 bali2-06 bali2-07 bali2-08 bali2-09

Maaf, patung-patung ini Dj. jepret dari dalam mobil, karena saat itu gerimis. Jadi patung yang pertama sedikit gelap…. sorry…!!! Dan sesampainya kami di bawah atau di pantai, yaaaaah… banyak sekali pengunjung, ya memang sedang musim liburan, jadi maklum lah…. banyak sekali rombongan dengan bus-bus dan mobil yang datang ke pantai Pandawa.

bali2-10 bali2-11

Waaaaw…. begitu banyaknya pengunjung, apalagi mereka kebanyakan rombongan dari Jawa. Sering terdengar dari lautsprecher sudah diteriaki…. Mohon rombongan dari Sidoharjo, segera menuju ke Bis, karena kami akan segera berangkat. Dan ini entah diulangi beberapa kali dan Dj. jadi tertawa sendiri, memang sulit memberitahu orang dari Sidoarjo…. Hahahahahaha….!!!

Dan yang Dj. lihat lucu, jarang dari mereka yang di pantai itu berenang, tapi hanya sekedar untuk ambil foto saja sambil narsis …. Lucu…!!! Banyak juga yang menyewa kano dan kasihan para pengawas, dengan pluitan… priiiit… priiit… agar yang menggunakan Kano tidak melewati batas yang sudah dipasang. Tapi namanya manusia yang kurang disiplin, mana ada yang mendengarkan…. hahahahahahaha….!!! Tidak tahu, apa itu orang dari Sidoarjo atau entah dari mana…??? Padahal bisnya sudah mau berangkat, mereka masih bermain kano.

Teman kami yang turut mencarikan tempat yang tenang, dia menyarankan, dari mana kami mencapai pantai, agar jauh ke kiri, karena semakin ke kiri, semakin sepi dan nyaman. Karena mereka yang datang dan hanya ingin berfotoria di pantai, biasanya tidak akan pergi jauh dari pintu masuk. Puji TUHAN . . . ! ! ! Akhirnya kami mendapatkan tempat yang nyaman (pikir kami), ternyata tidak lama dan tempat tersebut menjadi rame juga….
Tapi saat penagih, sewa payung datang, mereka pada pergi. Nah ya… selama mereka tidak mengganggu kami, ya tidak jadi masalah… toh hak mereka juga untuk duduk di mana saja, selama payungnya dan kursi malasnya dibayar…..

bali2-12 bali2-13

Pantai Pandawa dengan pasir yang putih dan tidak padat, jauh berbeda dengan Pantai Padang-padang yang banyak bebatuan di bibir pantainya. Bila sepi. maka Dj. dengan tenang bisa berenang, tapi bila mulai banyak kano yang bertebaran, maka Dj. keluar dari air dan menyelamatkan diri ..  Hahahahahaha….!!!

bali2-14

Bila sepi, maka Susi pun mau berenang, karena dia akan sangat panik bila banyak orang di sekelilingnya, walau dia bisa berenang dengan baik.

bali2-15

Bahkan dia yang ngajari Dj. agar bisa tiduran di air (ngapung)….Menikmati tidur di air, hanya setiap 3-5 menit harus lihat, jangan sampai dibawa arus ke tengah laut…Dulu Dj. tidak percaya kalau Dj. bisa, dia selalu kasih lihat… Tapi coba beratus kali, selalu tenggelam…Hanya di air laut Dj. bisa, kalau di air tawar, pasti tenggelam…blub….bluub…bluuub….. !!! Hahahahahaha….!!!

bali2-16

Sangat disayangkan, pantai yang begitu indah, tapi banyak Kano yang berseliweran tanpa aturan. Semoga satu saat pantai Pandawa ini akan dikelola dengan lebih baik lagi, sementara ini masih banyak kekacauan. Dan di Pantai Pandawa, hanya ada Tourist lokal, dengan kata lain, masih banyak yang buang sampah sembarangan dan rame (bising). Bicara tidak bisa pelan, banyak yang teriak-teriak, apalagi yang foto bersama-sama…. Kacau…. Hahahahahaha…!!! Dan yang lucu, kalau hujan turun, maka pantai sepi, mereka semua lari menuju warung, atau payung tapi begitu hujan berhenti, mulai rame lagi, padahal air hujannya masih hangat….

Lain dengan Pantai Padang-padang yang 99% bule….Tidak rame dan tidak banyak orang bicara keras… Jadi sangat nyaman untuk istirahat, orang hanya berjemur dan baca buku. Kadang ke air untuk berenang dan kembali lagi untuk berjemur lagi…Di pantai Pandawa 5, Dj. yang senang kalau hujan, karena Dj. malah bisa berenang….. Hahahahahaha….!!!

Saat ingin tiduranan, kami sempat dikagetkan oleh datangnya gamelan Bali, ternyata ada arak-arakan barong yang dimainkan oleh anak-anak.

bali2-17 bali2-18 bali2-19 bali2-20

Taman yang antar kami dengan mobil cerita, bahwa mereka menjalankan ritual, pembersihan pantai….Ya… semoga benar-benar pantainya yang dijaga agar tetap indah, karena sangat disayangkan bila tidak dirawat. Yang pertama kami cari adalah kelapa muda (degan), karena di Mainz tidak ada dan di saat udara begitu panas, maka kami
pikir kelapa muda sangat cocok. Dan anda lihat, si penjual tidak hanya sekedar membuka kelapa tersebut, tapi membikin ada tutupnya, sangat kreativ.

bali2-21

Selain kelapa muda, Dj. lihat ada juga jagung yang dibakar..

bali2-22

Dan Susi pun menikmati jagung bakar…. Hhhhhmmmm….

bali2-23

Kadang kami juga pesan pisang goreng yang sangat enak….Setelah mainan air laut dan sedikit lapar, lalu makan pisang goreng….. Hhhhhmmmmm…..

bali2-24

Mau makan bakso…??? Juga ada di warung yang berdretan sepanjang pantai, tapi baksonya yang kami pesan, kurang enak.

bali2-25

Tidak terasa, Susipun tertidur dan saat dia bangun, setengah badannya, sudah sedikit terbakar… Padahal matahari tidak begitu terik dan sering hujan.

bali2-26

Okay, setelah puas di pantai Pandawa, sore hari kami kembali, tapi tidak pulang ke Hotel, melainkan ke Pantai Jimbaran. Di sana kami ingin mengulang kenangan tahun 2008 dimana kami pernah kena palak…. Hahahahahaha….!!! Tidak disangka, kami di Restaurant yang sama dengan Reataurant tahun 2008. Tapi kali ini Dj. sudah siap dan berhati-hati, agar tidak dipalak seperti tahun 2008.

bali2-27

Udara sangat cerah, namun apa yang kami lihat, pantai Jimbaran, mirip pantai Kuta, banyak sampah. Walau tidak separah pantai Kuta, tapi tidak mungkin bermain air di pantai.

bali2-28

Saat pelayan datang, maka Dj. hanya ingin melihat ikan atau kerang dan cumi yang akan kami pesan. Pelayan sudah sedikit aneh, tapi kami diantar juga ke tempat dimana ikan yang akan dibakar. Jadi kami memilih ikan yang kecil saja, yang Dj. perkirakan 500 gram, tidak disangka, dia bilang 1 Kg. Yang aneh lagi, saat Dj. menunjuk satu ikan yang lebih kecil, Dj. minta tolong ditimbang, juga 1 Kg. hahahahaha….!!! Walau Dj. yakin pasti tidak ada 1 Kg. karena Dj. hampir seminggu sekali makan ikan. Tapi tidak apa-apa, dengan demikian, Dj. pun tidak memesan Lobster, walau ditawari…..Alhasil, pelayanan kurang menyenangkan, bahkan pemain musik pun tidak berhenti di depan kami, seperti tahun 2008.

bali2-29

Mungkin kami tidak kelihatan….. Hahahahahahahahaha…..!!! Kali ini, hanya ini yang kami pesan dan bahkan kerangnya, hanya kami cicipi 1 saja, juga calamaris (cuminya) terasa anyep dan keras…Akhirnya dibungkus dan dibawa teman kami dan masih Dj. kasih tahu untuk memesan sesuatu untuk keluarga di rumah ….Karena saat itu dia hanya memesan nasi goreng, tapi siapa tahu, mungkin nasi gorengnya lebih enak…. Hahahahahaha…!!!

bali2-30

Jujur, ini kerang hanya rasa saus tomat yang terbakar, sedikit pahit. Dan anda bisa lihat perbedaan dengan kerang di tahun 2008 yang lebih kelihatan kerangnya.

bali2-31 bali2-32 bali2-33

Dan ini ikan yang ditimbang 1 Kg.

bali2-34

Dj. hanya bisa menyarankan kepada anda semua yang ingin makan di Jimbaran Bali. Kalau tidak terlalu ingin melihat pantainya, maka lebih baik makan ditempat lain yang lebih murah dan bisa jadi lebih enak. Tapi bila anda kebanyakan uang, ya silahkan…. Kan uang juga uang anda sendiri, bukan…??? Kami makan di sana hanya karena ingin bernostalgia saja dan lain kali, jelas kami akan makan di tempat lain.

Walau kali ini kami tidak kena palak, tapi tetap lebih mahal, karena orang harus bayar view nya…. hahahahahaha…. Rasa makanannya hanya rasa terbakar dan semua sama…… sorry…!!! Banyak makanan di Bali yang jauh lebih enak…Dan untuk mulut kami, makanan di Chinese Restaurant, jauh lebih enak…. Lebih nendang….Atau anda ke “Bali Collection” dimana kami pernah bersama mbak Kornelya, makan malam di sana, di sana banyak Restaurant yang bisa anda pilih. Restaurantnya kelihatan lebih mewah dan harganya juga bersahabat, bahkan anda bisa dijemput dan diantar pulang ke Hotel lagi.

Maaf ini hanya sebagai perbandingan saja, dimana kami makan berdua di Bali Collection di tahun 2012. Ada Lobster, sate cumi, 2 ikan bakar dan beberapa sate udang, tidak sampai Rp. 600,- rb.

bali2-35

Okay….

Malam, kami hanya istirahat di hotel, sedikit mendengarkan musik di Cafe. Maaf kalau kami tidak memajang semua foto, kami yakin sudah terlalu banyak. Tanggal 31 kami kembali santai dengan jalan-jalan di pantai Kuta, walau kotor, tapi kami tidak mendekat ke air. Siangnya, kami makan di KFC, karena Susi sedikit mengalami gangguan perut (diare) dan dia hanya ingin minum cola saja.

Mengapa Dj. ceritakan makan di KFC…. ??? Nah ya, karena di sini ada cerita yang yang sedikit lucu dan tidak lucu. Anda pasti paham, bila di KFC banyak pembeli, maka orang harus antri, itu jelas…Dari belakang ada seorang ibu orang India yang sedikit kurang sabar, tapi apa boleh buat, semua harus antri, sedang Susi menunggu di meja yang sudah kami dapat saat masuk. Karena KFC di Kuta, tempat untuk pesan makanan tidak begitu besar, bahkan bisa dibilang cukup sempit.

Di depan Dj. seorang wanita dengan rambut cukup panjang dan temannya yang sudah dapat meja, memanggilnya, mungkin ingin kasih tahu tempat dia duduk. Tapiiiii…… si wanita ini menggoyangkan kepalanya begitu cepatnya, entah bagaimana sehingga rambutnya menampar wajah Dj. yang antri di belakangnya. Dia melihat kejadian tersebut malah tertawa cekikikan….Dj. bertanya… lucu ya…??? Eeeee… dia malah yang galak, dia berkata, bapak kalau antri jauhan, jangan dekat-dekat…..

Tapi ibu-ibu orang India yang di belakang Dj. dia yang marahi dan adu mulut dengan itu wanita….Dj. hanya bilang, lain kali kalau keluar hotel, cuci rambut dulu kek…. Jadi rambutnya wangi dan tidak bau minyak goreng….Si ibu India ikutan tertawa….. Hahahahahahaha….!!!

Malam kami kembali makan di Chinese Restaurant dan kemudian duduk-duduk di Starbucks Cafe yang tidak jauh dari itu Restaurant. Kebetulan ada satu keluarga dari Surabaya yang satu meja dengan kami, maklum Starbucks cafe cukup penuh pengunjung saat itu. Jam 23:50 kami ingin jalan keluar, melihat bunga api.

Tapiiii… sungguh luar biasa, saat kami keluar, mendadak hujan deras… Untung Dj. tidak bawa kamera yang besar. Jadi kami seperti kanak-kanak, kami jalan-jalan dan hujan-hujanan, sungguh menyenangkan. Tapi bukan hanya kami berdua saja, karena banyak orang yang juga jalan kaki di saat hujan deras….Jalanan penuh sesak dengan yang namanya spedamotor dan manusia, macet cet… jalan kakipun cukup sulit.

Belum pernah kami alami yang demikian, di jalan tidak ada mobil sama sekali, tapi untuk melangkah sunggguh sangat sulit. Seperti kalau sedang antri, jadi setapak demi setapak maju ke depan….. Padahal mau jalan di trotoar atau di tengah jalan, sama saja….Tapi semua orang yang ada di jalanan, semua happy walau kami tidak bisa menikmati pemandangan kembang api. Satu pengalaman yang seumur hidup belum pernah kami alamai, hanya sayang kami tidak bisa mengambil foto, karena hujan.

Okay, entah berapa lama kami antri di jalanan dan kapan kami sampai hotel, mandi dan langsung istirahat….

Keesokan harinya, setelah sarapan kami langsung check out dan segera menuju ke airport untuk melanjutkan penerbangan ke Surabaya. Yang lebih aneh, dari hotel sampai ke airport, taxinya menggunakan Argometer dan cepat sampai, biayanya tidak sampai Ro. 100,- ribu. Tapi Dj. kasih lebih, sopirnya malah bengong dan dia carikan Troli untuk koffer kami. Benar, hari itu tanggal 1 Januari, 2015 kami melanjutkan penerbangan kami dengan Garuda ke Surabaya…

bali2-36 bali2-37

 

Okay….

Dan cerita di Surabaya, akan Dj. ceritakan di oret-oretan yang akan datang….Terimakasih kepada anda semua dan juga pengasuh Baltyra, semoga anda, pengasuh Baltyra dan kita semuanya, selalu sehat.

Dan semoga Kasih dan Berkat TUHAN, selalu menaungi kita semuanya.

Mohon maaf bila banyak kata-kata yang kurang berkenan dan sampai jumpa di hari selasa minggu depan.

Salam manis dari Mainz.
Dj. 813

bali2-38

 

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *