[Mangole] Kebersamaan

Imam Dairoby

 

Aku menyadari bahwa segala yang terjadi pada diriku adalah sudah merupakan garis tangan dari sang Ilahi. Begitu juga dengan teguran keras yang dilontarkan oleh Hendra, membuat aku intospeksi pada diriku sendiri. Dan aku tahu Hendra pun bukan seperti orang yang ingin melukai orang lain dengan kata-katanya. Karena keesokan harinya dia menemuiku di ruangan ku dan meminta maaf apa yang telah dilakukannya padaku. Aku hanya tersenyum dan berkata bahwa aku juga merasa bahwa selama ini keegoisan dan kearogananku sangat tinggi. Aku pun meminta maaf padanya dan berterima kasih karena dengan kejadian itu aku bisa introspeksi diriku.

Tak ada yang perlu dipermasalahkan lagi tapi kejadian itu membuatku semakin berhati-hati untuk tidak menyinggung atau mempersulit orang lain. Proses uji cobaku berlangsung terus dengan dukungan sepenuhnya dari Mr. Chen. Tak terasa waktu yang diberikan olehnya sudah terlewatkan. Aku hampir menyerah dan sepertinya aku tak sanggup lagi untuk memenuhi apa yang menjadi harapannya.

“Mister, sepertinya aku tak sanggup untuk membuat produk seperti itu,” kataku suatu saat di ruangan Mr. Chen

“Kenapa Imam you bicara seperti itu? Waktu memang sudah habis tetapi masih bisa ditambah lagi, jangan menyerah, saya lihat you tidak memiliki semangat lagi,”

“Sepertinya apa yang aku lakukan selama ini belum mendapatkan hasil yang maksimal, dan aku sudah tidak tahu lagi harus memulai dari mana,”

“Ok, you tenang kan you punya pikiran dulu, aku kasih waktu sebulan you tenang kan pikiran. Tidak ada lagi uji coba. Nanti aku pikir juga ya,”

“Baiklah mister, waktu sebulan ini aku akan coba untuk melihat data dari pengujian awal, dimana sebenarnya yang salah dan harus di mana yang diperbaiki,”

“Ya, good Job,”

Seminggu tanpa uji coba, membuat pikiranku menjadi agak sedikit tidak terbebani. Ku coba menghimpun semua data yang ada saat aku melakukan uji coba selama lebih dari 6 bulan. Setiap hari pekerjaanku hanya itu. Data-data yang ada satu persatu ku teliti sehingga aku bisa melihat di mana masalah sebenarnya.

Beberapa buku yang ku dapat dari pelatihan ku baca dan mencari teori mana yang bisa ku pakai untuk membuat produk tersebut. Sesekali mengamati pada sistem produksi kami serta bahan yang selama ini digunakan.

Ku coba menganalisa dan beberapa kali ku buat percobaan tanpa sepengetahuan Mr. Chen. Aku mulai melihat titik terang di mana masalahnya. Semuanya ku catat dalam sebuah jurnalku dan dengan perlahan aku mendapatkan sebuah penyelesaian yang bisa mendapatkan produk yang diinginkan.

Belum genap sebulan dari masa istirahat untuk uji cobaku, aku membawa buku jurnalku dengan keyakinan yang penuh bahwa apa yang aku tulis bisa menghasilkan sesuai dengan permintaan dari Mr. Chen. Dengan penuh semangat ku berikan penjelasan bahwa ada beberapa spesifikasi bahan baku harus diubah dan ada beberapa pengaturan mesin yang harus diperbaiki.

Aku diberi kesempatan untuk memberikan presentasi saat meeting pada awal bulan dan Mr. Chen meminta agar semua yang terkait mendukung rencana yang ku presentasikan. Kesepakatan telah dibuat dan pelaksanaan pengujian telah ditetapkan.

Aku bersama tim ku melakukan persiapan untuk melaksanakan pengujian. Bagian lain seperti mekanik, elektrik dan produksi pun membuat perubahan dalam pengaturan beberapa mesin sesuai dengan permintaan ku. Agak melelahkan memang, tapi aku meminta mereka tetap semangat. Keyakinanku juga yang membuat aku bersemangat dalam melaksanakannya. Aku yakin sebab semuanya telah sesuai dengan teori yang ada, dan hanya menunggu dalam pelaksanaan di dalam proses produksi.

Tiba saatnya kami melaksanakan pengujian di lapangan, aku sangat tegang hingga beberapa kali aku melakukan sedikit kesalahan dalam melakukan penghitungan untuk beberapa bahan kimia yang harus dipakai. Aku beruntung memiliki tim yang saling mengingatkan sehingga kesalahanku kadang diingatkan oleh anggota tim yang lain.

togetherness

Sekitar 6 jam kami melakukan uji lapangan dan setiap pengaturan mesin, formula bahan baku serta waktu kami catat dengan seksama, tak ada yang terlewatkan. Dan hasil secara fisik produk tersebut sangat bagus, aku mulai tenang dan teman-teman yang lain pun bisa tersenyum berbeda dengan dulu jika aku melakukan uji lapangan wajah mereka tak ada satu pun yang senyum sebab hasil secara fisik produknya telah diketahui hasilnya pasti tidak sesuai yang diharapkan.

Giliran pengujian Laboratorium, dari hasil lainnya semuanya bagus tinggal menunggu hasil pengujian Emisi Formaldehyde yang hasilnya baru diketahui keesokan harinya.

Dengan hati yang berdebar, aku meminta tim ku untuk memastikan dengan beberapa kali contoh uji agar tidak terjadi kesalahan. Sesuatu yang tidak diduga terjadi dan ini membuat diriku sangat gembira. Hasil Emisi yang ada adalah 3.5 ppm dan itu membuat aku melonjak gembira. Jerih payah ku berhasil.

Aku segera membuat laporan dan menyertakan data-data saat pengujian berlangsung. Semua ku masukkan dalam laporan ku yang nantinya bisa dijadikan sebagai salah satu prosedur operasional standar yang akan di pakai dalam membuat produk tersebut.

Genap setahun akhirnya kami berani untuk menerima permintaan dari pelanggan untuk produk kami yang terbaru. Produk untuk ekspor pertama, kami membuatnya dengan sangat hati-hati. Dan tidak memberi toleransi yang sangat besar pada standar yang ada. Bisa ditebak hasilnya kami mendapat permintaan kembali. Aku merasa sangat puas karena telah bisa memberi yang terbaik bagi perusahaan kami. Dan itu semua dilakukan dengan kebersaaman tanpa ada yang merasa diabaikan.

Sesuatu menjadi kuat bila semua faktor disatukan tanpa membeda-bedakan. Semuanya melakukan sesuai dengan fungsi dan tugasnya masing-masing.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.