Rodenstock

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

 

HAMPIR tiap malam Ibu Toeti Adhitama datang ke rumah saya membacakan berita TVRI. Namanya ‘Dunia Dalam Berita’ (DDB) tiap pk 21.00 WIB dan ditunggu-tunggu 180 juta warga Indonesia yang hanya punya satu-satunya sumber informasi apa saja. Kalau tak salah DDB mulai 1975 menggantikan Warta Berita. Bedanya DDB dibacakan dua penyiar dan Toeti Adhitama selalu menjadi anchor. Waktu kecil suka lihat wajah beliau di brosur VOA Bahasa Indonesia dengan rahangnya yang khas berbentuk kotak dengan nama Prahastoeti bersama penyiar lain, antara lain Wahju Adhitama yang juga suami beliau juga tokoh peradioaan dan wartawan Indonesia.

Tahun-tahun pertama Toeti Adhitama membaca berita ada keanehan yang mengganggu. Lampu-lampu studio yang ribuan Watt, memantul di kacamata beliau sehingga matanya tertutup bayangan lampu. Entah ada anggaran TVRI atau Ibu Toeti Adhitama beli sendiri, kacamatanya diganti dengan Rodenstock dari Jerman (?). Kacamata muahalll karena tidak memantulkan benda sehingga langsung terlihat bola mata.

toeti adhitama

Waktu baru masuk FISIP UI Rawamangun, sempat diajar oleh putri Ibu Toeti Adhitama, yang juga asisten dosen mata kuliah Ilmu Komunikasi, bila dosen utama yaitu Pak Alwi Dahlan (Menteri Penerangan terakhir era Soeharto) berhalangan.

Dulu Ibu Toeti Adhitama membaca berita duka atau kematian tokoh penting. Sekarang beliau menjadi objek berita. Berita kepergiannya….

Selamat jalan Ibu Toeti Adhitama… Terima kasih…

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.