Teman

Tri Yudani

 

Apakah teman itu? Teman adalah orang yang bersama kita (bicara, jalan, bermain dsb? Itu menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Menurutku teman adalah orang yang kenal aku. Kalau lebih dari teman aku sebut sahabat. Sahabat  adalah orang yang akrab dengan kita. Kita bisa sharing, bisa berkeluh kesah dan cerita segalanya.

Sahabat kedudukannya sangat istimewa di hatiku. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana sedihku jika aku tidak mempunya sahabat di dunia ini.

Beberapa tahun yang lalu, ketika aku masih bekerja di suatu LBB…

“Ayo Mam Tri bikin FB biar banyak teman dan biar ketemu sama teman-teman lama,” Kata salah satu pengajar di situ.

“Oya? ” Jawabku ndesit. Aku memang ndesit saat itu karena terlambat mengetahui apa itu FB.

” Bukan itu saja Mam, bahkan bisa ketemu ex pacar lo. . ” kata temanku terus mendesak-desak aku supaya bikin FB

“Waa. . . . . hahaha. . la yo kuwi sing menarik ‘ Jawabku sambil bercanda.

Begitulah akhirnya aku bikin FB.

Wao. . . . . indah sekali, aku akhirnya bisa punya teman banyak. Dari berbagai kalangan, mulai dari yang biasa-biasa saja sampai yang luar biasa (dari yang miskin sampai yang kuuuaya, dari orang awam sampai bintang film yang tiap hari nongol di tv). Dengan berbagai latar belakang yang berbeda-beda. Lengkap…ada guru, dosen, murid, pengusaha, dokter, fotografer, mahasiswa, penulis, wah pokoknya lengkap.

Aku dalam berteman berusaha jujur, aku selalu berkata apa adanya. Selalu kujelaskan aku adalah ibu rumah tangga, punya suami dan punya anak dua. Tapi namanya FB selalu saja ada orang yang kurang ajar yang mengajak lebih dari teman.Biasanya mereka berseragam militer, bule dan kelihatan keren.Bahasanya hampir sama, mengaku duda, istrinya kecelakaan, anak cuma satu, dan kesepian. Dan satu lagi mengaku kaya raya…hahaha. . . . . . . . .

Nah yang seperti ini biasanya datangmya cuma di inbox. Kalau berani add, tidak pernah aku confrim. kalau terlanjur confirm tidak lama pasti aku delete. Beberapa saat setelah aku mengenal FB, aku dimasukkan group Baltyra oleh mbak Dewi Murni. Sebelumnya aku gak pernah tahu apakah itu Baltyra.Seiring waktu akhirnya aku mengerti, ooo. . . . Baltyra adalah media online.

Aku bertambah senang, hari-hariku semakin semarak. Baltyra gudangnya orang pintar. Orang-orang kreatif dan inspiratif.

Banyak teman yang aku kagumi di Baltyra ini. Kalau boleh aku menyebut, aku kagum pada Mbak Dewi Murni, dia sangat ramah dan baik hati. Mbak Dian Nugraheni yang penuh semangat, mas JC yang terkenal pintar masak (karena memang chef hehe), pak Djoko Paisan yang dermawan, mas Anung yang lucu, pak Handoko Widagdo yang pintar, mas Joko Prayitno yang sejarawan, mbak Tia yang dosen sejarah, bu Probo yang guru tari, MBak Wesiati yang pintar mengajar, juga mas Enief yang kreatif, juga pak Iwan Kamah yang hebat dan Stefano Romano yang fotografer.

Sungguh saya selalu salut pada anda semua. Saya selalu berusaha komen atau paling tidak memberi jempol atau LIKE pada status anda semua. Itu bentuk penghormatan saya.

Di luar Baltyra apa ada teman yang saya kagumi? Jawabnya banyak. Banyak, berati lebih dari satu.

Aku kagum pada mbak Farida, mbak Erna Sri Sugesti, Yang Uti, Mbak Yuci, mbak Soka, mbak Anik, dan masih banyak lagi yang tidak bisa kusebut semua. Di antara teman-teman itu ada yang lalu menjadi sahabat. Sungguh sahabat adalah orang yang sangat dekat di hatiku. Kedudukannya sangat istimewa. Mereka bisa membuatku selalu tertawa.

Tidak kita pungkiri bahwa hidup kadang pahit. Bahwa hidup kadang menangis. Dengan adanya sahabat aku bisa melewati itu semua dengan indah. Betapa menyenangkan hidup ini begitu membuka hp, ada inbox masuk, “Selamat pagi. . . . . . apa kabar. . . . ?? Semoga sehat yaa. . . . . ? Atau. . “Hi. . . . have a nice day Tri. . . . “. atau. . ” Mbak Yuuuu. . . . . . . piye kabaree. . . . . . “

Kelihatan sepele tapi itu membawa dampak luar biasa. Hati kita jadi gembira. Dampaknya sepanjang hari kita tertawa.  Apa sahabatku pernah mengkritik aku? Apa aku selalu rukun dengan sahabatku? Tentu tidak, namanya juga manusia pasti punya kekurangan, begitu juga aku yang serba tidak sempurna.

Aku sering dikritik pedas, dikecam, diolok-olok. Tidak apa-apa. Aku terima semua, mungkin memang aku salah dan terlalu bodoh. Asal mengkritiknya jangan masuk ke agama atau ke hal yang lebih privacy. Misalkan, “Eh ngapain kamu upload foto-foto koyo sok cantik aja.”

“Eh statusmu jian nggilani.”

“Yuu. . . . fotomu uuelek. . . . “

Begitulah antara lain inbox sahabatku. Apa aku marah? Aku sama sekali tidak marah, aku justru berterima kasih, Semoga ke depan aku lebih mawas diri. Aku pernah mengalami saat menyedihkan dalam hidupku. Saat muridku Fefe sakit. Aku sangat sedih memikirkan Fefe. Hampir tiap saat aku menangis memikirkan Fefe yang tidak kunjung sembuh. Itulah saat aku menyadari betapa berartinya sahabat bagiku. Merekalah orang yang selalu menghiburku. Memberi dukungan sehingga aku kuat menjalani saat -saat sedih itu.

Tak terhingga rasa terimakasihku padamu kawan, segala bantuanmu baik berupa materi ke orang tua Fefe atau berupa spirit ke aku. Sekali lagi terimakasih yaaa. . . .

Aku juga pernah sedih ketika salah paham dengan sahabatku. Coba lihat isi chattingku,

“Mbak, apa kabar. . ?”

“Eh Tri. . , baik -baik saja. . “

“Mbak, kemaren saya inbox kok gak dibales kenapa. . ?”

‘Tri, dengar ya gak seharian aku di depan komputer mentelengi inboxmu, pekerjaanku banyak tahu. . . dsb. . . . dsb.”

Duh sedihnyaaa. . . . aku menangis dijawab begitu.

Begitulah suka duka persahabatanku. Kadang aku tertawa bahagia tapi kadang juga tersinggung dengan ucapannya. Aku cuma berharap bersahabat itu selamanya. Karena tiada yang lebih indah dibanding persahabatan.

Oya, akhir -akhir ini aku punya teman baru, dia bilang dari Singapura. Seorang wanita, memakai jilbab. Dia sering update status-status yang relijius. Aku senang membacanya. Menambah ilmu agamaku yang cekak. Melalui noteku ini aku ucapkan terimakasihku padamu kawan.

Semoga kebaikan anda dibalas Allah SWT. Amin.

Baiklah, ini tadi curhatku tentang persahabatan. Semoga tidak ada yang tersinggung dan marah.

Semoga masih mau berteman dan bersahabat dengan aku.

Sekali lagi, tidak ada yang lebih indah dari persahabatan, ya nggak. . . ???

 

Sidoarjo, 24 Pebruari 2015

“Salam persahabatan”

 

 

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.