Gong di Besalen

Anoew

 

Tentang sejarah gong, kempul dan bonang dan bagaimana mereka dibuat, membuat rasa penasaran meningkat hingga membawa langkah saya terarah ke salah satu industri rumahan yang berlokasi di Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban, Kab. Sukoharjo Jawa Tengah. Di situ saya melihat dan mendengar, bagaimana proses awal hingga akhir bagaimana gong dibuat.

Berawal dari campuran tembaga dan timah yang dilebur, lalu dipanaskan dan ditempa dari dalam ruangan berukuran 6×7 dengan tinggi 7 meter yang disebut Besalen, gong ini dibuat. Proses awal setelah penempaan yang dilakukan oleh tukang palu adalah “memasak” gong tersebut di tempat pembakaran yang disebut prapen. Besalen ini berisikan Pandhe Gong yang terdiri dari Tukang Lamus, Tukang Alap, Tukang Palu dan Tukang Gilap. Mereka bekerja teratur di bawah pengawasan Pandji (pemimpin regu) yang memandu dan memastikan hasil akhir sesuai dengan yang diharapkan.

Di sini kerja sama tim sangat diperlukan, mengingat sesaat setelah gong diangkat, harus segera ditempa lagi. Lalu dimasukkan lagi, diangkat lagi, dimasukkan lagi, angkat lagi, begitu seterusnya hingga tercapai bentuk sekaligus nada yang diinginkan. Langkah selanjutnya adalah  menghaluskan permukaan gong sampai ketebalan tertentu, karena tebal / tipisnya sebuah gong akan mempengaruhi bunyi nada yang dihasilkan.

6

Dan, ketika gong selesai dibuat dan diperdengarkan, keaslian nada yang mengalun dari pukulan gong itu seakan membawa angan ke masa silam, saat di tahun 1930 ia dibawa masuk sebagai alat tukar dari Vietnam…

 

Salam Nusantara…

 

 

About Anoew

Sedari kemunculannya pertama kali beberapa tahun yang lalu, terlihat spesialisasinya memang yang "nganoew" dan "saroe". Namun tidak semata yang "nganoew-nganoew" saja, artikel-artikelnya mewarnai perjalanan BALTYRA selama 6 tahun ini dengan beragam corak. Mulai dari pekerjaanya yang blusukan ke hutan (menurutnya mencari beras) hingga tentang cerita kehidupan sehari-hari. Postingannya di Group Baltyra dan komentar-komentarnya baik di Group ataupun di Baltyra, punya ciri khas yang menggelitik, terkadang keras jika sudah menyenggol kebhinekaan dan ke-Indonesia-annya.

My Facebook Arsip Artikel Website

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *