Mudik 2014 – 2015 (6): Surabaya (1)

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

SALAM JUMPA DI HARI SELASA NAN INDAH . . .

Hallo anda semua yang berbahagia…..Setelah istirahat 3 hari di Bali, maka kami meneruskan penerbangan ke Surabaya, yang mana penerbangan tidak ada 1 jam. Bahkan jamnya berjalan mundur….

mudik6-surabaya01

Puji TUHAN . . . ! ! ! Kamipun mendarat di Surabaya dengan selamat dan harus sabar menunggu bagasi yang belum keluar.

mudik6-surabaya02

Sampai Bandara Juanda, kami sudah dijemput oleh adik dan dibawa ke rumah kakak. Dimana Dj. sudah pesan untuk makan siang opor, sambal goreng ati dan lontong, jelas dengan krupuk Palembangnya. Maaf tidak Dj. pamerkan, takut pada ngiler…. Hahahahahahahaha……!!! Saat kami sedang makan, ditelpon kakak yang satunya lagi, sudah sampai mana, ini ditunggu makan siang dengan pecel lele kesukaanmu…Gubraaaak….!!!

Takut mengecewakan, keponakan Dj. harus berbohong, kena macet….. Hahahahahahaha….!!! Untung bukan Dj. yang bohong tapi keponakan, jadi selesai makan sedikit, kami langsung cao…..!!! Sampai rumah kakak yang satu ini Dj. harus ngaku, karena di rumah kakak yang satu sudah disediakan opor dan sambal goreng ati….

Okay, akhirnya kami menikmati pecel lele juga, sampai perut rasanya keras sekali…. Hahahahahahaha…..Ngobrol kiri kanan, maka sore kami langsung ke hotel untuk istirahat….Hampir sama, dengan saat di Kuala Lumpur, sampai di Hotel, dibilang kamarnya belum siap. Dj. masih sedikit sabar dan menunggu 30 menit, belum juga ada kamar, maka Dj. sedikit kesel juga dan mereka malah cengengesan. Cukuplah sudah kesabaran Dj. dan minta bicara dengan Front Office Managernya, lalu keluarlah dia dan Dj. langsung dengan wajah serius (sok serius) bertanya, apakah ini selalu demikian, sudah jam 16:00 kamar belum siap…???

Dia dengan rendah hati, mohon dimaafkan….Tapi langsung Dj. balas, tidak bisa demikian, kan jam 13 tamu sudah check out dan jam 14 seharusnya kamar sudah siap. Kami di Tokyo, terlambat 1 jam langsung di Upgrade ke Suite, ini hotel tidak ada rasa tanggung jawab. Akhirnya 10 menit kemudian datang seorang wanita yang menemui kami di Lobby. Bapak, kamarnya sudah siap dan kami beri Suite….. Silahkan ke desk, untuk tanda tangan….HALELUYA…!!!
Kami dapat kamar di tingkat 9 diujung, jadi dengan dua pemandangan, 1 menghadap ke kota, lumayan.

mudik6-surabaya03

Tapi yang satu ini sempat jadi lelucon, karena adik yang antar, becanda… kolam renangnya kok airnya warna coklat….Hahahahahahahaha…..!!! Ternyata, satu sisi menghadap ke belakan dan kelihatan ada kali, tidak jadi masalah, pikir kami…

mudik6-surabaya04

Ternyata sampai jam 2 pagi masih terdengar suara musik dari Diskotik, entah dimana itu, saat kami tanya ke Reception, ternyata dugaan kami benar, di seberang kali ada discothek…. Wadooooh, terpaksa esok harinya beli penyumbat kuping… Hahahaha…!!!

Malam itu kami dapat kunjungan mba Tri sekeluarga yang datang ke rumah kakak dan kami makan malam bersama. Saking asyiknya makan dan ngobrol, Dj. hanya ambil video saja, lupa ambil foto. Tapi tidak jadi soal, karena esok harinya kami diundang makan juga di rumah mbak Tri di Sidoarjo.

Esok harinya, setelah sarapan dengan soto madura (katanya, mana Dj. tahu…??) dan banyak lagi makanan untuk sarapan di itu hotel.

mudik6-surabaya05

Kemudian bubur ayam… Hahahaha….

mudik6-surabaya06

Di Hotel ini, walau awalnya sedikit mengecewakan, karena soal kamar, tapi 4 malam kami tinggal di sana, cukup puas. Apalagi setiap pagi, sotonya selalu lain, kadang soto Madura, Soto betawi, coto Mangkasarak dan pelayannya juga sangat ramah.

Di Surabaya, hari itu rencana ingin mengunjungi anak-anak panti yang cacat ganda (yang pernah ditulis mas Enief), gagal, karena dari saudara Dj., tidak ada yang tahu, sedang ingin menhubungi mas Enief, tidak punya nomor teleponnya. Tapi kami janji datang kerumah mbak Tri di Sidoarjo, kebetulan mbak Wiwit juga ada di Sidoarjo. Maka siang hari, kami menuju ke rumah mbak Tri, setelah sedikit mendapat informasi, begaimana menuju ke rumahnya.

Kami dari Surabaya, lewat jalan Tol dan di sini, kami selalu dibikin tertawa, karena tingkah pengemudi yang sembarangan. Anda lihat mobil warna Cream yang lewat jalur yang seharusnya hanya untuk jalur darurat dan mobil kecil merah, kelihatan seolah okay…Mobil merah masih bagus, karena dia laju di jalurnya….

mudik6-surabaya07

Tapi tidak lama kemudian, mobil merahpun mengikuti, tingkah mobil yang tadi… Hahahahahaha….!!!

mudik6-surabaya08

Nah ya…. di Indonesia, mungkin masih boleh….

Setelah sampai di Sidoarjo, masih bingung juga, namun tidak lama, Karena selalu dipandu lewat telpon…

mudik6-surabaya09

Masih belum cukup, malah putra mbak Tri yang laki, memandu kami dengan sepedamotor dan akhirnya kami sampai di rumah mbak Tri. Tapi sebelum sampai, Susi sempat dikagetkan dengan buah yang belum pernah dia lihat…Ternyata ada buah Blimbing wuluh…. Hahahahahaha…..!!! Dia masih tanya, apa bisa dimakan….??? Dj. jawab itu asam sekali, hanya untuk masak.

mudik6-surabaya10

Di rumah mbak Tri, ternyata kami sudah ditunggu mbak Tri sekeluarga, kaka mbak Tri sekeluarga dan juga mbak Wiwit. Setelah berkenalan dengan kakak mbak Tri sekeluarga dan juga mbak Wiwit yang cantik, (karena baru pertama ketemu, walau kenal di Baltyra). Kamipun langsung diminta untuk makan siang, dimana kakak mbak Tri sudah membakar ikan dan dimeja begitu banyak makanan.

Mbak Tri, nyonya rumah yang ramah.

mudik6-surabaya11

Suami mbak Tri yang sibuk dengan cameranya.

mudik6-surabaya12

Mbak Wiwit yang suka humor dan sangat ramah…

mudik6-surabaya13

Kakak mbak Tri yang sangat ramah

mudik6-surabaya14

Nah ya, sambil makan bersama, kami ngobrol kiri kanan…Foto di bawah ini masih bisa dilihat, keponakan mbak Tri dan dua jagoannya mbak Tri. Dan yang berdiri adalah adik Dj. yang mengantar kami ke rumah mbak Tri.

mudik6-surabaya15

Satu perjumpaan dalam suasana persahabatan yang sungguh menyenangkan. Karena keramah-tamahan tuan rumah dan juga keramahan mbak Wiwit yang selalu tertawa, juga keluarga kakak mbak Tri.

mudik6-surabaya16 mudik6-surabaya17

Setelah kenyang dan banyak ngobrol kiri-kanan, maka mbak Wiwit pamit untuk segera pulang lebih dulu…dan kami juga tidak lama kemudian mohon diri. Kami masih mendapat bingkisan yang berupa 1 kardus, dengan isi krupuk dan macam-macam, khas Sidoarjo. Foto di depan rumah mbak Tri, saat akan berpisah.

mudik6-surabaya18

Dalam perjalanan pulang, kami masih melihat pemandangan yang sama….Hal ini banyak menarik perhatian kami, karena kami rasa lucu, banyak pengendara mobil yang kurang sabar.

mudik6-surabaya19

Okay…..Sementara itu dulu cerita tentang saat kami di Surabaya dan agar tidak terlalu panjang, maka Dj. bagi dua, cerita di Surabayanya. Minggu depan Dj. akan cerita, dimana kami jalan-jalan ke pantai Kenjeran, kenangan dulu saat masih kanak-kanak diajak kakak ke sana. Jelas Kenjeran dulu dan sekarang sudah sangat lain. Sekarang semakin berjubel dengan banyaknya manusia, dulu masih bisa santai melihat pantai….

Terimakasih kepada anda semua yang sudah membaca oret-oretan di atas dan sampai bertemu minggu depan. Mohon maaf bila banyak kata-kata yang tidak berkenan. Terimakasih kepada pengasuh Baltyra selalu sehat dan Baltyra semakin berkembang…

Semoga Berkat dan Kasih TUHAN, selalu menaungi kehidupan kita semuanya…..

Salam Sejahtera dari Mainz.
Dj. 813

mudik6-surabaya20

 

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *