REPUBLIK INDONESIA 70 TAHUN (4): Kasultanan Ngajogjakarta Hadiningrat, negeri pertama mengakui Indonesia

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

 

KETIKA Republik Indonesia merdeka 17 Agustus 1945, tak ada yang mau mengakui selama 2 tahun. Bagai ‘negara haram’. Baru 1947, Mesir bersama Liga Arab, menyusul Vatikan mengakui eksistensi secara Indonesia ‘de jure’. Liga Arab mengirim utusan Abdel Moneim ke Jogjakarta Maret 1947 untuk memberi pengakuan Liga Arab secara enblock kepada RI. Vatikan menempatkan Mgr, George de Jonghe d’Ardoye di Jakarta pada medio 1947. Sebuah pengakuan resmi eksistensi dari Vatikan. Tapi jauh sebelum itu, ada negeri pertama yang mengakui RI. Tak hanya itu, negeri kesultanan itu bergabung menjadi bagian tak terpisahkan dari RI. Lebih dari itu, melindungi RI yang masih muda sekaligus sebagai ibu Republik Indonesia. Pada 2010 seorang presiden RI mencoba mengingkari hal itu dan menjadi dosa sejarah tak termaafkan.

BALTYRA 70 (4)

 

 

One Response to "REPUBLIK INDONESIA 70 TAHUN (4): Kasultanan Ngajogjakarta Hadiningrat, negeri pertama mengakui Indonesia"

  1. Bagus  3 August, 2017 at 15:08

    Koreksi, Yang mengakui INDONESIA pertama kali bukan Kasultanan Yogyakarta dan Pura Pakualaman Yogyakarta, tetapi yang mengakui INDONESIA dan bergabung di dalamnya adalah Kasunanan Surakarta dan Pura Mangkunegaran SOLO yang terjadi pada tanggal 01 September 1945

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.