Blusukanku (2)

Ariffani

 

Artikel sebelumnya:

Blusukanku (1)

 

Saat itu sekitar pukul 7 pagi dan para penjual mulai menata barang dagangannya, sepanjang ruko aku juga melihat banyak sekali pernak-pernik untuk Imlek. Warna-warni merah mulai terlihat memenuhi jalan di sana.

penjual jamblangnya kece kan??

penjual jamblangnya kece kan??

blusukan2 (2) blusukan2 (3)

Masuk di gang Petak 9, aseli aku terkagum-kagum. Suka banget melihat suasana yang kental dengan hiasan merah, kemudian isi pasar, yang kalau aku lupa ingatan sudah pasti aku akan borong semua itu orang punya jualan. Norak? Biar aja, karena menemukan sayuran yang bermacam-macam agak susah di daerah kosan aku, kalau toh ada, membelinya harus di supermarket mall.

Kepala ikan raksasa

Kepala ikan raksasa

Kodok!

Kodok!

sayurannya menggoda dompet

<emsayurannya menggoda dompet

blusukan2 (7)

Udang besar

Udang besar

blusukan3 (2)

Selanjutnya kami mampir ke kelenteng yang ada di sana. Kami juga sempat masuk ke salah satu kelenteng, dan meminta keterangan dari penjaganya. MAAF ya OM!!! Kami lupa namanya…

Pose dulu di salah satu pintu masuk

Pose dulu di salah satu pintu masuk

blusukan3 (4)

Si Om'nya serius banget

Si Om’nya serius banget

blusukan3 (6) blusukan3 (7)

Jujur saja, ini pertama kalinya aku masuk kelenteng, dan rasa penasaranku terbayarkan. Bahkan aku sempat mengikuti tata cara sembahyang mereka. Meminta (mungkin) ramalan atau petunjuk. Entahlah!! Lha berbeda dengan keyakinanku. Aku sendiri orangnya penuh dengan rasa penasaran dan ingin tahu. Makanya mumpung masuk ke kelenteng, kenapa tidak sekalian saja aku belajar tentang mereka. Bahkan Ms. Huang pun juga ikut-ikutan.

blusukan3 (8)

Butuh waktu 4 kali melempar kayu merah kuning tersebut bagiku

Butuh waktu 4 kali melempar kayu merah kuning tersebut bagiku

Hasil ramalanku

Hasil ramalanku

Ms. Huang sedang konsentrasi

Ms. Huang sedang konsentrasi

Ini punya Ms. Huang

Ini punya Ms. Huang

Pamer hasil ramalan

Pamer hasil ramalan

blusukan4 (3)

Sudut kuil

Sudut kuil

Pelita

Pelita

blusukan4 (6) blusukan4 (7) blusukan4 (8) blusukan4 (9)

Puas dengan rasa penasaran dan mengambil foto. Kami pindah ke kelenteng yang ada di sebelahnya, di kompleks ini ada 3 kuil. Salah satu kuil sedang diperbaiki, saat kami masuk kami tidak diperkenankan untuk memotret. Sayang sekali!!! Aku di ajak bu Tiwi untuk masuk dan memutari kuil. Tak lama, soalnya aku tidak kuat dengan asap dari benda-benda yang dibakar.

blusukan4 (10) blusukan4 (11) blusukan4 (12)

Salah satu kuil

Salah satu kuil

Saat itulah mamah Yuci menghubungi bu Tiwi, katanya beliau sudah sampai di Stasiun Kota dan akan menuju Halte Glodok, bu Tiwi sempat menyuruh mamah untuk menunggu di jembatan Ps. Glodok dan kami akan menyusulnya, tetapi saat kami menyusul mamah di jembatan, mamah tak nampak, aku mengira mungkin mamah menunggu di halte Glodok, aku pun jalan ke sana. Ehh.. lha dalah kok di sana juga tak nampak mamah. Aku mencoba menelpon mamah, tetapi sibuk. Kuputuskan untuk balik ke jembatan Ps.Glodok. Dis anapun cuma masih ada bu Tiwi dan Ms.Huang. Kami kembali ke Petak 9, mungkin mamah menunggu di sana, karena mamah sempat menelpon katanya jalan menuju kuil.

blusukan4 (14)

Beberapa menit kami menunggu pun tak terlihat. Bu Tiwi masih mencoba menghubungi mamah. Dan memutuskan kembali ke jembatan Ps.Glodok, dan tak lama nampaklah itu mamah Yuci. Jadi ini ceritanya mamah jalan sendiri menyusul kami. Padahal instruksi bu Tiwi jelas, menunggu di jembatan Glodok, dan akan kami jemput. Tetapi ya sudahlah toh kami menemukan mamah juga akhirnya

 

 

 

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *