Manokwari (2) – Mangga, Sepakbola dan Persekolahan

Handoko Widagdo – Solo

 

Artikel sebelumnya:

Manokwari (1) – Kota Manokwari dan Ransiki

 

Mangga Manokwari

Saya mengunjungi pasar Ransiki. Bangunan pasar berupa sebuah los panjang terbuka. Pedagang menggelar dagangannya di lantai los dalam empat baris. Pedagang yang berjualan di los adalah penduduk lokal. Para pembeli berjalan di antara gelaran dagangan. Dagangan yang digelar adalah beraneka buah dan sayur. Di luar los terdapat beberapa toko yang menjual barang kelontong. Ada juga warung bakso yang dikelola oleh orang Jawa. Sementara itu kios ikan terdapat di depan los. Penjual ikan adalah orang Bugis.

manokwari2 (1) manokwari2 (2) manokwari2 (3) manokwari2 (4) manokwari2 (5)

Di antara berbagai jenis buah yang dijajakan, mata saya tertarik kepada mangga yang sangat besar. Saya membeli dua jenis mangga yang ukurannya lebih besar dari segala mangga yang pernah saya temui di Jawa dan Sumatra. Satu jenis mangga menyerupai mangga golek dan satunya lagi menyerupai mangga gadung. Jenis yang menyerupai mangga golek sungguh luar biasa. Dagingnya berwarna kuning cerah, tebal dan rasanya ada sentuhan asam. Sedangkan jenis yang menyerupai mangga gadung rasanya mirip dengan mangga Probolinggo.

manokwari2 (6) manokwari2 (7)

Jika di supermarket di Jawa menjajakan mangga dari Brazil dan Thailand, mengapa tidak ada yang mencoba memasarkan mangga Manokwari yang penampilan dan rasanya oke?

 

Sepakbola

Ada sebuah lapangan bola di Ransiki. Lapangan ini rumputnya rapi terpelihara. Setiap sore saya menyaksikan anak-anak remaja bermain bola. Mereka tidak sekedar bermain, tetapi serius mengikuti latihan sepakbola. Peralatan pelatihannyapun seperti alat-alat pelatihan yang dipakai oleh klub profesional. Sang pelatih memberikan instruksi dan semua anak remaja yang berlatih tersebut mengikutinya dengan sangat serius. Sepakbola memang menjadi salah satu sarana bagi anak-anak Papua untuk menikmati globalisasi. Bakat mereka sungguh menakjubkan dalam bermain bola.

manokwari2 (8)

Saya dengan mudah menemukan Leo Messi, Neymar, Ronaldo, Rooney dan Barcelona, PSG, AC Milan, Real Madrid berseliweran di jalan, di pasar maupun di saat anak-anak pulang sekolah. Selain kaos jersey klub sepakbola terkenal dengan nama pemainnya, gaya rambut ala pemain bola dunia juga dengan mudah saya temukan di antara remaja putra Manokwari Selatan.

 

Sekolah

Pendidikan adalah jalan untuk menggapai kemajuan. Persekolahan di Papua, khususnya di Manokwari Selatan memang tertinggal dibanding dengan persekolahan di Jawa atau Sumatra. Kesadaran akan pentingnya sekolah belum merasuk kepada kebanyakan warga Papua. Namun demikian, upaya berbagai pihak untuk mendidik generasi muda Papua sungguh luar biasa. Persoalan kekurangan guru, dan disiplin penyelenggaraan persekolahan adalah dua hal yang mutlak harus segera diselesaikan. Guru yang absen dari sekolah, selain membuat proses belajar mengajar tidak jalan, juga menjadi contoh yang buruk bagi warga.

Dinas Pendidikan Manokwari Selatan telah membuat program untuk mengatasi persoalan pendidikan di atas. Dinas merekrut guru kontrak untuk memenuhi kekurangan guru Pegawai Negeri Sipil (PNS). Mereka membuka kelas-kelas jauh supaya anak-anak di tempat terpencil bisa tetap mendapat pelayanan pendidikan. Kelas jauh diselenggarakan di bangunan-bangunan yang sudah ada, seperti balai kampung. Gurunya berasal dari penduduk setempat yang rata-rata lulus SMA. Kelas jauh biasanya hanya sampai kelas 3.

manokwari2 (9) manokwari2 (10)

Dan beberapa yayasan membuka sekolah di pedalaman untuk membantu pemerintah memberikan pelayanan pendidikan.

 

 

About Handoko Widagdo

Berasal dari Purwodadi, melanglang buana ke berpuluh negara. Dengan passion di bidang pendidikan, sekarang berkarya di lembaga yang sangat memerhatikan pendidikan Indonesia. Berkeluarga dan tinggal di Solo, kebahagiaannya beserta istri bertambah lengkap dengan 3 anak yang semuanya sudah menjelang dewasa.

My Facebook Arsip Artikel

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.