Mudik 2014 – 2015 (7): Surabaya (2)

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

MASIH SEKITAR SURABAYA . . .

Hallo anda semua yang berbahagia…..Semoga anda belum bosan dengan oret-oretan Dj. tentang mudik tahun 2014 – 2015 ini….

Okay….Setelah sarapan di Hotel…

surabaya2-01

Sebenarnya sudah cukup dengan roti dan dia telur mata sapi, tapi begitu menghirup aroma soto, maka ingin juga mencoba lagi. Ini Soto yang pakai daging Sapi dan bukan Coto yang pakai dagng Capi….. Hahahahahaha….. (nglirik ke djas….)

surabaya2-02

Yuuuup… seperti yang sudah Dj. sedikit tulis, bahwa besoknya kami ingin ke pantai Kenjeran….Jelas, Dj. sedikit penasaran, bagaimana wajah pantai Kenjeran saat ini, Dj. yakin pasti berbeda dengan sekitar 50 tahun yang lalu. Sekitar 45 tahun yang lalu, pantai Kenjeran, masih seperti pantai Parangtritis…. masih tenang, walau pasirnya hitam. Masih bisa jalan-jalan di Pantai dan makan di warung (kedai) di pinggir pantai…Adik Dj. yang mengantar kami ke sana, membikin Dj. sedikit bingung….Kok sangat lain….??? Benarkah ini pantai Kenjeran…??? Mana pantainya dan mana yang dulu banyak penjual ikan asin…???

Hahahahahahahahaha….. Ternyata ini sisi yang lain dari pantai Kenjeran. Kami diantar oleh adik ke satu tempat di mana banyak dikunjungi turis (katanya). Lho ini kok ada Suro dan Boyo…???

surabaya2-03

Kemudian, ini kok ada bangunan vihara yang sangat besar…??? Waaaaw, sangat indah dan megah…..

surabaya2-04 surabaya2-05 surabaya2-06

Ingin kami bisa menengok dalamnya, tapi sayang pintu depan tertutup, jadi kami menyerah dan ingin melihat pantai. Maka adik Dj. walau sudah lama tinggal di Surabaya, namun tidak pernah ke sana, ya sedikit bingung juga…Hahahaha…!!!

Akhirnya kami mencari jalan, agar bisa sampai pantai…Dan dalam perjalanan ke pantai, Susi melihat penjual kerang dengan bermacam-macam bentuk. Maka kami berhenti dan melihat, akhirnya menawar dan membeli beberapa untuk oleh-oleh cucu…

surabaya2-07

Karena harga yang sangat murah dan di Mainz yang jelas tidak ada…..

surabaya2-08 surabaya2-09

Tidak lupa, untuk cucu beli kapal tuk-tuk yang bisa berenang di air…. dengan mengeluarkan suara tuk…tuk…tuk…Hahahahahahaha…!!! Setelah sedikit beli kenang-kenangan, maka kami melanjutkan lagi ke tujuan semula, yaitu ke pantai Kenjeran….Ternyata kami menemukan tempat ini, jujur, kami tidak tahu namanya, tapi cukup indah…

surabaya2-10 surabaya2-11 surabaya2-12

Di sini Susi juga heran dengan penjual burung yang kecil-kecil ini. Lalu secara logis Dj. mencoba untuk menjawab dan menerka…..Bisa jadi untuk umat Budha, akan membeli burung dan melepaskannya, jadi membebaskan burung agar terbang dan tidak seperti di penjara. Mungkin itu adalah ajaran yang baik. Tapi Susi masih belum puas dengan jawaban Dj. dan dia kembali berkata, kalau begitu, itu orang yang jualan adalah orang yang banyak dosa, karena dia mengurung dan tidak memberi kebebasan kepada burung-burung tersebut….

Nah ya, logis juga, tapi ya… entahlah, setiap orang silahkan percaya apa yang ingin mereka percayai….Di depan penjual burung itu ada pintu dan kami bisa jalan-jalan dengan melihat pemandangan yang lain dari biasanya.
Pamandangan ini, mungkin tidak aneh, bagi mereka yang pernah berkunjung ke Thailand, tapi ini Surabaya bung…..

surabaya2-13 surabaya2-14 surabaya2-15 surabaya2-16 surabaya2-17

Suasana di dalam taman ini sangatlah tenang dan Dj. sangat suka, karena tidak ada suara apapun. Setelah jalan-jalan keliling di taman yang indah ini, kami kembali ke mobil dan Dj. masih penasaran, mana ini pantai Kenjerannya…??? Nah ya, akhirnya kamipun mencari di mana pantai Kenjeran….Dan dari dalam mobil Dj. melihat vihara ini yang lain dari yang tadi, tapi sangat megah, hanya saja kami mampir.

surabaya2-18

Akhirnya kami sampai juga ke tempat yang Dj. inginkan, yaitu pantai Kenjeran…..Gubraaaak…..!!! Maklum waktu liburan, jadi ramenya bukan main, juga untuk mencari tempat parkirpun sudah sulit dan dapat sangat jauh dari pintu masuk.
Wadooooh… lain dengan taman yang tadi yang tenang, di sini biisiiiiing…., baik banyaknya manusia, suara meraka yang keras, juga suara dari loudspeaker.

surabaya2-19

Di mana-mana hanya manusia, baik mereka yang berlibur atau mencari hiburan dan juga mereka yang berjualan. Entah hiburan apa yang mereka dapatkan di sini….. hanya manusia dan manusia… pantainya sendiri, hampir tidak kelihatan….Tapi ada yang menarik perhatian kami, dimana di Mainz, anak kami sedang tergila-gila dengan kepiting untuk dipelihara di Aquarium. Dan di Kenjeran, ada banyak yang jual kepiting, kerang… kura-kura dan ikan hias….

surabaya2-20

Di Mainz, kepiting atau yuyu ini cukup mahal dan di Kenjeran sangat murah, juga kura-kura air yang katanya dilindungi. Tapi di Kenjeran dijual dengan bebas dan sangat murah sekali.

surabaya2-21

Inginnya Susi membeli untuk dibawa ke Mainz, tapi hal ini tidak mungkin bisa masuk ke Jerman, jadi ya hanya menikmati saja di sana. Ambil video untuk dipamerkan ke anak-anak kami, kalau sampai rumah nantinya….
Dan Susi sedikit protes, saat melihat keong yang di cat… dia bilang, kasihan amat, rumah mereka kan lebih indah, karena aslinya. Nah ya, si penjual ingin menarik pembeli, jadi rumah keong dicat dengan bermacam-macam warna, agar lain dengan yang aslinya….

surabaya2-22

Juga ada ikan hias yang belum pernah Dj. lihat warnanya, biasanya Platty, warna merah, itu umum, juga ada warna biru campur merah. Dinamai juga Papagai Platty… tapi ini hitam-putih, jujur Dj. baru pertama kali lihat. Dan sangat murah, tidak sampai 10 Cent Euro/ ekor, sedang Palty biasa yang merah saja di Mainz, sudah bisa samüai €3,- (sekitar Rp. 45,- rb.)

surabaya2-23

Semalam Dj. ngobrol dengan mas Anoew, tentang ikan Arowana, dimana mas Anoew juga pernah pelihara. Dj. cerita, kalau ikan arowana Dj. sehari bisa makan 8 ekor jangkrik. Sekarang sudah berkurang, karena Dj. kasih ikan hidup, tapi bukan ikan hias dan kalau malam hari, lampu dimatikan, maka dia mulai berburu mangsanya. Walau demikian, harganya juga tidak murah, karena 1 ekornya € 1,- (–+ Rp. 15,- rb.), atau lebih…Kalau makan dua ekor/hari, jadi sudah habis Rp. 30,-rb.). Ini hanya perbandingan saja, karena memelihara ikan di Eropa tidaklah murah, karena Arowana biasanya didatangkan dari Indonesia, Malaysia atau Thailand.

Okay, masih ada yang lucu juga, ikan-ikan hias yang dijual di Kenjeran, ada yang dibungkus plastik dan ada yang di Box. Sangat kreativ dan kelihatan lucu…

surabaya2-24

Okay… akhirnya kami puas, walau tidak bisa melihat pantai, atau mungkin kami yang kurang tahu dimana pantai yang bisa dilihat. Dan kamipun kembali menuju hotel.

surabaya2-25

Saat meninggalkan Kenjeran, Susi masih sempat ambil foto dari dalam mobil, kedai-kedai yang ada di pinggir jalan,
yang menurut Susi cantik dan lucu, karena sudah jelas yang begini tidak ada di Mainz.

Sore hari, saat kami akan istirahat, HP Dj. berdering…Di seberang sana ada suara yang Dj. kenal dan langsung bicara, mas Djoko, kalau tidak ada acara yang lain, kami ingin ajak makan malam. Maka kata Dj. ya, tapi ini baru mau istirahat dulu, apa bisa nanti malam saja…??? Okay…

Itu tadi teman lama yang dulu saat muda sering ke Jerman dan Dj. juga sering bertemu. Hanya sedikit sungkan, dia selalu tahu, kalau Dj. ada di Surabaya dan selalu ditraktirnya. Maaf ini foto dengan HP Dj. yang saat di Indonesia, HP Dj. mendadak jadi kacau. Mungkin ada yang kenal, karena beliau sangat sukses, namun tetap sederahana dan merendah. Keluarga yang sangat diberkati. Linda dan cak Gun pernah ikut saat kami ditraktirnya di tahun 2008

surabaya2-26 surabaya2-27 surabaya2-28

Okay…. masih banyak cerita di Surabaya, maaf kalau Dj. ceritakan semua di sini, kasihan pengasuh Baltyra yang mana Fotonya sangatlah buanyak. Dj. berhenti sampai disini dulu, kita ketemu lagi di hari Selasa minggu depan. Okay…???

Terimakasih, untuk perhatian anda semuanya dan juga pengasuh Baltyra yang yang sangat baik dan selalu menayangkan oret-oretan Dj. yang sederhanya ini.

Semoga Kasih dan Berkat TUHAN, selalu menaungi kita semuanya.

Salam manis dari Mainz.
Dj. 813

surabaya2-29

 

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *