Lunpia Dilapisi Perunggu

Henky Honggo

 

Venesia-nya Pulau Jawa

Liburan tahun baru Imlek tahun 2015 ini, pada tanggal 18 Februari 2015, Henky Honggo berkesempatan berkunjung ke ibukota Jawa Tengah yaitu kota Semarang (三寶壟 sān bǎo lǒng). Perjalanan dengan pesawat dan transit di Jakarta, kurang lebih memakan waktu seperempat hari, terasa sangat menyenangkan. Setelah mendarat di bandara internasional Achmad Yani, dijemput oleh pihak Crowne Plaza Hotel Semarang. Selama perjalanan dari bandara menuju hotel, tidak disia-siakan Henky untuk mengambil foto sepanjang jalan tersebut yang terlihat asri dan rapi. Sesampai di hotel, disambut hangat dan ramah, mulai dari pintu masuk hotel sampai ke receptionist. Selain itu, setiap bertemu dengan karyawan hotel tersebut, selalu disapa dengan hormat. Ini pelayanan yang luar biasa dirasakan, profesionalitas benar-benar direalisasikan.

DSC02264

Setelah beristirahat sebentar dan makan siang dalam mall yang masih dalam satu gedung dengan hotel, mulai berkunjung ke berbagai tempat di kota tersebut. Tempat pertama dikunjungi adalah kelenteng Sam Poo Kong (三保公 sān bǎo gōng) yang terletak di jalan Simongan Raya. Dengan membeli tiket terlebih dahulu, masuk ke dalam kompleks kelenteng agung tersebut. Dalam area yang cukup luas, terdapat beberapa bangunan kelenteng, ada juga tempat penjualan peralatan sembahyang, serta penyewaan baju khas Tiongkok untuk difoto.

Di sana juga terdapat patung Laksamana Zheng Ho (鄭和 zhèng hé) dengan ukuran besar di halaman depan kelenteng, yang dibangun pada tahun 2011, sebagai tanda penghormatan. Bagian bawah patung terdapat prasasti yang berisi riwayat singkat perjalanan Laksamana Zheng Ho ke berbagai negara dengan tujuan kunjungan muhibah. Menurut pengamatan Henky, banyak sekali terdapat wisatawan baik dari lokal maupun mancanegara yang mengunjungi kelenteng tersebut.

 

Pesona Kota Lunpia

Setelah itu perjalanan dilanjutkan ke Masjid Agung Jateng yang merupakan masjid terbesar di Jawa Tengah. Bangunan masjid sangat megah dan indah, dan di sana terdapat menara Al Husna yang tingginya 19 lantai. Henky berkesempatan naik ke lantai paling atas menara dan dapat menikmati keindahan dari kota Semarang tersebut.

Kemudian perjalanan dilanjutkan ke pantai Marina, dengan tiket masuk seharga Rp 4.000,-, dapat melihat keindahan pantai. Di sana juga ada acara tabur bunga oleh warga keturunan Tionghoa dalam menyambut tahun baru Imlek. Setelah dari pantai, menuju kantor Tribun Jateng yang terletak di jalan Menteri Supeno, sampai di sana disambut oleh News Manager Bapak Tri Mulyono dan Pemimpin Redaksi Bapak Musyafi.

Malam pun semakin larut, kondisi kota Semarang diguyur hujan yang cukup lebat dan mencoba melewati area pasar Semawis di jalan Gang Warung. Berhubung malam tersebut adalah malam tahun baru Imlek, maka sepanjang jalan di pasar Semawis terlihat lengang dan sepi. Hampir tidak ada toko yang dibuka pada malam itu, hanya kelenteng saja yang terlihat ramai. Di sana juga banyak terdapat kelenteng dan wilayah tersebut merupakan pecinan kota Semarang.

Setelah dari pasar Semawis, berkunjung ke Toko Oen yang sudah ada sejak tanggal 16 April 1936 oleh Oen Tjoen Hok dan istrinya Liem Gien Nio. Salah satu menu yang terkenal adalah es krim, dan pada malam itu menikmati lezatnya es krim “Oens Symphony”. Menu lain berupa makanan kue tradisional yang bernuansa Indonesia – Tionghoa – Belanda juga tersedia di sana.

Keesokan harinya Kamis 19 Februari 2015, juga berkunjung ke Lawang Sewu, sebuah bangunan peninggalan zaman kolonial Belanda, yang dahulu merupakan kantor pusat perusahaan kereta api. Setelah dari Lawang Sewu, menuju ke gereja Blenduk di jalan Let. Jend. Suprapto. Gereja yang dibangun pada tahun 1753, mempunyai ciri khas bangunan atap yang bulat dan menonjol serta dilapisi perunggu. Dari gereja Blenduk, langsung mengunjungi tempat makan untuk menyantap makanan khas Semarang yaitu lunpia (輪餅 lún bǐng) dengan isi rebung, rasanya lezat dan gurih.

Hari pun menjelang siang, Henky kembali ke hotel untuk check out. Namun sebelum ke bandara, sempat berbincang-bincang dengan Ibu Melanie Rahayu selaku Assistant Front Office Manager tentang kesan selama dua hari kota Semarang tersebut. Ini merupakan perjalanan yang unforgettable, kenangan yang tak akan dilupakan. Happy traveling ! (henky honggo)

 

 

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *