Genteng di Wirun

Anoew

 

Takjub pertama kali, sama halnya seperti saat melihat pembuatan gong kemarin dulu hingga saya memutuskan untuk nongkrong dan bertanya-jawab dengan pengrajin genteng. Dan ternyata, proses awal sampai terjadinya genteng tidaklah sesederhana seperti yang saya pikirkan. Cetak, jemur, jual.

Dengan bahan baku lempung (tanah liat) dari sawah yang berasal dari daerah sekitar, genteng dibuat dengan beberapa proses. Mula-mula tanah liat digiling / diselep dengan mesin supaya lebih halus, lalu diletakkan pada sebuah tempat dengan cara ditimbun jadi satu dan dibasahi dengan air lalu ditutup plastik agar terjaga kelembabannya. Setelah semua siap, barulah dicetak sesuai dengan jenisnya.

3 10

Di sini, pencetakan dilakukan tradisional semi modern, karena sudah menggunakan mesin meskipun proses lainnya masih dilakukan manual. Setelah tercetak, genteng dijemur untuk kemudian dibakar di tempat pembakaran tradisional yang terbuat dari bata. Tempat pembakaran itu disebut Tobong.

Tidaklah lama memang saya nongkrong di situ namun, cukup senang rasanya bisa melihat pembuatan secara langsung apa yang selama ini telah menaungi atap rumah saya.

 

Salam…

11

 

 

About Anoew

Sedari kemunculannya pertama kali beberapa tahun yang lalu, terlihat spesialisasinya memang yang "nganoew" dan "saroe". Namun tidak semata yang "nganoew-nganoew" saja, artikel-artikelnya mewarnai perjalanan BALTYRA selama 6 tahun ini dengan beragam corak. Mulai dari pekerjaanya yang blusukan ke hutan (menurutnya mencari beras) hingga tentang cerita kehidupan sehari-hari. Postingannya di Group Baltyra dan komentar-komentarnya baik di Group ataupun di Baltyra, punya ciri khas yang menggelitik, terkadang keras jika sudah menyenggol kebhinekaan dan ke-Indonesia-annya.

My Facebook Arsip Artikel Website

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.