[AMNESIA – The Future in History] Pahlawan Sunyi

djas Merahputih

 

Cerita sebelumnya:

Di tepi sebuah danau (1)

Kedatangan Sang Presiden (2)

 

PAHLAWAN SUNYI

Ono dan Offo datang membawa berita penting. Seseorang telah mengorbankan jiwanya untuk keselamatan Presiden Amorluxico. Dinas intelijen negara berhasil mendeteksi rencana pembunuhan terhadap Sang Presiden. Ancaman yang bukan pertama kali terjadi pada presiden-presiden Amorluxico. Namun ini adalah kali pertama sebuah ancaman menjadi kenyataan di lapangan.

Dari pengamatan Kepala Pengamanan Presiden, seluruh kemungkinan ancaman telah diantisipasi. Satu-satunya celah adalah adanya penyusup di dalam satuan pengamanan presiden atau pengamanan lokal. Kemungkinan berada di ring dua atau ring tiga. Terlihat bahwa, pelaku tidak memperoleh informasi rahasia jika target mereka telah digantikan oleh seseorang yang ditugaskan berperan sebagai Presiden Amorluxico, sebuah rahasia tingkat tinggi dalam lingkup ring satu pengamanan presiden. Ibu Negara yang dalam analisa intelijen bukan menjadi target, ternyata meleset. Selain itu, seorang peran pengganti yang perawakan dan wajahnya mirip Ibu Negara belum ditemukan atau belum sampai dalam data base dinas intelijen pada saat dibutuhkan.

Segera hal tersebut menjadi bola liar dalam isu politik. Berbagai analisa bermunculan dalam siaran langsung berbagai stasiun TV. Tak seorangpun mengetahui kejadian sebenarnya selain keluarga sang pahlawan dan ring satu pengamanan presiden. Presiden Amorluxico sendiri telah mengabarkan kondisi terakhirnya secara lansung dalam siaran televisi pemerintah. Di tengah kegembiraan publik atas keselamatan Sang Presiden, sebuah keluarga sedang meratapi kepergian ayah tercinta.

*****

Sang Pangeran terbangun sebelum kokok ketiweuy membahana di ruang-ruang istana. Beliau terlihat murung setelah mengetahui kebenaran peristiwa yang telah berlalu beberapa hari tersebut. Ono dan Offo sebenarnya masih menyembunyikan sedikit informasi, dengan maksud untuk menjaga perasaan Sang Pangeran. Keduanya dapat mengukur kesiapan mental sang adik dalam menanggung beban sebuah masalah. Mereka akan menyampaikannya saat suasana hati serta tingkat kedewasaan Sang Pangeran telah dirasa siap.

img01. Sejuta tanya

img01. Sejuta tanya

Peristiwa beberapa hari lalu sangat mengguncang batin Sang Pangeran. Beliau semakin bertanya-tanya tentang apa yang sebenarnya terjadi pada negeri Amorluxico. Lebih jauh lagi Sang Pangeran memikirkan maksud apa gerangan Ayahanda mengujinya dengan hal-hal menjengkelkan seperti ini. Dalam pikiran Beliau, perjalanan ke Planet Ramnox, kembaran Planet Bumi, akan menjadi sebuah petualangan indah dan berkesan. Tanda-tanda yang terlihat malah sebaliknya. Pertemuan dengan gadis misterius di tepi danau ternyata hanyalah hiburan semu dan menipu.

Aaahh… Sang Gadis sedang melakukan apa detik ini ya..? Apakah engkau akan datang lagi esok..??

Sang Pangeran membatin, namun tak luput begitu saja dari pengamatan Ono dan Offo. Mereka berdua hanya tersenyum dan berharap sang adik mampu menjalani semua dengan jiwa ksatria.

Pimpinan Biq Xu menghampiri Sang Pangeran, Beliau sedang duduk di kursi kerajaannya. Wajah Beliau mulai nampak santai. Ketiweuy terlihat berada di pangkuan Sang Pangeran. Sang Tuan membelai punggung Ketiweuy yang dengan iseng mematuk-matuk lengan Ki Sampan, kursi kerajaan. Ki Sampan merasa kesal.

Maaf, Pangeran. Ada yang ingin Aki sampaikan

Silakan, Ki. Jangan pedulikan Ketiweuy yang sedang bermain.” Sang Pangeran melihat Biq Xu terganggu dengan kehadiran si ayam jago di pangkuan Beliau.

Mmm…, Aki berharap paduka tidak berprasangka buruk terhadap maksud Baginda Raja Miriko mengirim Paduka ke tempat ini“, Biq Xu menatap mata Sang Pangeran dengan hikmat. “Baginda tentu menginginkan yang terbaik buat Pangeran“.

Pangeran Soka Purnama tersenyum dan merasa sangat berterima kasih atas nasehat para Biq Xu. Tentu saja Sang Pangeran tak akan berpikir sejauh itu. Beliau sudah siap untuk tugas apapun. Mungkin hanya dirasakan terlalu cepat. Seorang Biq Xu kemudian menyarankan agar Sang Pangeran meminta beberapa orang penasehat dari Langit Kelima untuk membantu Beliau mengenali situasi apa sebenarnya yang sedang terjadi pada negeri Amorluxico. Saran para Biq Xu membekas erat dalam ingatan Sang Pangeran.

*****

Sang Pangeran terdiam dengan setangkai kail di tangan sambil duduk menggelantungkan kaki di tepi dermaga kecil. Beliau menatap ke arah umpan yang baru saja dilemparkan, namun pikiran Sang Pangeran sepertinya berada di tempat lain. Ono dan Offo terlihat di kejauhan dalam wujud transparannya, terus menunggu dan mengamati segala sesuatu di sekitar Sang Pangeran. Sebuah perahu kecil nampak teronggok di rerumputan tak jauh dari dermaga.

Umpannya bergerak, tuan..!!

Haaa…???“, Sang Pangeran terkejut dan bingung hendak menoleh ke sumber suara atau pada umpan yang disambar pemangsa.

Namun tangan Beliau dengan sigap menyentak tangkai pancing dan mulai memutar gulungan kail sedikit demi sedikit. Setelah yakin ikan pemangsa benar-benar tersangkut pada kail, Sang Pangeran berusaha mencari sumber suara tadi.

Suara itu terdengar berat, serak oleh beban kesedihan dan sepintas mirip suara seorang pria. Sang Pangeran belum menyadari suara tadi berasal dari seorang wanita yang sedang berdiri di belakang Beliau. Masih sedang duduk, Beliau menoleh ke belakang dan terlihatlah ujung gaun panjang berwarna biru lembayung melambai-lambai tertiup angin, seakan mengibas lantai dermaga. Perlahan tatapan itu bergerak ke atas hingga…, terlihatlah wajah anggun Sang Gadis bertopi lebar. Gadis yang selama ini membuat Pangeran Soka Purnama penasaran.

img02. Gadis bertopi lebar

img02. Gadis bertopi lebar

Rencana Ono dan Offo nampaknya berhasil. Seorang pengawal terus memantau keluarga Sang Pahlawan dan memberikan kabar tentang rencana Gadis bertopi lebar ke tempat favoritnya. Walaupun masih belum pulih dari rasa duka atas kepergian ayah tercinta, ia tetap saja memilih untuk menikmati saat-saat menyendiri ketika berada di danau Saxoview yang tenang. “Kesunyian menambah ketegaran jiwa”, batin Sang Gadis. Kabar tersebut membawa Ono dan Offo pada rencana mengajak Pangeran Soka Purnama bepergian ke dermaga sambil mengail ikan.

Maaf mengganggu, tuan. Sepertinya anda orang baru di wilayah danau ini. Kenalkan, namaku Maysha“. Gadis bertopi lebar mengulurkan tangannya pada Sang Pangeran yang masih duduk dan nampak kebingungan.

Ah.. eh…, senang bertemu Anda. Aku Dreiden, pamanku bekerja di kota ini dan kebetulan jadwal kuliah sedang kosong. Jadi, aku memutuskan untuk mengunjungi beliau ke kota ini. Setelah diberitahu tentang danau tenang ini, langsung terpikir olehku untuk pergi memancing sambil menghirup udara segar di sekitar danau. Dan sepertinya udara di sini memang segar. Yah… begitu segar.. segar sekali..!” Sambil berdiri perlahan, tanpa sadar Sang Pangeran membalas sapaan Maysha dengan kalimat yang begitu panjang dan terkesan berusaha menutupi kekaguman pada makhluk anggun di depan Beliau saat ini.

Maysha tersenyum dan harus menunggu cukup lama untuk melanjutkan percakapannya. Keduanya lalu bertegur sapa layaknya seorang kawan baru. Namun tak berapa lama percakapan mereka terhenti, perahu kecil langganan Maysha telah merapat ke tepi dermaga. Pemilik perahu yang teronggok di tepi danau kini telah datang menghampiri pelanggan setianya. Maysha pamit pada Dreiden yang tak menyadari kailnya telah terseret ikan pemangsa ke tengah danau.

img03. Sunyi sepi

img03. Sunyi sepi

Di tengah danau, seperti biasa Sang Gadis mulai membuka buku bacaannya. Walaupun kali ini ia lakukan hanya sekedar untuk menutupi kesedihan akibat ditinggal Ayah tercinta. Dengan tatapan mengarah pada buku yang terbuka, pikiran Maysha melayang jauh, teringat masa-masa indah bersama Sang Ayah.

Ayah telah menjadi seorang presiden..!” Bisikan terakhir itu terus mengiang di telinga Maysha, saat Sang Ayah baru saja mendapat tugas sebagai aktor pengganti bagi Presiden Amorluxico.

Walaupun wajah Sang Ayah tidak begitu mirip dengan Presiden, postur tubuh dan anatomi politikus muda ini dianggap paling mendekati figur Sang Presiden. Topeng karet khusus membuat wajah Sang Presiden seperti berpindah pada ayah Maysha. Seluruh keluarga telah sepakat untuk merelakan ayah mereka menjalankan tugas negara dengan resiko sangat besar. Dan, ketika resiko itu menerpa… tak ada satupun upaya yang mampu membatalkannya.

*****

 

Bersambung ke…

Kemerdekaan

 

 

About djas Merahputih

Dari nama dan profile picture'nya, sudah jelas terlihat semangat ke-Indonesia-annya. Ditambah dengan artikel-artikelnya yang mengingatkan kita semua bahwa nasionalisme itu masih ada, harapan itu masih ada untuk Indonesia tercinta. Tinggal di Sulawesi, menebar semangat Merah Putih ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *