Lawara, Kapurung dan Sup Kepala Ikan

Handoko Widagdo – Solo

 

Salah satu tema wisata di Kota Makassar adalah wisata kuliner. Selain menu yang sudah dikenal luas, seperti Cotto dan Sup Konro, Makassar juga menyimpan menu lain yang dahsyat. Makanya apabila Anda ke Makassar jangan hanya terjebak oleh ikan bakar, Cotto dan Konro saja. Berikut adalah beberapa contoh menu spesial dari Makassar.

Lawaa dan Kapurung Luwu

Cobalah ke jalan Sultan Alaudin. Di sana ada Rumah Makan Aroma Luwu yang menyajikan makanan dari wilayah Luwu. Dua menu yang nikmat adalah Lawara dan Kapurung.

kuliner-makassar (1)

Lawa atau Lawara adalah daging ikan segar yang direndam dalam cairan asam atau cuka dan dicampur dengan bunga pisang rebus dan kelapa goreng sangan. Selain rasa ikan, rasa gurih dari kelapa dan asam dari cuka dan jeruk serta bawang merah menari-nari di lidah kita.

Lawara disajikan sebelum menu utama Kapurung disantap.

kuliner-makassar (2)

Kapurung adalah makanan berbasis sagu. Sagu yang dimasak menyerupai lem dimasukkan ke kuah ikan berbumbu asam pattikala (buah kecombrang). Dalam kuah ikan ditambahkan sayur bunga pisang dan tomat serta daun ubi jalar. Semangkuk kapurung yang didahului dengan lawara akan membuat peut kita kenyang. Akan lebih nikmat jika ditutup dengan segelas juice markisa.

kuliner-makassar (3)

 

Sup Kepala Ikan Mappanyukki

Warungnya tak besar dan tak pula di jalan besar. Di Jalan Mappanyukki, di sebuah gang terdapat warung sup kepala ikan yang sangat terkenal. Pelanggan warung ini adalah para pilot dan pramugari penerbangan nasional dan internasional. Jadi jangan kaget kalau Anda ke sana bertemu dengan para pria tampan yang bersegaram pilot dan gadis-gadis cantik beseragam pamugari dari maskapai ternama.

kuliner-makassar (4)

Selain menu di atas masih ada lagi Nasu Camba masakan khas dari Enrekang. Nasu Camba adalah masakan berbahan daging sapi yang dimasak dalam kuah daun asam. Untuk menikmati menu ini silahkan mengunjungi kedai Universitas Negeri Makassar.

Terima kasih kepada Ibu Samsuduha, Ibu Farida dan Adik Fadiah Mahmud yang sudah membawaku menikmati kuliner Makassar.

 

 

About Handoko Widagdo

Berasal dari Purwodadi, melanglang buana ke berpuluh negara. Dengan passion di bidang pendidikan, sekarang berkarya di lembaga yang sangat memerhatikan pendidikan Indonesia. Berkeluarga dan tinggal di Solo, kebahagiaannya beserta istri bertambah lengkap dengan 3 anak yang semuanya sudah menjelang dewasa.

My Facebook Arsip Artikel

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *