Blusukanku (4)

Ariffani

 

Artikel sebelumnya:

Blusukanku (1)

Blusukanku (2)

Blusukanku (3)

 

Hayooo...antri ya...

Hayooo…antri ya…

Dari Lantai 2 Bank Mandiri...

Dari Lantai 2 Bank Mandiri…

blusukan8 (3)

Pre-wed

Pre-wed

blusukan8 (5) blusukan8 (6)

Okay, next destination adalah menuju TOKO MERAH, dan aku katrok lagi, aku baru ‘ngeh’ kalau bangunan ini memang berwarna merah mencolok di antara bangunan lama yang dominasi warna putih dengan sentuhan abu-abu. Ya ampun!! Aku selalu melewatkan bangunan mencolok ini, padahal aku sering maen ke kota Tua. Dan melewati jalan ini. Awalnya kami tidak diijinkan untuk masuk ke dalam bangunan. Tetapi Bu Tiwi dengan sedikit rayuan gombal dan tentu saja ada pajaknya, kami diijinkan masuk, bahkan si bapak menjadi guidenya.

TOKO MERAH atau juga disebut RODE WINKEL, merupakan bangunan dengan 2 unsur Eropa dan Cina. Ada 2 pintu masuk, pintu sebelah kiri bergaya Cina dan pintu sebelah kanan bergaya Eropa. Terdiri dari 3 lantai dan banyaknya pintu, saat masuk ke dalamnya, aku langsung membayangkan di dalamnya dipenuhi oleh orang-orang Belanda dengan pakaian besar dan cantik sedang berpesta. Kami menyusuri gedung tersebut sembari mendengarkan penjelasan si bapak. Sempat beberapa kali berubah fungsi, bahkan sempat pula menjadi semacam kasino. Di dalam rumah ini juga ada brankasnya.

blusukan8 (8) blusukan8 (9) blusukan8 (10)

Lagi nego...

Lagi nego…

blusukan8 (12)

Pintu kanan

Pintu kanan

Pintu kiri

Pintu kiri

blusukan8 (15)

Sketsa Toko Merah

Sketsa Toko Merah

blusukan9 (1) blusukan9 (2) blusukan9 (3) blusukan9 (4) blusukan9 (5)

Atap

Atap

blusukan9 (7) blusukan9 (8) blusukan9 (9)

Brankas

Brankas

blusukan10 (2) blusukan10 (3)

Hari sudah menjelang sore saat itu maka kami istirahat dan sholat sebentar di TOKO MERAH, setelahnya kami lalu ke kawasan Kota Tua, mampir ke café Djakarte. Seharian ini sudah banyak makanan yang masuk pemirsa. Hahahahaha :D :D .. gagal sudah dietku kali ini. Di cafe Djakarte, aku hanya (!!) semangkuk kecil ice cream topping strawberry dan pisang bakar coklat. Ms. Huang, Mamah Yuci dan Bu Tiwi memesan roti bakar topping ice cream. Café Djakarte adalah tujuan terakhir kami, secara sudah jam 3 sore, lagipula langit juga mulai mendung. Kami takut kehujanan di jalan. Dan kami berpisah di kawasan Kota Tua. Ms. Huang dan Bu Tiwi naik taxi pulang ke rumahnya. Mamah Yuci dan aku lanjut naek KRL balik ke Tangerang. Beruntungnya kami, hari itu Jakarta cerah dan tidak mendung, sehingga perjalanan blusukan ini lancar aman terkendali.

blusukan10 (4) blusukan10 (5) blusukan10 (6) blusukan10 (7) blusukan10 (8)

Terimakasih buat Mamah Yuci, Bu Tiwi dan Ms. Huang yang bersedia menemaniku jalan-jalan. Semoga kalian tidak kapok ya?!?!? Bertemu kalian itu anugerah buatku. Hehehehehe.. apalagi hasil jepretan bu Tiwi selalu ciamik. Ms. Huang yang selalu rela jadi photo model dan langsung pasang badan begitu aku ingin memotret. Dan Mamah Yuci yang tak rewel walau agak susah jika berpose depan kamera. Sebenarnya banyak sekali hasil jepretannya, tetapi apa takut memori tak muat, makanya segini aja ya pemirsah!!

blusukan10 (9) blusukan10 (10)

 

 

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.