Mudik 2014 – 2015 (9): Semarang

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO ANDA SEMUANYA DI BALTYRA . . .

Salam jumpa di hari Selasa dengan oret-oretan Dj. Okay, setelah sampai di Semarang, sudah malam, jadi kami hari itu tidak lagi ke mana-mana. Setelah makan malam di rumah kakak dengan mangut dan kawan-kawannya dan juga ngobrol kanan-kiri, maka kami antar Mei kembali ke rumahnya dan kamipun kembali ke Hotel kesukaan Susi, yaitu Gumaya Hotel.

Hotel Gumaya di Semarang, untuk kami cukup bagus dan yang paling berkesan untuk kami, karena ruang sarapannya cukup luas dan juga banyak pilihan makan untuk para tamu. Dan foto di bawah ini, hanya sebagian kecil dari ruang sarapan.

semarang2-01 semarang2-02 semarang2-03

Dan pagi itu, setelah sarapan, maka kami bermaksud untuk nyekar (nengok kuburan ayah, ibu dan kakak-kakak yang sudah berpulang.

semarang2-04

Hari itu Mei tidak bersama kami, karena kesibukan di kantornya. Karena hari itu sangat terasa terik mataharinya dan sungguh sangat panas, maka Dj. ingin segera ke tempat di mana bisa istirahat dan makan yang enak…
Jadi siangnya, kami makan di Restaurant “Yung Ho” bersama saudara-saudara yang mana katanya Restaurant ini enak.

semarang2-05 semarang2-06 semarang2-07 semarang2-08 semarang2-09

Dan yang ini terlambat ambil fotonya, karena separoh dari ikan asam manis ini sudah dimakan…hahahahahaha….!!!

semarang2-10

Dan ternyata, ini Yung Ho, bukan hanya enak saja, tapi harganya sangat murah. Sore harinya, kami hanya istirahat di Hotel sambil menanti saudara-saudara yang ingin bertemu. Malam harinya, juga kami gunakan untuk sedikit relax di Pool, menemani Susi yang suka berenang…Karena esok harinya kami sudah janji dengan Mei, yaitu tanggal 7 Januari untuk menengok panti asuhan anak-anak cacat ganda dan rumah jompo.

Setelah sarapan kami sudah dijemput mobil yang kami sewa dan main di rumah kakak. Siang Mei datang ke Hotel bersama 2 brüder dan kami sama-sama ke Panti asuhan anak-anak cacat ganda. Sungguh Dj. tidak menyangka, begitu menyayat hati. Di sana Dj. tidak bisa berkata apa-apa, melihat mereka yang tak berdaya.

Pernah mas Enief, juga cerita tentang anak-anak di panti asuhan anak-anak cacat ganda yang di Surabaya, walau mereka tidak seperti anak-anak pada umumnya, tapi mereka masih bisa diajak berbelanja dan jalan-jalan. Tapi yang ini, sungguh menyayat hati kami, tidak ada kata-kata yang bisa kami ucapkan, saat melihat mereka yang hanya berbaring di tempat tidur. Mohon maaf, jujur sebenarnya Dj. tidak sampai hati untuk memajang foto-foto mereka di sini. Tapi harapan Dj. semoga akan ada hati yang tergerak untuk mengulurkan tangan kasih untuk mereka.

Ini seorang muda yang sudah jauh lebih baik dari awal dia masuk ke panti ini.

semarang2-11

Juga anak perempuan ini kadang juga kelihatan lucu, sudah bisa diajak bicara, walau masih sangat sulit.

semarang2-12

Tapi yang ini sempat Dj. tanya, mengapa tangannya diikat….??? Jawabnya, karena dia sering melukai diri sendiri.

semarang2-13

Sungguh sangat menyedihkan, seandainya anda bisa melihat dengan mata-kepala sendiri. Dimana yang ini memegang tangan Dj. dan lama tidak mau melepaskan…Dia selalu tertawa dan dia tidak ingin Dj. pergi…. Dan yang lain, banyak memandang dengan pandangan kosong….

semarang2-14

Sungguh sangat membutuhkan kesabaran tingkat tinggi, bagi para suster yang bekerja untuk merawat mereka.

semarang2-15 semarang2-16

Saat kami di sana, pas saat dimana mereka makan siang, jadi anda juga bisa melihat bagaimana keadaan mereka. Tapi ada juga rasa yang mengharukan, dimana seorang anak hanya berjalan keliling di tempat tidurnya. Dj. tidak begitu memperhatikan apa yang sedang terjadi sesungguhnya. Setelah Susi berkata, dia mencoba ikut menyanyi dari lagu yang dia dengan dari radio.

semarang2-17

Okay….
Mohon maaf Dj. tidak pajang banyak foto, karena sungguh sangat membuat hati ini bisa tersayat…Dan foto di bawah ini kami bersama Mei dan bruder Agustinus Samsari yang memang sangat sabar….

semarang2-18

Setelah sedikit ngobrol dengan bruder Agustinus Samsari yang bertanggung jawab di Panti tersebut, maka kami diajak keluar dan mengunjungi panti jompo. Di sini, suasana sangat berbeda, karena di panti jompo ini, seperti melihat sesuatu yang lain, dengan karakter masing-masing yang menyenangkan dan menyentuh hati.

semarang2-19 semarang2-20

Terutama di ruang opa-opa, mereka masih kelihatan sehat dan semangat, bahkan dengan wajah berseri. Hanya di bagian oma-oma yang sedikit lain, tapi bisa dimengerti juga, karena mereka juga merindukan orang lain yang menengok mereka. Jadi juga satu kegembiraan bagi mereka, bisa ada wajah baru dan mereka ingin banyak cerita. Hanya sayang waktu yang kami miliki tidak bisa untuk mendengarkan cerita mereka satu persatu…

Setelah menengok mereka, kami masih sempat ngobrol bersama 2 brüder dan foto bersama di depan panti.

semarang2-21

Menjelang malam, maka kami menuju ke Rumah Makan “SEMARANG“. Di sini, Mei memperkenalkan kami dengan pemiliknya, yaitu bapak Jongkie Tio yang sangat ramah. Tapi sebelumnya, masih ada waktu untuk foto dengan becak.

semarang2-22

Dan Bemo…

semarang2-23

Tadinya, kami memilih tempat di luar, yaitu di halaman belakang. Tapi ternyata, nyamuknya sangat banyak dan Susi sempat mengeluh, olehnya kami pindah dan masuk ke dalam lagi. Setelah pemiliknya datang dan menyalami kami, maka kami malah sudah disediakan ruangan khusus. Dalam kesempatan ini, Dj. mendapat hadiah, satu buku tentang “Kota Semarang dalam Kenangan “ yang ditulis oleh bapak Jonkie Tio. Yang ditandatangani oleh semua yang ada saat itu.

Dan sungguh indah, kamipun bahkan berkenalan secara langsung dengan mbak Asrida Ulinnuha. Jelas Dj. sudah kenal di dunia maya, melalui FB, tapi belum pernah bertemu. Dalam fotonya, Dj. kira, mbak Asri langsing dan tinggi (jangkung), ternyata langsing dan mungil….Daaaaan…. senyumnya yang sangat ramah dan tidak pernah berhenti bersenyum. Sungguh senyuman yang keluar dari dalam hati. Foto bersama Mmei, mbak Asrida dan bapak Jongkie Tio (pemilik Reastaurant SEMARANG)

semarang2-24

Bapak Jongkie Tio yang sangat tenang ini, sempat Dj. bikin tertawa, karena semua panggil Oom dan Dj. ikutan panggil Oom. Dia berkata sambil tertawa, jangan panggil Oom lah, umur kita tidak jauh berbada…Kedua, saat kami cerita masa kanak-kanak yang mana hobby kami sama, yaitu senang mancing dan Dj. sebut kata “Walesan”. Maka bapak Jongkie sempat tertawa kembali dan berkata, you asli orang Semarang, karena hanya orang Semarang yang menyebut walesan. Hahahahahahahaha….!!!!

Karena asyik ngobrol, masa lampau akhirnya malah lupa ambil foto-foto makanan yang begitu banyaknya. Dj. ingat makan lumpia, lontong dengan opor, juga es grimm…. dan entah apa lagi….pokoknya banyak…. Hahahahahaha….!!!
Dj. benar-benar sangat besyukur boleh mengenalnya, juga mengenal mbak Asri bersama suami dan kedua putrinya yang juga sangat ramah.

semarang2-25

Tidak hanya cukup dengan makan malam dan 1 buku tentang kota Semarang, entah apa, Dj. masih diminta untuk mengisi buku tamu dan bahkan mendapat hadiah 1 buku lagi dari bapak Jongkie Tio yang pernah turut ikut pameran Book Fair di Frankfurt. Di sini kelihatan seolah orang penting yang menandatangi satu kontrak besar…. Hahahahahahaha…!!!

semarang2-26

Tidak cukup hanya itu, setelah Dj. isi buku tamu dan bapak Jongkie isi kata kenang-kenangan di dalam buku yang dia hadiahkan untuk kami.

semarang2-27 semarang2-28

Bapak Jongkie masih ingin foto bersama di tempat yang layak untuk foto bersama.

semarang2-29

Akhirnya, malam dan kamipun harus berpisah….

semarang2-30

Terimakasih Bruder Agustinus Samsari yang sudah membawa kami melihat panti asuhan anak-anak dan panti jompo. Terimakasih bapak Jonkie Tio atas kebaikan anda yang telah menjamu kami malam itu dan juga hadiah bukunya. Terimakasih mbak Asri yang cantik dan baik hati, salam manis untuk keluarga di rumah. Terimakasih Mei yang telah menperkenalkan kami dengan malaikat-malaikat yang menyejukan hati. Terimakasih buder Konrad yang telah sibuk menjemput kami dan juga sibuk mengambil foto-foto.

Terimakasih kepada pengasuh Baltyra yang telah menayangkan oret-oretan ini. Juga terimakasih kepada anda semua yang telah membaca dan harapan Dj. oret-oretan ini boleh menyentuh hati anda semuanya. Mohon maaf bila ada atau bahkan banyak kata-kata yang tidak berkenan.

Semoga Kasih dan Berkat TUHAN, selalu menaungi kehidupan kita semuanya.

Salam manis dari Mainz.
Dj. 813

semarang2-31

 

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.