[Cerbung Chaos] “Nyanyian” Dokter Spesialis

Steven Timotius Sunjaya

 

Jakarta, 25 Maret 2015

Sudah 2 bulan ini, seorang dokter spesialis kulit dan kelamin di kawasan Jaksel, bilang pada para pasiennya, bahwa pada tahun 2019, dunia akan dilanda wabah penyakit terbesar sepanjang peradaban manusia. Wabah penyakit itu akan memakan korban 2 – 3 milyar penduduk dunia.

Wabah itu, katanya, akan menyerang semua manusia, tua-muda- balita bahkan bayi-bayi yang masih dalam kandungan…Puncaknya, katanya, pada tahun 2020, dunia akan dilanda perang besar-besaran, antara manusia yang sehat dan manusia yang sudah terinfeksi virus HIV yang sudah tak punya lagi harapan untuk hidup.

Dokter itu, bernama Steven Sim, dikenal dengan julukan Popeye karena menyukai tokoh kartun anak-anak itu, dan suka tertawa menirukan tokohnya. “Kkkkkkk!!”

Karena Steven Sim alias Popeye tak henti-hentinya “bernyanyi”, dan nyanyian itu bikin kuping yang mendengarnya panas, bahkan pada suatu acara seminar yang diliput TV Swasta Nasional RDTI, Popeye juga bernyanyi dengan suara serak-serak basah yang akhirnya menimbulkan kegemparan pada seminar itu…maka pada suatu hari, Popeye “menghilang”, tak terlihat lagi di rumah, maupun ditempat kerjanya.

Ternyata Popeye ditangkap dan diamankan oleh BIN [Badan Intelijen Nasional] atas perintah Fransiska Ningsih, Ketum BIN, karena dikuatirkan, ocehan2nya menimbulkan kepanikan yang luar biasa….enangkapan Popeye, ternyata sampai ke telinga Presiden RI Jokowiyono, teriakannya dengan mulut menganga seolah-olah mau menelan kamera, sangat mengesankan Jokowiyono.

jjasso.deviantart.com

jjasso.deviantart.com

“CHAOS….!!! CHAOS 2020 !!!” teriak Steven Sim…

Maka, dengan diantar Fransiska, Popeye-pun diajak menghadap Jokowiyono…

Setelah bertemu, Presiden bertanya pada Popeye, apa maksudnya berteriak chaos-chaos itu….??

Popeye menjawab: “Saya hanya bicara fakta pak.. ” jawab Popeye..
Presiden: “Coba jelaskan fakta apa itu…?”

Popeye minta diambilkan laptopnya, kemudian Popeye menerangkan akumulasi jumlah pengidap HIV ditahun 2019 dan penderita aids di tahun itu juga. Presiden sangat terkejut dengan penjelasan Popeye. Saat itu juga Presiden memanggil semua menteri kabinet beserta stafnya dan mengadakan sidang darurat negara….

Popeye kembali menerangkan penemuan analisisnya tentang Virus HIV dan penyebarannya yang bagaikan Troyan Horse, menyusup kala musuh sedang tertidur pulas. Akhirnya, presiden mengadakan “UMBRELLA OPERATION / OPERASI PAYUNG”, untuk mencegah terjadinya chaos di tahun 2019. Besoknya, semua penduduk. tak terkecuali pria, wanita, tua, muda, balita diambil sampel darahnya dan diperiksa di lab-lab dadakan….

Dua bulan kemudian, hasil sampel darah di seluruh negara menunjukkan: dari kurang lebih 270 juta penduduk Indonesia, kurang lebih 50 juta telah mengidap HIV!!! Kembali presiden mengadakan rapat, bagaimana tindakan sebaiknya terhadap para pengidap HIV itu. Limapuluh juta jiwa, bukanlah jumlah yang sedikit, dan mereka masih merasa sehat-sehat saja….tapi mereka berpotensi menyebarkan virus-virus HIV ke orang lainnya…

Tak ada jalan lain, pemerintah segera mengkarantinakan 50 juta penduduknya ke sebuah tempat rahasia, sampai obat penangkal dan pemusnah HIV ditemukan, karena sampai saat ini, obat itu belum ada. Presiden berterima kasih pada Popeye atas “nyanyiannya” yang tidak merdu dan memberinya anugerah bintang jasa…

Steven Sim alias Popeye ditunjuk untuk menjadi kepala riset pencari obat pemusnah Virus HIV, bekerja sama dengan LIPI Bogor….
———————-
Juni 2016

Ditemukan turunan senyawa AZT+ yang bisa memperlambat pertumbuhan virus HIV, tapi pada regenerasi virus berikutnya AZT+ gagal menghambat pertumbuhan virus HIV yang terus beregenerasi….

 

September 2017

Sekelompok orang mengamuk di sebuah mall, mereka menjarah, merampok dan membunuh siapa saja. Polisi segera melakukan tindakan tegas, kelompok orang itu diberondong dengan timah panas, mayatnya segera diautopsi di RSCM. Hasil test darah secara meyakinkan, mereka mengidap HIV semuanya..!! Penyelidikan selanjutnya didapat fakta bahwa mereka adalah penduduk yang kabur dari tempat karantina rahasia.

 

Januari 2018

Terjadi pemberontakan di kamp karantina, 5 juta penduduk menyerang petugas dan membakar rumah-rumah penampungan, petugas mengerahkan seluruh kekuatannya, korban tewas 4 juta jiwa.

 

Mei 2019

15 jutaan penduduk karantina meninggal, setelah Virus HIV yang ada dalam darahnya telah bangun dari tidurnya dan menjadi AIDS. Sisanya kl 30 jutaan lagi, menunggu dengan harap-harap cemas. Jumlah personel petugas ditambah, diperintahkan untuk tembak di tempat bagi siapa saja yang berusaha melarikan diri.

Sementara itu, ada harapan baru dari LIPI Bogor. Ditemukan formula senyawa baru yang bisa menumpas Virus HIV. Masalahnya, formula itu apakah bisa tetap digjaya tidak terhadap Virus HIV selanjutnya..?? Karena Virus HIV regenerasi berikutnya, biasanya lebih kebal dari yang sebelumnya…

 

Note Redaksi:

Steven Timotius Sunjaya, selamat datang dan selamat bergabung di BALTYRA. Semoga betah dan kerasan. Sepertinya ada genre baru lagi di rumah kita bersama ini. Dengan senang hati ditunggu lanjutan science fiction ini… Terima kasih Dewi Aichi yang sudah membawa ‘angin segar’ mengajak Steven Timotius Sunjaya bergabung.

 

 

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.