[Cerbung Chaos] Bencana Itu Tiba

Steven Timotius Sunjaya

 

Januari 2020

Dr. Steven Sim alias Popeye, sedang berdiskusi dengan rekan-rekannya di laboratorium LIPI Bogor, mereka sedang mencoba senyawa baru AZT ++ untuk bisa melumpuhkan pertumbuhan virus HIV, ketika seorang petugas memberi tahu bahwa ada tamu dua orang, yaitu seorang gadis muda bernama Wanda dan seorang pria setengah baya bernama Ronald ingin segera bertemu dengannya, Wanda mengaku mantan pasien Popeye…

Popeye mengernyitkan dahinya, berusaha mengingat-ingat, apakah ada salah seorang pasiennya dahulu yang bernama Wanda..?? Dia tak berhasil mengingatnya. Namun Popeye penasaran, siapa Wanda dan apa maksudnya ingin bertemu dengannya..?? Popeye memutuskan untuk menemui mereka.

Di ruang tamu, Wanda dan Ronald sudah menunggu, terlihat sekali wajah mereka tegang. Popeye masuk dan menyalami mereka…
“Pagi ..” katanya..”Apakah kita pernah bertemu..?”

“Saya pernah mengantar teman saya Susan waktu periksa sama pak dokter..” kata Wanda.

“Dan ini ayah saya, Ronald….”

“Oh…” kata Popeye….

“Yaa, saya ingat ..Susan.., bagaimana kabarnya sekarang, iritasi kulitnya sudah sembuh..??”

“Sudah dok, coba pak dokter lihat ini ..” Wanda menyodorkan hp nya, Popeye membaca text yang ada di situ…

‘Saya tak bisa bicara banyak di sini, nyawa bapak terancam, ikutlah kami keluar, mobil sudah menunggu..’

Popeye berulang kali membaca text di hp itu, dan bergantian memandang wajah Wanda dan Ronald seakan tak percaya…jangan-jangan ini hanya pancingan, pikirnya, agar ia mau ikut mereka. Baru saja Popeye mu bilang bahwa mereka hanya bercanda, ketika terdengar ledakan keras dari dalam lab, belum habis rasa terkejutnya, tiba-tiba masuk beberapa pria mengenakan masker sambil memberondongkan senapan otomatis ke arahnya..

Dengan sigap, Wanda segera menubruk Popeye sehingga keduanya jatuh bergulingan, sementara Ronald sudah membalas tembakan para penyerang, dengan senjata otomatis pula. “DREDEDEDEDED….!!!” beberapa penyerang roboh bersimbah darah, Wanda dan Ronald segera menarik Popeye keluar dari ruangan itu…

Wanda memberikan sepucuk pistol pada Popeye..”Bisa menggunakannya..??” tanyanya..

Popeye mengangguk, untunglah hobbynya menembak, dan dia pernah berlatih dengan menggunakan senjata api. Mereka bergerak maju dengan hati-hati, beberapa penyerang menembaki mereka, Popeye dan Wanda balas menembak, beberapa penyerang roboh.

Dengan cepat, mereka menyusup keluar, entah dari mana datangnya, sekelompok orang bermasker menyerbu tempat itu dengan amunisi lengkap, terdengar ledakan granat beberapa kali, staff LIPI kocar-kacir melarikan diri, sisanya bersembunyi…para penyerang itu kemudian membakar gedung…

Popeye dan dua sahabat barunya masuk kedalam mobil Alphard warna hitam yang rupanya sudah menunggu mereka, begitu ketiganya naik, mobil segera tancap gas meninggalkan kantor LIPI Bogor…

“A.. apa yang terjadi..??” tanya Popeye, setelah jantungnya agak tenang….

Ronald menghela nafas : “Ini semua akibat ‘nyanyian’mu, 5 tahun yang lalu..” ujarnya…

“Hyaa, dokter pernah bilang sama semua orang, bahwa akan terjadi wabah aids tahun 2019, dan chaos tahun 2020, dan kini sudah terjadi….” kata Wanda..

“Para penyerang itu adalah kelompok yang sudah terkontaminasi virus HIV, tapi belum masuk camp karantina, dan di antara mereka, ada yang anggota TNI, mereka terkontaminsi virus HIV oleh makanan kaleng dari Hong Kong dan buah-buahan import dari Brazil..” kata Ronald..

“Dan ada issue bahwa jika pengidap virus HIV masuk karantina, berarti mereka mati, banyak yang ditembaki petugas, dianggap mau melarikan diri dll….”

“Tunggu ” kata Popeye, bagaimana kalian bisa masuk dengan membawa senjata..??” tanya Popeye bingung..

“Kepala Security tadi Kol Bram, itu teman papa sejak kecil,” jawab Wanda Margareta

“Lantas… mengapa mereka menyerang LIPI….?? ” tanya Steven Sim alias Popeye…

“Ada dua sebab…pertama mereka menganggap LIPI sudah tak ada gunanya lagi, jadi sebaiknya dihancurkan..” jawab Ronald…

“Dan sebab yang kedua ..?? ” tanya Popeye….

“Sebab yang kedua..” kata Ronald…..

“Mereka ingin membunuhmu Dr. Steven Sim, alias Popeye, karena nyanyianmu-lah, teman-teman mereka dibantai di camp karantina….” jawab Wanda…

Seketika wajah Popeye jadi kecut. Mobil berhenti di pinggir jalan, penumpangnya dn sopir turun untuk buang air kecil. Beberapa kali mereka berpapasan dengan serombongan mobil militer, mobil terpaksa berhenti,Wanda dan Ronald melambaikan tangan, sementara sopir, yang bernama Agus, hanya berdiam diri. Semakin siang, mobil dari arah Jakarta semakin banyak, jalanan jadi macet…

disaster

“DKI sedang diserang..” gumam Wanda….

Ronald, Agus dan Popeye melihat ke arah DKI, nampak asap membubung tinggi, beruntung Popeye tinggal sendirian di Jaksel, keluarganya semua ada di DIY. Mobil yang keluar dari arah Jakarta semakin banyak, jalanan jadi tersendat, kini tampak mobil-mobil militer juga berseliweran…

Menjelang malam, mereka sampai di Sukabumi, kota kelahiran Ronald, Agus dan Wanda. Mobil berhenti di sebuah rumah yang cukup besar di pinggiran kota. Setelah minum kopi panas, mereka mencari berita di TV. Sungguh mengejutkan..!! Kemenhan sedang pidato:

“Bahwa telah terjadi penyerangan di kota-kota strategis di pulau Jawa dan Bali secara serempak oleh gerombolan yag diduga berasal dari kamp-kamp karantina dari Pulau Sumba, Sumbawa Flores dan sekitarnya. Diduga ada pihak ketiga dari luar yang mendukung pemberontakan ini..!! Dan saat ini masih terjadi baku tembak antara pasukan pemerintah dan anggota pemberontak. Diduga pula ada sebagian perwira TNI dan Kepolisian yang terlibat. Jam malam diberlakukan mulai malam ini…!!! Segera lakukan koordinasi antara penduduk dan keamanan setempat!! Jika ada orang yang tidak dikenal, masuk ke wilayah anda, laporkan kepada pihak yang berwenang segera…!!!”

Ronald : “Ini perang saudara…!! “

Agus : “Tak akan ada yang menang, semuanya binasa..!!!”

Wanda : “Ada yang tidak beres di kamp karantina…Mesti ada provokatornya…..!!”

Popeye : “Andai senyawa penumpas HIV telah ditemukan..”

 

[to be continued]

 

 

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.