Mudik 2014 – 2015 (10): Jepara

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO ANDA SEMUA YANG BERBAHAGIA . . . .

Salam jumpa di hari Selasa dengan oret-oretan Dj. Kali ini, kami akan ke Jepara, karena memang sudah beberapa tahun ini, “mikir” ingin punya rumah di Jepara, atau Bali, kalau pensiun nanti. Okay, itu cerita lain kali, kali ini hanya ingin jalan-jalan saja, sambil sedikit mengenal suasana di Jepara, apakah kira-kira cocok. Karena Jepara juga memiliki pantai yang indah, seperti pantai Bandengan.

Okay… pagi setelah berenang dan sarapan di hotel, maka mobil yang kami sewa sudah siap di depan hotel. Hanya menunggu kakak yang ingin ikut ke Jepara. Satu hari sebelumnya, Dj. iseng telpon Ikha, yang mana memang sebelumnya kami pernah ngobrol dan Dj. ceritakan, kalau kami tidak bisa mampir ke Kudus. Jadi kami hanya minta, kalau mungkin Ikha yang ke Semarang. Ikha kedengaran dari suaranya, sedikit bingung….. Karena dia ingin bertemu dengan kami, tapi ada halangannya, yaitu pekerjaan.

Lalu pagi itu Dj. telpon dan berkata…. tolong beri saja alamat Ikha, karena ada saudara yang akan ke Surabaya dan lewat Kudus. Jadi kami bisa titipkan sesuatu untuk Ikha…. Akhirnya Ikha, setuju, walau… kedengaran, kalau dia ingin sekali ke Semarang, untuk bertemu dengan kami.

Okay… pendek cerita, setelah kakak datang, kami segera meluncur ke Kudus, tanpa setahu Ikha. Sesampainya di Kudus, Dj. minta pak sopir untuk telpon Ikha dan kami semua di mobil diam. Jadi hanya pembicaraan pak Sopir dan Ikha, dimana pak sopir berkata: “Hallo… ini mbak Ikha….??? Saya yang bawa titipan dari mas Dj. Ini alamatnya di mana….???” Kami di mobil sudah cekikikan, untung Ikha tidak dengar, bisa kacau. Selesai pembicaraan di telepon, akhirnya kami berhenti (parkir) di depan supermarket, yang katanya, ada di sebelah tempat kerja Ikha.

Kami bertiga masuk ke supermarket, hanya pak sopir yang nunggu di samping mobil. Dari dalam supermarket, kami lihat Ikha datang mendekati pak sopir dan entah bicara apa, mungkin nanya sesuatu, lalu dia berjalan masuk ke supermarket. Saat dia masuk dan melihat kami, jadi rame, dia kelihatan sangat happy dan segera kami bergantian memeluk Ikha.

jepara01

Puji TUHAN!!! Ikha dikasih ijin untuk libur setengah hari, jadi setelah sekalian beli minuman di itu supermarket, kami antar Ikha ke rumahnya, sambil berkenalan dengan ibunya Ikha. Kami kemudian melanjutkan perjalanan ke Jepara. Tapi, sebelumnya, kami sempat mampir ke pasar, karena permintaan Dewi untuk membeli baju budaya Jawa yang hanya ada di pasar itu.

Dalam perjalanan ke Jepara, Ikha kelihatan tenang dan wajah yang riang, mungkin ya senang akhirnya bisa bertemu kami. Kamipun banyak cerita ngalor-ngidul….

jepara02

Akhirnya kami sampai di tempat tujuan yang ingin kami lihat, yautu monumen kura-kura di Pantai Kartini. Karena sudah siang dan lapar, maka kami terlebih dahulu, mencari tempat untuk makan siang. Tapi saat menuju tempat untuk makan, kami melihat penjual kenang-kenangan dari kulit kerang.

jepara03

Dan ditemani Ikha, selain beli kerang, Susi juga beli topi, karena merasa sangat panas yang menusuk kepala.

jepara04

Kemudian kami mampir di salah satu warung untuk makan siang di sana, kami beranikan, karena memang sudah lapar dan kami pikir, kalau ikan bakar, pasti bersih. Jadi kami memesan ikan bakar, kerang dan entah apa lagi…. Ooooo… ya tidak lupa, kelapa muda yang segar di leher….. Hahahahahahahaha….!!!

jepara05 jepara06 jepara07 jepara08 jepara09

Kamipun mengelilingi itu bangunan yang berbentuk kura-kura yang sangat buesaaaar….Dan udara laut yang segar….. Walau matahari sangat menyengat, membikin mata kami semakin sipit…(mungkin mataharinya sedang marah…. Hahahahaha…..).

jepara10

Bisa melihat pemandangan laut yang sangat indah dengan angin yang sepoi-sepoi menampar wajah kami…

jepara11 jepara12 jepara13 jepara14 jepara15 jepara16

Setelah puas berkeliling, maka Susi ingin masuk ke dalam bangunan kura-kura tersebut. Ternyata, di dalamnya banyak sekali aquarium dengan ikan yang bermacam-macam. Sayang sedikit gelap, jadi kami tidak banyak ambil foto.

jepara17 jepara18 jepara19

Di dalam bangunan juga ada ukiran kayu berbentuk kepiting dan juga kura-kura. Sayang tidak ada yang bisa ditanya, apakah itu dijual atau tidak. Mungkin juga hanya sebagai hiasan saja…

jepara20 jepara21

Setelah kami puas melihat-lihat di dalam bangunan itu, Ikha tidak ikut masuk, tapi menemani kakak Dj. di luar yang mana kemungkinan, mereka sholat bersama. Setelah puas melihat-lihat, maka kami meninggalkan pantai Kartini dan menuju ke Kudus, untuk antar Ikha ke rumah.

Saat akan keluar kota Jepara, Dj. masih sempat melihat beberapa toko ukiran, namun saat itu tidak ada yang cocok dengan selera Dj. Maka kami melanjutkan perjalanan ke Kudus. Saat akan keluar kota Jepara, kami benar-benar sedikit kaget akan asap yang keluar dari kendaraan bermotor. Satu pertanyaan di benak Dj., bagaimana mungkin mereka bisa hidup setiap hari dalam udara yang sangat kotor ini….???

jepara22

Tapi sedikit meninggalkan kota Jepara, udara semakin bersih dan di pinggir jalan, banyak penjual buah durian yang santai menanti pembeli.

jepara23

Dj. tawarkan ke Ikha, apa tidak ingin membeli untuk keluarga di rumah…..Tapi Ikha menolak, karena di rumah tidak ada yang doyan….. Hahahahahahahaha…..!!! Dan kemudian satu pemandangan yang luar biasa, satu sepedamotor beroda tiga (Trike) yang ingin mendahului mobil….Hebat sekali, seperti di sirkus…. Berani mati ini orang….. Hahahahahahahaha…….!!!

jepara24

Okay….
Akhirnya kami sampai di rumah Ikha, istirahat sebentar, disuguhi minuman dingin yang menyegarkan, oleh ibunya Ikha. Keluarga yang sangat ramah sekali. Sambil menanti kakak yang sholat, kami hanya sedikit ngobrol, sayang lupa ambil foto. Saat kami meninggalkan rumah Ikha, kami masih dibekali beberapa lonjor jenang (dodol) Kudus yang sungguh sangat enak.

Hanya saja, sayang sangat berat, jadi kami tidak mungkin bawa ke Jerman, malah habis dalam perjalanan berikutnya. Sampaikan rasa terimakasih kami, untuk ibu dan adik Ikha yang begitu baik hati terhadap kami.
Walau saat itu, adik Ikha tidak keluar, malah sibuk beli jenang. Semoga TUHAN saja yang membalas kebaikan keluarga Ikha. Salam hormat kami dari Mainz.

Nah……Kiranya anda semua bisa turut menikmati perjalanan kami ke Jepara bersama Ikha. Terimakasih kepada pengasuh Baltyra yang selalu menayangkan oret-oretan Dj. yang sederhana ini. Terimakasih kepada anda semua yang selalu menanti hari Selasa untuk membaca oret-oretan Dj.

Mohon maaf bila ada kata-kata yang tidak berkenan dan kiranya Kasih dan Berkat TUHAN, selalu menaungi kita semuanya.

Salam manis dari Mainz.
Dj. 813

jepara25

 

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *