[Cerbung Chaos] Road to Sumbawa

Steven Timotius Sunjaya

 

Malam itu Steven Sim alias Popeye dan ketiga sahabat barunya, Agus, Ronald dan Wanda, tak bisa tidur dengan nyenyak, mereka bagaikan menghadapi mimpi buruk yang menjadi kenyataan, wabah aids telah menjadi setan yang menakutkan, memporak-porandakan sisi kemanusiaan yang ada.

Popeye telpon papi-maminya di daerah Gunung Kidul Yogyakarta, syukurlah, mereka sehat dan aman-aman saja, justru penduduk di kotalah yang kuatir, para pemberontak terang-terangan makar dan bermaksud merebut kekuasaan negara, mereka menangkapi penduduk, kemudian menyuntikkan virus HIV ke tubuh mereka secara paksa, sungguh biadab..!!!

Popeye berbaring dengan gelisah, sempat pulas 2 jam tadi, tapi kini dia terjaga, diliriknya arlojinya, baru pukul 03.10 dini hari, dia bangun, dan keluar dari kamar, dan duduk di ruang tamu, melamun sendirian.

Langkah kaki yang halus mendekatinya, Popeye melirik, ternyata Wanda, matanya sembab, sepertinya dia baru menangis…Wanda duduk disamping Popeye..

“Dokter…” kata Wanda….
“Yaa..” jawab Popeye…
“Kakakku, David, masih ada di kamp karantina…”
“Oh….” jawab Peter…
“Tadinya sama papa juga, tapi papa berhasil kabur…”
“Oh…” Popeye menahan nafasnya…
“Itulah sebabnya kami menolongmu, kami ingin agar dokter tahu keadaan yang sebenarnya, aku adalah anggota Paspanpres, itulah sebabnya aku mahir menggunakan berbagai senjata, harusnya saat ini aku bertugas di Istana, namun situasi menyebabkan aku tak berada di sana, papa dan kakakku terkontaminasi HIV setahun yang lalu, dari makanan kaleng yang mereka beli di mall.”

Saat sampel darah di cek, dan ketahuan positif, mereka langsung ditahan dan dibawa ke pulau pusat karantina, Pulau Sumbawa, papaku seoraang letnan TNI, sedangkan kakakku hanya karyawan biasa, sebulan yang lalu papa kabur, dibantu oleh David, saat itulah aku teringat ramalan pak dokter, jadi kami berunding……

Rencana penyerbuan LIPI itu sudah lama direncanakan, jadi papa tahu detilnya, karena papa termasuk yang diikutkan operasi, tapi kemudian papa punya pemikiran lain…papa masih mempunyai harapan, bahwa dokter bisa memberi solusi yang lebih baik…..”

Pantaslah mereka tangkas dalam pertempuran, pikir Popeye

“Btw, trims telah menyelamatkan aku….” kata Popeye
“Papa sebenarnya tak setuju dengan penyerbuan itu… ” kata Wanda…
“Ok…” kata Popeye…” Sebenarnya kami juga sedang berusaha keras, siang dan malam, kemarin itu, kami sedang uji coba senyawa baru AZT ++..”
“Dan bagaimana hasilnya..?? ” kata Ronald yang tahu-tahu sudah berada di situ….
“Virus HIV ini memng sangat licik, pada regenerasi virus berikutnya sudah terbentuk kekebalan terhadap senyawa/formula yang tadinya berhasil menghambat pertumbuhannya, tapi kami percaya, pastilah ada satu jenis formula yang bisa ampuh membasmi virus HIV itu, hanya Tuhan belum berkehendak ….” jelas Popeye.

Kemudian, mereka memutuskan untuk beristirahat kembali…

—————–

Pukul 08.15 hp Popeye berbunyi, ternyata dari Ketum BIN Fransiska Ningsih..

“Hallo Dr Popeye…gimana kabarnya..?? “
“Baik bu..” jawab Popeye” Gimana situasi di DKI ??….” tanya Popeye
“Masih mencekam, pertempuran masih berlangsung, tapi pemberontak mulai terdesak,
dokter berada dimana sekarang..?? “
“Saya di Sukabumi bu, bersama para penolong saya…”

Kemudian Popeye menceritakan kronologis peristiwa yng menimpa dirinya..

“Ok, kami akan segera ke tempat dokter, pemerintah memang ada rencana untuk membumi-hanguskan semua kamp konsentrasi, karena mereka telah makar..!!! ” kata Fransiska..
“Tapi presiden meminta kami untuk mendalami dahulu keadaan di Sumbawa, pusat kamp karantina, nantinya hasil ivestigasi kamilah yang akan menentukan..”
“Hyaa bu, saya mengerti…..

Sebentar bu, kami akan berunding dulu sama teman-teman..” kata Popeye. Kemudian Popeye menceritakan apa yang terjadi, Ronald dan Wanda akhirnya menyetujui untuk bekerja sama dengan BIN. Popeye kemudian memberi tahu alamat rumah Ronald pada Fransiska Ningsih…

————————-

Pukul 14.00 Fransiska datang bersama 8 personel BIN dengan memakai helikopter, kebetulan tak jauh dari rumah Ronald, ada sebuah lapangan, jadi heli bisa mendarat di situ. Mereka saling berkenalan, kemudian, mengingat waktu yang mendesak, mereka segera berunding…

Hasil rapat :
– Diputuskan mengadakan operasi penyusupan [infiltration] ke pusat kamp di pulau Sumbawa dengan nama operasi: “Catch The Rainbow / Menangkap Pelangi “.
– Operasi dipimpin oleh Wakil Ketua BIN David Lienar, dibantu oleh ketiga wakilnya yaitu Ronald Hanafi, Dr Steven Sim alias Popeye dan Wanda Margareta, berikut 6 personel BIN dan Agus Sugiono sebagai anggota
– Tujuan operasi adalah memastikan, apa yang sebenarnya terjadi di kamp karantina Sumbawa, jika ada provokator yng membahayakan, tangkap dan amankan dengan segera.
– Diharapkan semua anggota team Catch The Rainbow kompak dan saling bahu membahu…

sumbawa

Sumbawa

 

Fransiska mengakhiri rapat itu dengan doa bagi semua pemimpin negara dan keselamatan banga. Pukul 17.00 heli pengangkut personel operasi tiba…

Setelah mengecek perlengkapan kembali, ke sebelas orang itu berangkat dengan seribu harapan……

 

[to be continued]

 

 

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.