[Cerbung Chaos] Run Like Hell

Steven Timotius Sunjaya

 

Mereka berjalan beriringan, Steven Sim alias Popeye, menangkap bahaya lain jika tidak segera beraksi, demikian juga dengan Wanda dan Ronald, dalam hitungan sepersekian detik, ketiganya menubruk dan menyergap GPK yang berada paling dekat dengan mereka, melumpuhkan, dan merebut senjatanya, dan serempak lari secepatnya ke berbagai arah, Ronald lari bersama anaknya Aguan David, sementara Wanda dan Popeye lari sendiri-sendiri ke dua arah. Para GPK ricuh, berondongan peluru bagai hujan menyirami keempatnya, untunglah suasana gelap membantu mereka.

run-like-hell

“DREDEDEDEDED…!!!” bunyi senjata otomatis menghentak keheningan malam…Keempatnya bergulingan dan bersembunyi di antara bangunan, sambil terus berlari, berlari dan berlari, bagaikan dikejar neraka…

Menjelang fajar menyingsing, mereka sampai ke tepian hutan kembali. Popeye menjatuhkan dirinya ke sebuah rerumputan dan semak-semak, sambil beristirahat, untunglah GPK itu tidak menyita jam tangannya, karena di situ ada sebuah alat transmitter yang canggih, dan terhubung via satelit. Dicobanya menghubungi markas pusat.

“Bravo Eagle One…Bravo Eagle One..!!! ” kata Popeye…

Untunglah Fransiska Ningsih sedang on…

“Masuk Eagle Two…!! Eagle One copy..!! ” jawabnya..

“Eagle One, induk pipit terjebak, para pipit cerai berai, serigala mengintai…

Darurat..!! Kemungkinan penetrasi pagi ini!! Mohon izin menetralisir!! Mohon bantuan dari udara secepatnya. Koordinat menyusul..!! ” Popeye melapor…

“Copy Eagle Two….!! Izin diberikan, hati-hati terhadap Serigala Salju, dia sangat berbahaya!! 5 Fighting Falcon segera take off. Bebaskan para pipit segera..!! “

Tak lama, datang transmitter dari Wanda dan Ronald, Popeye segera memberi tahu di mana ia bersembunyi. Setengah jam kemudian mereka sudah bisa berkumpul kembali…

——————————————–

Pukul 08.00 Kamp Karantina Pusat Pulau Sumbawa. Snowdown memerintahkan 8 orang anggota operasi “catch the rainbow” untuk diikat di tengah-tengah kamp. Snowdown berpidato, memprovokasi penduduk agar melawan. Para penduduk kamp diberi tahu bahwa ada 8 mata-mata pemerintah yang telah ditangkap, ini merupakan bukti bahwa pemerintah tidak punya iktikad baik dan sudah berniat membantai mereka..

Sia-sia saja ketua operasi David Lienar menjelaskan, bahwa mereka mau nego, bahkan salah seorang GPK memukul muka David. Sementara itu, Popeye, Wanda, Ronald dan Aguan, melihat kejadian itu dari tempat tersembunyi. Snowdown sedang mempersiapkan regu tembak untuk menghabisi ke 8 orang yang terikat di tiang, di tengah-tengah kamp, di sebuah lapangan yang kosong. Penduduk makin banyak berdatangan, mereka bergerombol dan rata-rata berwajah beringas, mereka sudah terprovokasi.

 

Situasi benar-benar gawat!!!

Ronald melapor segera, lewat jam tangan transmitternya.

“Bravo Eagle One..!! Negosiasi gagal, nyawa pipit dalam bahaya!! Segera kirim elang pemusnah, ulangi…segera kirim elang pemusnah!!”

Fransiska menjawab: “Bravo Eagle Two…!! 5 Elang dalam perjalanan, double impact dalam 10 menit. The final countdown…!!! Koordinat penjemputan ada di …LU…LS….Koordinat ..x dan koordinat…y..!!”

Sepuluh menit…?? Mereka akan terlambat…

Popeye tiba-tiba melihat ada tangki bbm di sudut perumahan penduduk.

“Lindungi aku..!!” katanya…

Ronald dan Wanda mengerti maksud Popeye, mereka bersiaga….

Popeye berlari sekencangnya ke arah tangki bbm, beberapa GPK yang melihatnya, mencoba menghadang, namun Wanda dan Ronald yang mengikuti dari belakang, segera menembaknya dengan pistol rampasan.

“DORR…!!! DORR..!!! DORR..!!! “

Terdengar letusan beberapa kali, para GPK yang mencoba menjatuhkan Popeye, terjungkal. Setelah tangki itu berada dalam jangkauan tembak, Popeye segera melepaskan beberapa tembakan sambil berguling.

“DORR!!..DORR!! DORR!!…BLARRR…!!!”

Tangki meledak, suasana jadi kacau, para GPK dan penduduk kocar-kacir dikira ada serangan dari pemerintah. Ronald dkk segera membebaskan ke 8 rekan mereka, mereka lari berbaur dengan penduduk. Sementara itu, Snowdown rupanya sudah mengincar Popeye, dia mengejar Popeye dan mencegatnya..

Langkah Popeye terhenti, di depannya berdiri Snowdown dengan pandangan bengis.

Popeye berkata: “Sudah selesai Snowdown! Sebentar lagi banyak pesawat tempur yang akan ke sini! Menyerahlah selagi bisa..!!”

Snowdown tertawa…”Terlambat, kini atau nanti, pemerintah akan tetap menumpas..!! Inilah akhir dari dunia kita…!!”

Snowdown memberondongkan senjata otomatisnya pada Popeye yang terpaksa bergulingan untuk menghindari, sampai magasin Snowdown kosong, Snowdown membuang senjata itu, dan mencabut pistolnya, Popeye menggunakan kesempatan itu untuk menembak…

“Klik…klik..!!” ternyata pelurunya habis..

Snowdown tertawa, dia menodongkan pstolnya ke wajah Popeye, Popeye sudah pasrah…

“Selamat jalan Dr Popeye..!!” kata Snowdown. Popeye tertegun, mengapa Snowdown mengenalnya? Samar-sama dia seperti mengenal wajah Snowdown…wajah yang mirip dengan salah satu pasien yang pernah berobat padanya karena menderita sipilis.

Snowdown menarik pelatuk, Popeye memejamkan matanya…

“CRAAPP…!!! DORR…!!! “

Suasana seketika hening…

Popeye membuka matanya, ternyata dia masih hidup…!!

Tubuh Snowdown terjungkal, pistolnya memang menyalak, tapi menembak udara, sebuah pisau sangkur menancap di punggungnya pada saat yang tepat, di belakang Snowdown, berdiri Aguan David, si pelempar pisau yang menyelamatkan nyawa Popeye.

Para GPK memburu kesebelas orang itu yang lari bagai kesetanan, mereka berlari, dan terus berlari, sambil sesekali menembak ke belakang.

Sementara itu, di angkasa, 5 pesawat super jet F16 Fighting Falcon, telah sampai ke lokasi target, mereka segera melepaskan rudal beberapa kali….

“GLARRR…!!! GLARRR…!!! GLARRR…!!!

Beberapa anggota GPK roboh, sisanya kocar kacir melarikan diri. F 16 sengaja menghambat pengejaran GPK, agar anggota operasi catch the rainbow, bisa mencapai titik temu pada waktunya, dimana sebuah heli telah menunggu…

Sementara itu, puluhan batalion TNI mulai merapat ke pulau Sumbawa untuk mengamankan situasi. Sembilan aggota team berhasil naik heli, dua orang gugur terkena tembakan GPK.

Aguan David, Wanda Margareta, Popeye, David Lienar dan Agus Sugiono, tergeletak lemas di lantai heli, mereka baru saja mengalami peristiwa yang tak terlupakan sepanjang hidup mereka…

 

[to be continued]

 

 

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.