Festival Holi, Festival Penuh Warna

Ady Nugroho

 

Menjelang Hari Raya Nyepi, masyarakat Hindu Bali memiliki tradisi pawai ogoh-ogoh yang berpuncak pada pembakaran ogoh-ogoh yang melambangkan kejahatan. Pada waktu yang hampir bersamaan di bulan Maret 2015, masyarakat Hindu India merayakan Holi yang merupakan bentuk selebrasi kemenangan kebaikan melawan kejahatan. Festival ini dirayakan pada salah satu malam bulan purnama sehingga tanggalnya berubah-ubah setiap tahun.

Sebuah festival penuh warna menjadi puncak perayaan Holi keesokan harinya, di mana masyarakat berkumpul di tempat terbuka dan saling melempar serbuk berwarna-warni berbau harum. Sebagian juga melibatkan air berwarna-warni dalam balon atau kantong plastik. Tua-muda, besar-kecil, kaya-miskin, pria-wanita, dan dari kasta-kasta yang berbeda melebur menjadi satu dalam permainan ini.

 

Holi di London

Festival ini pun menyebar ke berbagai negara di luar Asia Selatan dan menjadi populer di berbagai kalangan tanpa mengenal agama, ras, etnis, dan kebangsaan. Sejumlah pihak penyelenggara, entah itu bersifat amal atau komersial, khusus menggelar festival ini di lapangan-lapangan atau taman-taman selama musim panas. Dan, tiketnya selalu laku keras.

Saya beruntung mendapat kesempatan mencoba ikut serta dalam festival Holi di London bersama rekan-rekan kerja dalam sebuah acara sosial yang diadakan kantor awal Maret lalu. Bedanya, karena waktu itu masih termasuk musim dingin, festival berlangsung di dalam ruangan (atau lebih tepatnya tenda besar). Karena ditujukan bagi para pekerja sepulang kantor, festival yang saya ikuti ini tidak memakai air, hanya serbuk berwarna-warni.

holifestival.com

holifestival.com

Awalnya, saya ragu-ragu untuk ikut serta karena tidak ingin pakaian kerja terkena noda serbuk berwarna-warni tersebut. Tetapi setelah diyakinkan beberapa rekan bahwa cara kerja mesin cuci akan mampu mengatasi noda-noda tersebut, saya pun turun ke arena. Kami pun bersiap mengenakan pakaian pelapis dan plastik pembungkus kaki yang disediakan penyelenggara. Pakaian tersebut berbentuk seperti baju bayi berupa terusan dari ujung kepala hingga mata kaki. Semua bagian tubuh tertutup, kecuali bagian wajah dan telapak tangan.

Beberapa orang langsung melempar serbuk walaupun peluit tanda mulai belum ditiup. Akibatnya, beberapa di antara kami, termasuk saya, sempat mengecapnya di lidah. Wangi memang, tapi pahit dan tidak menyenangkan di mulut. Terlepas dari itu, permainan berjalan seru dan penuh tawa karena tidak ada satu pun di antara kami yang bisa melindungi muka dari serbuk. Hasilnya, sangat sulit mengenali wajah masing-masing orang karena tertutup serbuk tersebut.

Walaupun mengenakan pakaian pelapis, baju kerja tetap tidak luput dari noda serbuk berwarna-warni karena pakaian pelapis tersebut hanya terbuat dari kain tisu yang serat-seratnya sangat jarang. Beberapa di antara kami melanjutkan bersosialisasi di café sebelah setelah permainan usai. Saya memutuskan segera pulang tak lama kemudian, lagi-lagi dengan alasan pakaian kerja.

www.happyholi2015images.co.in

www.happyholi2015images.co.in

Kebetulan hari itu saya memakai pakaian berwarna terang. Untungnya, saya paham cara menghilangkan noda yang benar dan cara kerja mesin cuci seperti dijelaskan di sini, sehingga sesampai di rumah saya langsung kibaskan baju dan celana untuk meluruhkan serbuk sebanyak mungkin, lalu memasukkannya ke dalam mesin cuci. Saya jalankan mesin cuci pada putaran pembilasan tanpa deterjen dengan air biasa hanya untuk mengangkat serbuk yang tersisa. Pakaian keluar dari mesin cuci dalam keadaan bebas noda, tinggal dicuci bersama pakaian-pakaian lain.

Saran saya, kalau teman-teman tahu akan bermain Holi, kenakan pakaian usang yang bisa langsung dibuang. Atau, ketahui cara mencuci dan cara kerja mesin cuci yang benar sehingga noda serbuk berwarna-warni tersebut tidak justru semakin melekat di kain.

Teman-teman akan semakin memahami indahnya perbedaan warna melalui permainan ini.

 

Note Redaksi:

Ady Nugroho, selamat datang dan selamat bergabung. Senang mengetahui akhirnya seorang silent reader lagi yang memutuskan ‘pensiun’ dan mengirimkan artikelnya. Terlebih lagi spesialisasi artikel tentang jalan-jalan dan perjalanan akan sangat menambah ‘ilmu’ para Baltyran jika ingin jalan-jalan baik dalam ataupun luar negeri. Semoga betah dan kerasan…ditunggu artikel-artikel lainnya.

 

 

About Ady Nugroho

Tukang jalan-jalan keliling dunia yang sekarang tinggal di Inggris. Memutuskan meramaikan BALTYRA.com dengan spesialisasi artikel-artikel yang terkait dengan jalan-jalan. Baik di dalam maupun di luar negeri, pengalaman perjalanan, tips perjalanan seperti cara berburu tiket murah, mengemas tas backpack, tidur nyaman di bandara, dll. Artikel-artikel tersebut akan dikaitkan dengan cara perawatan perlengkapan jalan-jalan khusus, misalnya cara mencuci sleeping bag, cara mencuci selama perjalanan dan banyak lagi hal yang terkait dengan jalan-jalan menyusuri bumi ini.

Arsip Artikel

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.