Kisah Pengawal yang Setia

Henky Honggo

 

Note Redaksi:

Karena satu dan lain hal, artikel ini yang seharusnya tayang tanggal 5 April tepat dengan Hari Raya Qing Ming, jadi terlewat dan baru bisa tayang hari ini. Namun semoga tidak terlalu terlambat, karena perayaan Qing Ming biasanya dua minggu sebelum tepat hari raya’nya dan dua minggu setelah hari raya Qing Ming.

 

qing-ming

Festival Makanan Dingin

Istilah cheng beng memang tidak asing di telinga, jika sudah mendekati bulan April. Benar sekali, tepatnya tanggal 5 April 2015, bagi warga keturunan Tionghoa merayakan festival cheng beng atau 清明 (qīng míng). Dalam festival ini, biasanya dilakukan ritual nyekar ke makam leluhur dengan tujuan untuk menghormati keluarga yang telah mendahului. Setelah acara nyekar, biasanya ada penganan yang disajikan untuk dihidangkan, karena ada satu festival lagi yang dirayakan yaitu festival makanan dingin (寒食 hán shí).

Mengapa demikian? Karena makanan yang disajikan tersebut bersifat “dingin”. Contoh makanan yang dingin adalah bubur gandum manis (餳大麥粥 xíng dà mài zhōu), yang terbuat dari gandum yang digiling dan dimasak dengan kacang almond ), setelah dingin dan mengeras, lalu dipotong dan ditaburi gula. Ada juga makanan kue kurma Tiongkok (棗糕 zǎo gāo) dan bubur kering (乾粥 gān zhōu). Adat istiadat ini sudah ada sejak zaman spring and autumn (春秋戰國 chūn qiū zhàn guó), yaitu 700 tahun sebelum masehi.

 

Asal Muasal

Pada zaman negara perang spring and autumn, kaisar 晉獻公 (jìn xiàn gōng) mempunyai selir 驪姬 (lí jī) yang mengangkat anaknya naik tahta dengan cara membunuh putra mahkota 申生 (shēn sheng). Adik dari putra mahkota yang terbunuh adalah 重耳 (zhòng ěr), yang melarikan diri guna menghindar dari pembunuhan. Selama pelarian Zhòng Er selalu mendapat penghinaan, karena semua pejabat pun pada menghindar dan hanya beberapa pejabat yang masih setia mengabdi kepada Zhòng Er, salah satunya adalah 介子推 (jiè zi tuī). Pada saat Zhòng Er pingsan karena kelaparan, Jiè Zi Tuī ini yang menolong Zhòng Er dengan memotong daging di bagian pahanya untuk dimasak dan diberikan kepada Zhòng Er untuk dimakan.

Setelah 19 tahun kemudian, Zhòng Er kembali ke negaranya dan menjadi kaisar yang dikenal dengan nama 晉文公 (jìn wén gōng). Pada saat itu Jiè Zi Tuī hampir dilupakan, dan ada pejabat yang mengingatkan kaisar Jìn Wén Gōng, sehingga sang kaisar teringat kembali jasa Jiè Zi Tuī ini. Kaisar Jìn Wén Gōng memerintahkan bawahannya untuk menjemput Jiè Zi Tuī, ternyata tidak berhasil. Akhirnya kaisar Jìn Wén Gōng secara langsung menjemput Jiè Zi Tuī. Sesampai di tempat Jiè Zi Tuī, kaisar tidak bisa menemukannya, karena Jiè Zi Tuī bersama ibunya masuk ke gunung Mian (綿山 mián shān) yang sekarang adalah 山西介休縣東南 (shān xī jiè xiū xiàn dōng nán). Kaisar Jìn Wén Gōng mencari sampai ke dalam hutan dan tidak menemukannya. Ada usulan kepada kaisar dari para pengawal supaya membakar hutan di gunung Mian tersebut, agar Jiè Zi Tuī bisa keluar dari gunung Mian. Kaisar memerintahkan untuk membakar gunung Mian, api membakar gunung Mian selama tiga hari.

 

Gunung Mian Padam

Setelah padam Jiè Zi Tuī tidak keluar, dan pada saat dicari dan ditemukan, Jiè Zi Tuī bersama ibunya dalam kondisi sudah hangus terbakar dengan memeluk pohon Willow (柳樹 liǔ shù). Kaisar Jìn Wén Gōng langsung berlutut di depan jenazah Jiè Zi Tuī. Pada saat pohon Willow diperiksa, di dalam lubang pohon tersebut ditemukan sehelai kain baju (衣襟 yī jīn) yang berisi puisi yang ditulis dengan darah Jiè Zi Tuī, Maksud dari puisinya adalah kesetiaannya kepada kaisar, apa pun yang dilakukan, semuanya untuk kaisar dan kerajaan.

qingming

Setelah membaca puisi ini, kaisar Jìn Wén Gōng memakamkan mereka di bawah pohon Willow. Untuk mengingat jasa Jiè Zi Tuī, maka nama gunung Mian diganti menjadi gunung Jie (介山 jiè shān), di atas gunung dibangun rumah untuk peringatan kepada leluhur (祠堂 cí tang). Sejak saat itu, hari dimana gunung Mian tersebut dibakar ditetapkan sebagai hari festival makanan dingin (寒食節 hán shí jié) untuk seluruh negeri. Setiap tahun tidak boleh ada yang menyalakan api selama festival makanan dingin ini, hanya boleh mengkonsumsi makanan dingin. Kaisar Jìn Wén Gōng memerintahkan untuk menghormati kepada orang yang lebih tua, untuk mengenang Jiè Zi Tuī. Pada saat kaisar Jìn Wén Gōng berkunjung kembali ke gunung Mian melihat pohon Willow yang dahulu mati terbakar, sekarang sudah bersemi kembali. Maka sejak saat itu kaisar menetapkan hari tersebut sebagai hari perayaan Cheng Beng (清明節 qīng míng jié). (henky honggo)

 

 

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *