Prestasi

Anwari Doel Arnowo

 

Itu bisa dicapai dengan sengaja ataupun malah tidak sengaja. Semestinya prestasi itu bisa dicapai oleh siapa saja asal ada datanya. Pasti ada seorang yang memang pada dasarnya amat pemalas, maka dia akan suka rela men”takdir”kan dirinya sendiri sebagai orang tidak berprestasi. Ini memang banyak terjadi dan dia juga tidak sadar telah membuat pilihan seperti itu. Selama hidup, saya juga mengalami pasang surutnya semangat hidup. Naik, turun dan naik lagi. Tidak apa-apa. Semua manusia mestinya mengalami yang sama dengan yang saya alami.

Seberapa buruknya kehidupan saya, sayapun  pernah melambung lagi ke atas, persis seperti grafik sinus (Inggris: sines) dan cosinus (Inggris: cosines) di dalam Ilmu Ukur Sudut. Saya memang tidak suka grafik Tangens (Inggris: Tangent) atau kebalikannya cotangens (cotangent). Kurvanya bergaris terlalu curam naik dan turunnya. Kalau jatuh, sakit!! Itu seperti ulah seorang politikus hebat dan jadi terkenal sebentar, tiga empat tahun, kemudian terlibat kasus yang criminal dan dia berakhir di penjara menjalani hukuman pidana.

Berkali-kali saya sudah pernah mencapai prestasi sesuai dengan  keinginan dan penilaian saya sendiri. Beberapa ada yang telah dianggap lebih dari biasa dan mendapat pujian orang atau pihak lain, akan tetapi itu saya tidak ingin memamerkannya. Amat nikmat bila saya rasakan sendiri sebagai sebuah hasil yang amat melekat ke dalam memori pribadi saya.

Juga ketika seseorang yang biasa tiba-tiba menjadi idola masyarakat meski hanya sementara, seperti di Face Book dan lain-lain Jaringan Soksial (maaf salah ketik, mestinya Sosial), lalu kawin cerai, lalu narkoba, lalu selanjutnya anda bisa tebak sendiri apa yang terjadi. Itu adalah gambaran kurva garis nasibnya seperti Tangent dan Cotangent. Yang seperti ini dialami oleh Ken Arok, oleh Adolf Hittler, Saddam Hussein dan banyak orang yang naik tinggi cepat dan turunnya terlupa untuk membuka parachutes. Gedebug, kata orang Jawa, modar deh. Memang bonek (bondo nekat) yang sekarang sudah meningkat menjadi istilah DARWIS (Modar Iyo Uwis).

Itu semua ada penyebabnya, antara lain ada keinginan normal seorang manusia yang disebut dengan istilah mencapai PRESTASI. Anda pasti setuju bahwa kata ini menambah rasa bahagia bagi siapa saja yang berhasil memperolehnya. Bila dia mampu mengelolanya dengan baik, syukur, dan  itu akan menyenangkan hati. Bukan sedikit yang berprestasi akan tetapi telah tidak berhasil mengelolanya mempertahankan posisi baiknya malah menjadi turun kembali menuruni garis cotangent.

Ke bawah garis dasar. Padahal garis dasar adalah petunjuk berawalnya suatu upaya yang menjadi titik awal sebuah prestasi. Saya pernah membaca buku di salah satu perpustakaan di Toronto, saya lupa judulnya dan isinya menceritakan prestasi Angkatan Laut Amerika Serikat yang berhasil membawa sebuah kapal selam bertenaga Nuklir pertama bisa ber”layar” di bawah  permukaan air selama sekian lamanya dan bisa muncul kembali ke permukaan air. Di mana titik tepatnya di mana munculnya? Di titik KUTUB UTARA. Permukaan air, mungkin lebih tepat bila dikatakan sebagai muncul di permukaan es dan salju. Itu bacaan saya yang membuat saya susah berhenti membacanya. Saya menerawang ke angkasa mencoba menyelami bagaimana rasanya bila mana ber”layar” seperti itu.  Silakan buka link berikut :

http://en.wikipedia.org/wiki/USS_Nautilus_%28SSN-571%29

USS Nautilus (SSN-571)

From Wikipedia, the free encyclopedia

For other ships of the same name, see USS Nautilus and Ships named Nautilus.

The retired Nautilus heads home on 8 May 2002, after preservation by the Electric Boat Division.
Career (US)
Name:USS Nautilus
Operator: United States Navy
Awarded:2 August 1951
Builder:General Dynamics
Laid down:14 June 1952
Launched:21 January 1954
Sponsored by:Mamie Eisenhower
Completed:22 April 1955
Commissioned:30 September 1954
Decommissioned:3 March 1980
Struck:3 March 1980
Status:Museum ship

Itu dikutip sebagian saja dari Wiki. Untuk keperluan pembaca terikut meresapi kerja besar membangun Nautilus dan menggambarkan sampai akhir tugasnya. Berikut adalah Prestasi orang Indonesia PERTAMA pada setengah abad kemudian sejak Nautilus, sejak tanggal 20 Maret, 2015 sampai tanggal 28 Maret, 2015. Ini prestasinya: Dia (namanya HENDRA WIjaya) ikut Lomba Lintas Ekstrim Likeys 6633 Ultra 2015 sejauh 566 kilometer. Hendra berhasil mencapai garis finis dalam 8 hari berjalan dan berlari di Kutub Utara Planet Bumi.

Silakan mengagumi jarak itu yang sekitar jarak Jakarta sampai Semarang, tetapi di atas lapisan es dan salju serta cuaca dan angin dingin sekali. Dikisahkan meski pada temperatur 19 derajat Celsius bila angin kecepatan mencapai 24 Kilometer per jam saja, maka suhu akan terasa di badan seperti minus 40 derajat Celsius. Sayapun sudah pernah merasakan berjalan di atas salju sebentar saja, hanya sekitar satu dua jam di dalam kota Toronto dengan temperatur minus 33 derajat Celsius.

Tetapi saya kan berada di tengah kota modern dan bisa sewaktu-waktu berlindung di antara gedung-gedung terdekat. Meskipun saya juga berada di atas salju tebal, tetapi kan kondisi sekeliling aman dan terkontrol, bukan seperti cuaca ekstrem yang dijalani oleh Hendra Wijaya, apalagi dengan segala macam tantangan dan selama satu mingguan lamanya. Silakan membaca di Kompas yang tertanggal 2 April, 2015 di halaman 1 dan 15. LUAR BIASA. Silakan juga membuka link:

http://search.tb.ask.com/search/GGmain.jhtml?searchfor=Hendra+Wijaya+Kutub+Utara&p2=^YO^xdm127^YYA^id&n=781af4b8&ss=sub&st=hp&ptb=8B13D6B3-6354-457F-B91D-4CA190108CE8&si=google_intlinboxace-search&tpr=sbt&ts=1428111621476

Prestasi Hendra Wijaya ini patut diacungi jempol-jempol para pemerhati Bangsa dan Negara. Janganlah memberi penghargaan kepada pera pejabat terlalu banyak. Saya bosan dan terkadang muak juga. Orang Indonesia yang berprestasi juga banyak. USA memberi penghargaan tinggi kepada Bob Hope, sang pelawak. Dia banyak menunjukkan isi hati rakyat biasa dengan lawakannya, dan jangan lupa dia juga mendatangkan uang pajak yang amat besar karena kegiatannya. Thukul? Biarpun saya menonton mungkin kurang dari 5% saja pertunjukannya tetapi sekali lagi bukankah dia membuat prestasi juga dalam menciptakan pekerjaan bagi orang lain di bidang media dan …. PAJAK juga!!!

Achievement

Negara kita terlalu lama lena. Menindak pejabat korup perpajakan yang telah dijadikan tersangka saja alangkah lamanya melanjutkannya ke penga”adil”an??!! Tanda Tanya TANDA TANYA !!

Bangunlah jiwanya bangunlah badannya ………

Jangan terlalu nyaman duduk di kursi jabatan, sipapun kamu!! Buatlah PRESTASI seperti Susi Pudjiastuti.

 

Anwari Doel Arnowo  –  2  April, 2015

 

 

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.