[Cerbung Chaos] Penyusupan

Steven Timotius Sunjaya

 

Pesawat terbang dengan kecepatan sedang saja, Steven Sim alias Popeye dan kesepuluh rekannya tenggelam dalam pikiran masing-masing, sungguh tak disangka, dalam lima tahun terakhir ini, mereka harus mengalami kejadian-kejadian yang tak terduga.

Wanda masih teringat kakaknya, mudah-mudahan ia baik-baik saja, hampir setiap jam sekali, Wanda selalu berdoa.
Ronald juga berdoa agar putra sulungnya Aguan David, selamat dan tidak terprovokasi melakukan hal yang aneh-aneh, apalagi melawan hukum. Agus Sugiono masih teringat akan anak istri yang ditinggalkannya, dia pernah juga dinas di TNI di bawah Letnan Ronald, yang masih terbilang sepupunya, Ronald banyak menolong dirinya ketika dia dikeluarkan dari kesatuan TNI karena menderita kelainan jantung, entah diagnosis doter itu benar apa tidak, tapi Agus merasa sehat-sehat saja.

Tiba-tiba, lampu sensor menyala berkedip-kedip, tanda waktunya penerjunan, David segera memberi kode kepada teamnya untuk terjun satu persatu. Sebelas penerjun turun tanpa berisik, mereka melayang menuju titik pertemuan yang telah ditentukan….

Tiba-tiba… “BLAARRR….!!!”

Pesawat pengangkut mereka meledak di udara, sepertinya terkena rudal. Rudal, pikir David, berarti persenjataan oknum GPK [Gerombolan Pengacau Keamanan] itu sudah canggih. Mereka mendarat di sebuah bukit, setelah parasut dilipat dan disembunyikan, mereka berkumpul. David Lienar segera lapor pada Fransiska.

Infiltration

“Bravo Eagle One Tango 02, pipit telah mendarat lengkap, tapi elang jatuh, ulangi elang jatuh..!!!”

Fransiska membalas, “Bravo Eagle Two, dicopy, teruskan perjalanan pipit, hati2 ular membawa bisa yang berbahaya dan lengkap…”

“Dicopy Eagle One..” balas David….

“Hati-hati guys, rupanya kehadiran kita sudah diduga GPK, saya yakin, ada pihak ketiga yang mensuplai persenjataan canggih pada GPK, berhati-hatilah..!!”

Rombongan bergerak maju tanpa bersuara, semakin mendekati kamp, mereka semakin tegang, dari atas bukit, terlihat bangunan kamp karantina yang besar, dikelilingi tembok setinggi 4m. David membagi teamnya menjadi 4 team kecil, mereka akan menyusup dari 4 titik dan akan bertemu di salah satu tempat di dalam kamp, Ronald menjelaskan bahwa anaknya masih berada didalam dan ia hendak membawanya serta, David meminta foto dan ciri-ciri Aguan, Ronald memberinya..

Ronald beserta Wanda dan Dr Steven Sim alias Popeye, menyusup dari arah Utara, dengan memakai tambang berkait, satu persatu menaiki benteng dan turun di bagian dalam. Popeye mengawasi situasi, tampaknya aman-aman saja, Ronald yang telah hafal daerah situ, segera memimpin jalan….mereka berjalan dengan hati-hati…

Di dalam kamp, tampak seolah-olah itu adalah suatu kampung yang besar, ada jalan aspal dan ada rumah-rumah kamp karantina yang berjejer rapi di kanan-kiri mereka. Tiba-tiba ada mobil patroli lewat, dengan serentak ketiga orang itu bersembunyi di balik pondok karantina..

—————————— ———-

Aguan sedang tertidur pulas ketika Ronald dan Wanda menemuinya, suasana jadi haru ketika ketiganya bertemu, Ronald segera memperkenalkan Dr. Steven Sim alias Popeye. Aguan menceritakan bahwa situasi sekarang sudah seperti perang, ada beberapa orang asing yang datang dengan membawa berbagai senjata dan peralatan berat, semua penghuni kamp diwajibkan angkat senjata, yang melawan langsung ditembak..

“Siapa provokatornya..??” tanya Popeye..

“Seseorang bernama Snowdown, dia tadinya penghuni kamp juga, terus bilang bahwa penghuni kamp ini suatu waktu akan dibunuh semua oleh pemerintah..!!”

Tiba-tiba terdengar teriakan beberapa orang dan suara-suara tapak sepatu mendekat, ketika Popeye, Wanda dan Ronald menoleh, beberapa pucuk senjata telah menodong mereka. Keempatnya segera digelandang menuju suatu sel…dimana anggota team catch the rainbow lainnya telah ditahan…..!!!

 

[to be continued]

 

 

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.