Phenomenon dan Noumenon

Juwandi Ahmad

 

Meminjam kerangka pikir fenomenologis, realitas itu terbagi dua, yaitu noumenon, yang ada dalam dirinya sendiri, dan phenomenon, yang ada, hadir, tumbuh dalam kesadaran saya, kesadaran anda, kesadaran mereka.

noumenon

Tuhan dan agama itu noumenon, ada di sana, di dalam realitasnya sendiri, memiliki eksistensinya sendiri. Sementara bagaiamana seseorang bertuhan, bagaimana beragama itu phenomenon, yang bergantung pada tuhan dan agama yang ada, hadir, tumbuh dalam kesadaran saya, kesadaran anda, kesadaran mereka.

Artinya, menjadi pluralis, liberalis, fundamentalis, atau radikalis adalah phenomenon, yang pada dasarnya adalah sama bahwa mereka sama-sama sedang menyatakan, mengekspresikan apa yang ada dalam strutruktur kesadarannya. Dan semua diskursus, perdebatan, dan konflik seputar ketuhanan dan keagamaan adalah phenomenon atas phenomenon, yang saya kira akan terus dan selalu begitu.

phenomenon-noumenon

Belum ada yang dapat meyakinkan semua orang tentang Tuhan dan agama yang sebenarnya. Semua orang juga belum menerima dengan suka cita bahwa Tuhan dan agama hanyalah omong kosong. Dan satu-satunya yang paling saya yakini tentang Tuhan adalah bahwa bagi-Nya tidak ada sesuatu pun yang menarik. Tidak sesuatupun.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *