Berawal dari Sebuah Angan-angan

Agus Susanto Benzaenuri

 

Semua berawal dari  tiba-tiba datang ide dari angan-angan dan tanpa keinginan macam-macam. Adalah silk road tiba lewat dalam batas imajinasiku. Tentu saja yang terpikir olehku adalah film mandarin dengan latar belakang gurun pasir yang membawa barang dagangannya ke Iran dan Timur Tengah lainnya, tentu saja dengan ancaman perompak yang siap menghadang.

silkroad

Aku mantapkan untuk datang ke China, datang ke negara yang peradabannya telah lebih maju sejak ribuan tahun lalu. Awalnya hanya merencanakan perjalanan di bagian barat China, daerah Xinjiang, sekitar Kashgar dan Urumqi tentu saja karena dibatasi anggaran dan waktu. Dengan alokasi waktu yang hanya mungkin 2 pekan.

Masih mungkin, tapi seiring berjalannya waktu, mencari tau kondisi daerah yang mau saya kunjungi, baik dari sisi keamanan hingga tempat tinggal sementara, akhirnya terprovokasi  beberapa blog luar yang sukses menyusuri silk road pada negara-negara lain. Dengan pertimbangan batas waktu libur 2 minggu yang dalam realisasinya sampai 20 hari akhirnya saya putuskan melalui jalur Sutera melalui Xian.

old-silk-road

Hal yang pertama yang aku pikirkan adalah – bukan Visa, ini yang justru bermasalah bagi sebagian teman traveling saya – bagaimana saya bisa dan yakin.

April 2014 lalu atau 8 bulan sebelum keberangkatan, aku beli tiket pesawat,  beli dengan yakin, meskipun Visa China belum di tangan, lebih parah lagi beli tiket pesawat Bangkok Don Muang ke Xi’an Xiyangyang, China,  bukan berangkat langsung dari Jakarta. Bayangkan kalau ditolak Visa, entah apa yang terjadi. Tiket itu seharga Rp 2,58 juta. Dan dengan terpaksa akhirnya tiket Jakarta Bangkok yang saya beli dua bulan setelahnya seharga Rp 2,1 juta.

Memang tidak murah seperti yang teman-teman pecinta traveling lakukan saat membeli tiket, tapi bayangkan, apakah ada yang lebih murah dari harga tersebut di saat libur Natal dan Tahun Baru.

silk-road

Akhirnya setelah ada tanda-tanda bisa ke sana, berangkatlah aku.

 

(bersambung… Visa oh Visa) Ikuti cerita selanjutnya dalam catatan perjalanan Jalur Sutera.

 

 

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.