Petugas Partai (1)

Leo Sastrawijaya

 

Mamak Cungkring, merasa lega ketika bangun di Sabtu pagi 18 April, maklum sudah sejak sekitar delapan bulan dia merasa seperti kehilangan Cungkring, anak bungsu kesayangannya. Pagi Sabtu ini, dari kamar Cungkring terdengar lantunan Goyang Duma, menderu-deru, dengan sesekali Cungkring terdengar ikut bersenandung, tentu saja dengan suara fals-nya yang sebenarnya lebih bijaksana bila tidak digunakan untuk menyanyi.

jokowi-petugas-partai

Gejala pagi ini seperti merupakan lanjutan dari gejala yang sudah mulai nampak dari kemarin sore, di mana Cungkring sudah mulai “sibuk” lagi dengan rambut jambul a’la Mohawk yang dicat warna warni, dengan tingkah polah yang pecicilan tapi ringan. Ya sepertinya si anak hilang itu kini sudah kembali, Cungkring akan kembali membawa keceriaan untuk setiap suasana, seperti dulu, seperti sediakala, seperti seharusnya.

Sebagai orang tua, Mamak Cungkring tahu benar perubahan telah terjadi pada diri Cungkring yang berawal sejak sekitar delapan bulan lalu saat Cungkring memutuskan menjadi Pekerja Partai. Anaknya yang memiliki komposisi wajah dengan hidung dan bibir yang seolah saling bersaing untuk lebih menonjol, berubah drastis, dari Cungkring yang riang gembira, menjadi Cungkring yang serius dan nampak kelelahan, apalagi bila sudah menggunakan Jaket Kebesarannya. Jambul khasnya yang menyebalkan dipangkas klimis, wajah yang cengengesan menjadi super serius. Sungguh Cungkring menjadi seperti anak yang datang dari negeri antah berantah. Dan Mamak jelas kehilangan.

Ketika keluar dari kamar wajah Cungkring nampak riang gembira seperti seorang Anggota Pramuka yang bersiap menuju sebuah perkemahan yang didambakannya. Aksesoris enggak jelas kembali menempel di sekujur tubuhnya, sehingga bahkan ketika berjalan pelanpun suara gemerincing tidak bisa disembunyikan, lebih dari semua itu Cungkring nampak riang, sinar matanya bilang =Mak anakmu kembali dan bahagia lagi …= Tentu saja Mamak Cungkring juga bahagia.

“Mak Cungkring mau kepasar ngebantu Lik Sarto jualan akik! Tahu enggak Mak? Semenjak Cungkring tidak membantunya batu akik Lik Sarto sepi pembeli. Sekarang Lik Sarto mau memberi fee penjualan yang lebih besar ke Cungkring … Siip kan Mak?”

“Siiip banget Kring. Tapi bagaimana soal aktivitasmu di Posko Partai?”

“Cungkring cabut Mak. Keluar. Cungkring ternyata tidak bisa menjadi Petugas Partai. Cungkring menderita.”

“Itu keputusan bagus Kring, buat apa kamu melakukan sesuatu yang hanya membuatmu menderita?!”

“Iya Mak, sekarang dan seterusnya Cungkring hanya mau menjadi Petugas dan Pelayan Nurani sendiri, lebih damai dan membahagiakan…Kan kata emak juga mustahil membahagiakan orang kalau diri kita sudah tidak bahagia.”

“Mamak faham Kring, faham! Hanya jangan mau jadi pembantu dagang orang terus, mulailah belajar menjadi majikan juga …”

“Oh, tentu saja Mak, suatu saat Cungkring harus menjadi Multi Milyuner, meski dengan label Multi Milyuner paling tidak tampan di seluruh jagaaat …. !!!!” Kata Cungkring penuh semangat, yang disambut dengan senyum geli sang Mamak.

jokowi-wingchun

Cungkring sudah kembali sempurna seperti sediakala, cerah ceria, penuh fitalitas dan sadar bahwa casing “bermasalah” bukanlah masalah … Selamat tinggal Petugas Partai

 

 

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.