Menjalani Hidup

Ida Cholisa

 

Hidup sesungguhnya adalah pergulatan antara kebaikan dan keburukan, antara kebahagiaan dan kesusahan, antara kesenangan dan kesedihan, antara anugrah dan musibah, dan segala pernak-pernik yang akan tetap mengiringi selama nafas kehidupan masih ada.

Lebih dari itu, hidup sesungguhnya bermuara pada satu hal, DIA. Dia di atas sana, yang membuat kehidupan kita ada. Seperti apa warna kehidupan kita, menjalankan ibadah dan melaksanakan perintah serta menjauhi laranganNya adalah hal yang utama. Klise terdengarnya, tapi bukan hal yang mudah untuk melakukannya sementara dentuman demi dentuman kesusahan acap mendera hidup kita.

Jika kita menyadari bahwa hidup yang dipenuhi peluh ini hanya berlangsung sesaat, maka seharusnya kita mempersiapkan bekal untuk kehidupan yang maha dahsyat. Kehidupan yang tiada akhirnya, kehidupan yang dipenuhi kesenangan atau kepedihan, selama-lamanya.

Maka bayangkan kesusahan di dunia ini, semua tak berlangung lama. Di sela susah terbersit bahagia, di sela sedih mampu tertawa. Di kehidupan sana, mampukah kita tertawa terhimpit siksa?

Maka bayangkan kesenangan di dunia ini, semua pun tak berlangsung lama. Di sela senang terbersit duka, di sela bahagia muncul nestapa. Di kehidupan sana, bahagia itu abadi selamanya.

menjalani-hidup

Kehidupan di dunia ini hanyalah permainan dan senda gurau belaka. Maka manusia yang diberi akal pikiran yang sehat akan menggunakan waktunya sebaik mungkin untuk memanfaatkan hidup yang singkat ini, agar sisa waktu yang ia miliki tidak berakhir sia-sia. Ia akan memperbaiki kualitas hidup dan ibadahnya, ia akan memperdalam ilmu dan menyebarkannya, ia akan menanam benih kebaikan di mana pun ladang ia temukan. Ia akan terus memelihara sifat baik sangka, rendah hati, berjiwa penolong dan berlaksa kebaikan lainnya. ***

 

 

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.