Mudik 2014 – 2015 (12): Di Jogja

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO SOBAT BALTYRA YANG BERBAHAGIA . . .

Puji TUHAN . . . ! ! ! Kami bisa istirahat dengan nyenyak dan bangun pagi di Jogja dengan badan yang sehat….
Sedikit cerita saat kami di Jogja….

Jelas, yang pertama sarapan dengan santai di Hotel, sebelum menjalankan aktivitas yang sudah kami rencanakan. Pagi itu Dj. sengaja sarapan ala Indonesia, lontong dengan sayur……. hhhhmmmm…. lecker….!!! Karena memang sudah lama tidak makan yang demikian, jadi kemecer….. dan sedikit memberanikan diri. Sungguh….. luar biasa…. ruang sarapan dengan suasana yang nyaman dan pilihan sarapan yang beraneka macam….

Musik mengalun lembut…..

jogja2-01

Jelas Susi belum berani mencoba yang ini, karena takut juga kalau acara hari ini jadi kacau. Dan setelah selesai sarapan, kamipun dengan memesan taxi, menuju ke Kraton. Padahal masih cukup pagi, tapi panas sudah merasa menusuk sanubari. Sesampai di Kraton, kami sudah disambut oleh seorang Guide yang menawarkan jasanya.
Kamipun jelas mengiyakan, karena Susi memang ingin melihat dan mendengar cerita langsung dari Guide.

Puji TUHAN . . ! ! ! Kami mendapat Guide, seorang bapak yang sangat ramah dan kalem….Sedang Dj. dulu tahun 1991 pernah ke Jogja sendiri dan ikut tour, jujur Dj. juga sudah lupa…. Hahahahahaha….!!!

jogja2-02 jogja2-03 jogja2-04 jogja2-05 jogja2-06

Di ruang dimana semua foto-foto Sultan dan Sultan Hamengku Buwono yang ke X, Dj. masih merasa nyaman, sebab masih dalam ruangan yang adem….

jogja2-07

Setelah selesai keliling dan semua sudah dilihat dan dijelaskan, maka kami diantar ke salah satu tempat di mana banyak lukisan dari batik. Dan kata seorang muda yang menemui kami, bahwa lukisan batik ini dijual dan sebahagian hasilnya disumbangkan ke panti. Yaaaaaa…… jadi ada kesempatan untuk berbuat baik juga, kalau membeli lukisannya.

Tapi sebelumnya, Susi diberi kesempatan untuk mencoba membatik dan dia juga sangat tertarik. Sayang waktu kami tidak banyak, seandainya banyak waktu, ingin dia belajar lebih dalam. Orang yang memberi Susi canting, sedikit heran, karena sebelum itu orang kasih tahu caranya, Susi sudah mencoba dan seolah sudah pernah membatik…..Orangnya bertanya ke Dj., ibu pernah belajar membatik dimana….??? Dj. jawab, melihat orang membatikpun dia belum pernah…..

jogja2-08

Setelah selesai mencoba, maka kami diajak di ruang sebelah dan di sana banyak lukisan yang sudah jadi. Dan setelah sedikit penjelasan dari sang pemilik, maka Susi memilih 3 lukisan kecil, sekitar 70 cm x 50 cm. Salah satu lukisan yang Susi inginkan untuk anak-anak. Yaaaaa…. dari pelukis yang cukup terkenal, maka harganyapun cukup mahal, tapi Dj. pikir, kalau sudah sampai di sana, paling tidak bisa beli untuk nenang-kenangan. Kan tdak setiap hari di Jogja…. benar….???

jogja2-09

Lukisan yang Dj. pilih adalah lukisan dua Naga yang sedang bercumbu…. 200 cm x 90 cm jadi cukup besar.
Entah bagaimana, Dj. lahir di tahun naga (katanya), dan Dj.pun senang dengan bentuk naga yang gagah perkasa.

jogja2-10

Setelah acara di Kraton selesai, kamipun keluar dan ternyata sopir taxi masih menunggu kami. Kami ingin ke kantor post (yang tidak jauh sih) untuk menukar uang, tapi dia bilang tidak apa-apa, dia akan antar sampai ke kantor post.

Karena kami sudah memberinya dengan cukup. Waaaaaw, memang baik ini orang Jogja….. (lagi-lagi ketemu orang baik).

Setelah sampai di kantor post, maka pak sopir taxi, meninggalkan kami dan setelah selesai menukarkan uang, kamipun ingin berjalan kaki menyusuri jalan Malioboro, karena memang tidak jauh lagi. Anda yang di Jogja, pasti mengenal patung gajah yang berwarna-warni ini…. Sayang manusia akar tidak kami temukan lagi.

jogja2-11

Tapiiiii…. belum sampai setengah jalan Susi ingin naik delman, jadilah kami saat itu memilih delman yang kuat,
karena kami kelas berat, kasihan kudanya…. Hahahahahahaha….!!! Jujur…. Dj. belum puas melihat Malioboro….

jogja2-12

Ya… saat di delman, Dj. sedikit merasa lucu dan entah mengapa, kok Dj. malah ingat jokes yang pernah Dj. dengar tentang tourist yang naik delman di Malioboro. Dan mungkin dari wajah Dj. yang senyum-senyum sendiri saat itu, maka Susi pun bertanya, ada yang lucu….??? Nah ini yang Dj. ceritakan ke Susi, tapi dalam bhs Indonesia, yang aslinya dalam bahasa Jawa. Maaf, sedikit intermeso saja…. agar tidak tegang dan sedikit senyum, tidak ada salahnya kan….???

YUGJO PANCEN NGANGENI….. (dimas Josh Chen juga kangen Yogja kan….??? Hahahahahaha…..)

Ono bule piknik nang Malioboro… numpak andong lan dikancani wong Yugjo sing dadi guide e.
(Bule yang berlibur di Malioboro, naik delman dan ditemani orang Jogja, sebagai Guuide nya.

Pas ning ndalan, ndilalah jarane mogok lan ndeprok.
(Pas di tengah jalan, kudanya mogok dan duduk)

Guide e wis pengalaman numpak andong, langsung mbengok… ngabani pak kusir e…
Pak, sabet manuk e…. !!!
Guide nya sudah pengalaman naik delman dan langsung memberi perintah ke pak Kusir nya
Pak, cambuk burung nya…!!!

Pak Kusir terus nyebet manuk e jaran, langsung jarane ngadek lan mlayu meneh…
Pak Kusir, langsung mencambuk burung nya kuda, langsung saja kudanya berdiri dan jalan lagi.

Si bule manggut-manggut lang ngomong…. Good…!!! Good…!!!
Si bule, mengangguk-angguk kepalanya dan bicara…. Good…!!! Good…!!!

Liyo dino si bule numpak andong meneh, dewek an, ora nganggo guide (sok pede).
Lain waktu, si bule naik delman lagi, dianya tanpa Guide (sok percaya diri)

Ndilalah, ning tangah dalan, jarane mogok lan ndepprok, si bule keminter…. (sok tahu).
Kebetulan, di tengah jalan, kudanya mogok dan duduk, si bule yang sok tahu….

Deknene langsung mbengok, ngabani kusir e..: Pak…. sabet menuk e…!!! sabet manuk e….!!!
Dianya langsung teriak, ngajari pak Kusir…: Pak… cambuk burungnya…!!! cambuk burungnya…!!!

Pak Kusir e mung meneng wae…
Pak Kusirnya, cuma diam saja…

Si bule soyo mbengok…:,, SABET MANUK E… !!! , SABET MANUK E….!!!
Si Bule semakin teriak…:,, CAMBUK BURUNGNYA…!!! CAMBUK BURUNGNYA…!!!

Kusir andong yo dadi nesu : Sabet manuk e… sabet manuk e… !!! ???
Pak Kusing delman ya jadi marah : Cambuk burungnya… cambuk burungnya…!!! ???

Kene tak sabet manukmu kuwi…. !!!
Sini tak cambuk burungmu itu….!!!

Wong jarane wedok, apane sing kudu disabet….???!!!
Lha kudanya betina, apanya yang harus dicambuk….??? !!!

Dasar londo GEMBLUUUUUUNG . . . ! ! !
Dasar bule GILAAAAAAA . . . ! ! !

Ayo ngguyu ndisik….!!! Mari tertawa dulu….!!!
Hahahahahahahahahahaha…..!!!!

Eeeeee…..

Tidak terasa, karena asyik di delman yang goyang kiri dan kanan…. bisa melihat macam-macam….Padahal dari Malioboro tengah sampai Grand Aston Hotel cukup jauh….Yang aneh, pak kusir nya, kadang malah bingung…. Wadoooh… semoga ini jalan benar…. hahahahahahahahaha…..Dj. sudah sangka, kalau pak kusir tidak paham, kemana kami harus diantar….Karena sebelum berangkat, dia sudah nanya-nanya ketemannya sesama kusir…..

Mungkin dia belum dapat tamu, jadi dia mau antar kami, sedang yang lain,, bilang tidak mau, karena kejauhan. Akhirnya kami sampai di depan hotel, hanya harus nyebrang…. Satu pengalaman, naik delman cukup jauh juga. Karena kasihan sama kudanya, yang untung tidak ndeprok, maka kami kasih lebih dari apa yang sudah kami sepakati….Jalan Solo lama diseberang hotel Grand Aston, Susi masih sempat mengelus-elus kudanya dan entah apa yang dia bisikkan….

jogja2-13

Sampai hotel baru terasa lapar dan kami langsung masuk Restaurant di Hotel. Karena, kami tidak mau makan di jalanan, pengalaman 2012, dimana kami makan di Ambarukmo Mal dan jadi sakit perut. Kami memesan yamien goreng dengan kuah bakso (tapi tanpa bakso) dan sambelnyapun tidak kami sentuh.

jogja2-14

Dan sore setelah makan kami ingin istirahat, tahunya ada telpon masuk dan ingin bertemu dengan kami. Yaaaaah, gagal istirahatnya dan menemui teman di Cafe di dalam Hotel

Kami usahakan untuk bisa menemani teman yang datang berdua…. Kenal di Baltyra juga, namun sudah lama tidak pernah kelihatan di Baltyra. Mata ini yang sangat berat dan sulit dibohongi, sehingga kami memesan makanan (kueh) dan minuman, agar segar kembali…

Wiener – Apfelstrudel dengan es grimm….. Hahahahaha….!!!

jogja2-15

Dj. benar-benar salut, karena semua makanan di Hotel, sungguh standart Eropa, baik penampilan, terlebih rasanya.

Okay…..

Kami benar-benar tidak ada waktu untuk istirahat lagi, karenaaaaa…….Malam hari, kami dijemput teman yang sudah seperti saudara, yang pernah kuliah di Mainz. Kami sendiri tidak tahu arah tujuannya dan kebetulan ditelpon Mei, sekalian Dj. cerita, kalau baru mau makan malam bersama teman. Mei menyarankan kami untuk ke Rumah Makan “MR. BLANGKON” , tapi jelas Dj sedikit sungkan, mosok diajak makan orang, masih milih mau kemana….
Nggak lucu juga kan….??? Mungkin yang mengajak juga sudah punya rencana sendiri…..

Nah ya, terserah yang ajak saja, mau makan malam di mana….Saat kami sudah duduk manis di Rumah makan yang dipilih teman berserta keluarganya, e…. ternyata itu Rumah makan yang disarankan oleh Mei juga. Jelas Dj. langsung telpon Mei di Semarang, bahwa kami di Rumah Makan “Mr. Blangkon.“ Dan Mei menyarankan agar kenalan dengan pemiliknya yang sangat ramah…. Dj. iya kan, tapi nanti setelah makan saja….Nah akhirnya kami makan malam dengan memesan apa yang kami inginkan….

Menu Card di rumah makan “Mr. Blangkon.“

jogja2-16

Walau di Menu Cardnya ditulis Mie Bakso, jelas kami tidak akan memilih makan mie bakso, karena tadi siang sudah makan. Kami milih yang lainnya saja yang kelihatan lebih enak…

Ini Mei yang dipesan teman yang undang kami.

jogja2-17

Dan ini yang kami (Dj. dan Susi) pesan…

jogja2-18 jogja2-19

Setelah makan selesai dan bayar, baru kami bertemu dengan pemiliknya dan menyampaikan salam dari Mei.

jogja2-20

Hari itu, sungguh acara yang cukup padat dan cukup melelahkan…..Pulang dari makan malam, kami sungguh sangat kelelahan dan hanya sempat mandi dan istirahat.

Mohon maaf bila cerita di atas sedikit kiri-kanan dan mungkin banyak kata-kata yang kurang berkenan.
Terima kasih kepada pengasuh Baltyra yang baik hati.
Terima kasih juga kepada anda semuanya yang selalu setia menanti dan membaca oret-oretan Dj.
Terima kasih kepada Mei yang mana, selalu memantau kami dan walau sampai Jogja, juga masih memberi saran.

Salam kami untuk pemilik rumah makan “Mr. Blangkon“ yang ramah. Ooooooo….. ya… di rumah makan “Mr. Blangkon” , kami bahkan masih sempat membeli ukiran kura-kura dari kayu sangat lucu dan menarik. Ya…. sekedar kenang-kenangan dari rumah makan “Mr. Blangkon”

jogja2-21

 

Semoga Berkat dan Kasih TUHAN selalu menaungi kita semuanya.
salam manis dari Mainz.
Dj. 813

jogja2-22

 

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *