Hadiah

Lida Ufa

 

Beberapa tahun ini saya sering melakukan perjalanan di bulan Maret atau April, Akhir Maret adalah hari kelahiran saya, jadi terkadang hadiah itu datang lebih awal atau terlambat dari hari H. Dan sayangnya tidak pernah dapat tiket yang murah di sekitar hari H, dan berharap tahun depan dapat tiket itu.

Buat saya jalan-jalan merupakan hadiah buat diri sendiri, untuk mencapai tujuan itu saya mengumpulkan uang sedikit demi sedikit dan memang uang itu buat perjalanan saya. Dua tahun ini murid les saya bertambah, dan tabungan saya jadi lumayan sehingga bisa pergi yang agak jauh. Hadiah terbesar buat diri saya adalah umroh tahun kemarin, dan terbesar kedua adalah tahun ini bisa pergi ke Jepang.

Sang Pencipta mengabulkan keinginan saya, dari dulu saya berjanji pada diri sendiri tidak akan pergi ke negara yang tiket mahal, menggunakan visa sebelum bisa pergi umroh (kemarin waktu berangkat di bandara SOETHA ketemu travelmate saya waktu jalan di Medan, dia pergi ke Korea dan saya ke Jepang, waktu ngobrol dia langsung bilang kamu sudah pergi umroh ya, dia ingat percakapan kita waktu di Medan).

jalan-jalan-ke-jepang (1)

Sakura dan salju adalah hadiah buat diri saya di tahun ini, kalau sakura saya memang berharap untuk bertemu. Dulu saya pernah bilang ke teman saya, pokonya pingin ke Jepang kalau dapat tiket murah kapanpun, tapi dia bilang Jepang itu bagus kalau ada sakura jadi kamu hunting tiket pas bulan-bulan ada sakura (makasih banyak ya infonya).

Dan beneran bagus ketika ketemu banyak sakura. Salju, saya tidak berharap bertemu salju, tapi saya memang pingin pergi ke desa Shirakawa-go, waktu itu saya baca postingan teman saya tentang desa itu trus baca postingan orang lain juga. Dan saya harus ke sana karena film Last Samurai syuting di situ. Saya tidak berharap banyak masih ada salju di desa itu, tapi ketika bis yang saya tumpangi dari Kanazawa menuju Shirakawa lewat sebuah desa dan masih banyak salju di sana saya langsung bahagia. Dan ternyata sesampai di Shirakawa memang bener masih ada salju walaupun sedikit.

jalan-jalan-ke-jepang (5)

Ketika di Takayama, saya merasakan salju turun di pagi hari, inikah bentuk salju ketika turun dari langit pikir saya. Bahagianya saya mendapatkan hadiah salju turun. Ketika bangun tidur saya lihat hp ada reminder forecast bahwa salju turun di Takayama, dan saya gak percaya lha, setelah sarapan dan keluar hostel baru percaya kalau salju turun.

Dalam perjalanan saya baru dua kali saya menitikkan airmata, pertama ketika hari terakhir saya umroh, dan kedua bertemu dengan salju (lebay sih tapi kan saya tinggal di daerah tropis. hehehehe)

Terima kasih banyak buat Nia Gondronk yang kasih saran tentang waktu pergi ke Jepang. Jalan-jalan menghabiskan uang, seperti halnya ketika kita nongkrong di cafe, ngemall, beli gagdet. Setiap orang mempunyai kesenangan sendiri-sendiri, uang yang ditabung pun punya tujuan sendiri-sendiri. Dan hidup itu sawang sinawang, orang akan lihat kita dari luarnya mereka tidak tau kita seperti apa dalam menghadapi hidup.

———————————————————————————————-

Takayama, kota transit bagi yang mau pergi ke Shirakawago selain Kanazawa. Di kota ini saya merasakan turunnya salju untuk pertama kali. Kota ini sepi kalau sudah di atas jam 6 sore, toko-toko sudah banyak yang tutup dari jam 5 sore. Ketemu freshmarket, pas ke sana jam 6 an sore ada beberapa item barang didiskon, tapi kalau habis belanja minta kantong plastik kita harus bayar lagi 5¥. Pas belanja saya tanya penjaganya dimana rak minyak goreng dan dipanggilah temannya yang lain yang mengerti bahasa Inggris.

jalan-jalan-ke-jepang (3) jalan-jalan-ke-jepang (4) jalan-jalan-ke-jepang (6)

Ketika pagi hari jalan-jalan ke Jinja Market dan Miyagawa morning market, ternyata imajinasi tentang market beda banget dengan kenyataan. Di Jinja market saya beli apel seharga 120¥ sudah dikupas dan dipotong kecil-kecil, yang jual bawa alat pengupas. Di Miyagawa market saya bisa menemukan penjual matatabi, dengan tanya sana sini sambil tunjukan foto dan pengucapan nama buah.

jalan-jalan-ke-jepang (2) jalan-jalan-ke-jepang (7) jalan-jalan-ke-jepang (8) jalan-jalan-ke-jepang (9) jalan-jalan-ke-jepang (10) jalan-jalan-ke-jepang (11) jalan-jalan-ke-jepang (12) jalan-jalan-ke-jepang (13) jalan-jalan-ke-jepang (14)

Di sini bisa keliling naik sorobubu bis, saya naik gratis pakai tourist pass. Museum-museum di sini untuk masuk ke dalamnya harus bayar. Saya cuma masuk ke museum teddy bear, gara-gara waktu di Gyeonju (Korsel) gak sempat masuk sebab mahal, kalau di sini cuma 600¥.

 

 

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.