Mudik 2014 – 2015 (14): Baturraden

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO SOBAT SEMUA DI BALTYRA . . .

Salam jumpa dengan oret-oretan Dj. hari ini….

Yuuuup….. Kali ini Dj. ingin cerita, dimana kami berdua diajak oleh anak Dj. (Krist) sekeluarga ke Baturraden. Memang malam sebelumnya, kami sudah sedikit berbincang, ingin melihat Pancuran 7, yang mana dipercaya banyak orang, kalau mau mandi di Pancuran 7, bisa awet muda….. SELIG SIND DIE GLAUBEN (Diberkatilah, mereka yang percaya).

Okay….Pagi hari, setelah selesai sarapan, maka Krist sekeluarga sudah datang jemput kami di Hotel. Menuju Baturraden, jalanan cukup lancar….. jalan yang menanjak, karena kami menuju ke pengunungan…. (Gunung Slamet, kalau tidak salah). Jalanan mulus…Krist sempat bicara, ini biasanya jalanan sangat rusak, tahu bapak mau ke sini, jadi jalanan diperbaiki dulu…. Hahahahahaha….!!!

Tidak lama kemudian, jalanan benar-benar rusak dan bahkan rusak parah…Untung suami Krist (mas Purwanto), orangnya sangat sabar saat mengendarai mobil, bahkan lebih sabar dari orang yang pernah Dj. kenal. Dan selalu senyum, atau bahkan ngakak yang lepas…. sungguh orang yang sabar dan tulus, bisa didengar dari ngakaknya….. hahahahahaha….!!!

Sampai di atas, tapi belum sampai di Baturraden, kami melihat pemandangan yang sangat tenang, bisa buka jendela mobil, karena udara sejuk. Di kiri-kanan banyak pohon-pohon yang sangat besar…… (kami masuk hutan)

baturraden01

Dan jalanan juga kembali mulus……Jadi ingat jalan di belakang rumah kami di kampoeng di Jerman, sangat mirip, bedanya kami hamya tinggal di bukit saja.

baturraden02

Di salah satu tikungan, maka kami harus berhenti dan turun, karena Susi melihat tanaman yang dia anggap dasyat. Yaaaa….. karena di Jerman tanaman ini hanya ada yang kecil saja, sedang di sini, ini tanaman sangat besar….Lebih besar dari Susi dan dia sangat senang boleh melihat dan foto di dekatnya.

baturraden03

Ada juga semacam benalu, tanaman yang hidupnya di atas tanaman yang lain…Jadi numpang untuk tinggal….

baturraden04

Juga pohon yang bunganya seperti terompet. Di Jerman ada, tapi pohonnya yang dijual, juga kecil saja…

baturraden05

Kami melanjutkan perjalanan kami kembali ke Baturraden, dimana jalan mulai berlobang-lobang lagi. Puji TUHAN…!!! Akhirnya kami sampai juga di tempat parkir di Pancuran 7, dimana kami harus beli karcis dulu, untuk masuknya. Hari itu bukan hari libur, olehnya cukup sepi dan tenang….

baturraden06

Setelah membeli ticket masuk, Dj. melihat ada yang jualan bonsai bambu… Satu kesempatan yang luar biasa, dimana bambu kodok (yang ruasnya pendek) sangat sulit ditemukan. Kalau orang Jawa, Dj. akan dibilang kemaruk, karena hampir semua bonsai bambu Dj. beli…. Setelah menempatkan bonsai bambu di mobil, maka kami mulai jalan yang menurun dan anak tangga yang begitu banyak. Saat jalan turun, Dj. hanya mikir…. bagaimana nanti pulangnya, kan naik…… Sedang turun saja sudah setengah mati…. hahahahahaha….!!!

baturraden07 baturraden08

Yaaaaaah….. kapan ini sampainya….??? Masih juga turun….turun… dan turun…. gilaaaa beneran….!!! Hahahahahaha….!!!

baturraden09

Puji TUHAN . . . ! ! !

Akhirnya kami dengan lemas, sampai juga di Pancuran 7. Benar 7 kan….??? Katanya alami dan tidak sengaja dibikin.

baturraden10 baturraden11

Dj. kira sudah sampai tujuan (di Pancuran 7) tapi Krist masih ngajak turun lagi……Yaaaaa….. ampun Krist, ini mau ke mana lagi….??? Hahahahaha….!!! Si kembar sih tidak merasakan seperti kami orang tua, mereka lari naik dan turun…

baturraden12

Tapi di sini, pemandangan, memang sangat indah, apalagi udaranya yang segar dan sejuk. Sungguh menyenangkan….

baturraden13

Sempat Dj. bertanya ke Krist dan mas Pur…Apakah mungkin orang tinggal di tempat ini yang begitu nyaman dan jauh dari kebisingan kota. Mungkin mas Pur dan Krist pikir, bapak ini gila kali… siapa yang mau tinggal di sini…..???
Tapi Krist jawab. Boleh sih Pak, tapi pekerja perkebunan kali….. hahahahahahaha…..!!! Kami masih turun… turun… dan turun….

baturraden14

Dj. hanya mikir, bagaimana nanti naiknya, kasihan istri satu ini….Maka Dj. putuskan untuk tidak turun terus, tapi kembali ke atas saja….

baturraden15

Okay….Semua setuju, maka kami mulai menaiki anak tangga demi anak tangga untuk kembali ke Pancuran 7 lagi.

baturraden16

Di sini semua tertawa, karena Dj. malah lari, saat naik ke atas….Sedang Susi sayik mengambil foto apa yang dia lihat aneh yang dia belum pernah lihat…

baturraden17

Ternyata…. Oooooo ternyata…. apa yang tidak Dj. lihat, karena keburu naik ke atas. Ternyata Susi ambil foto yang ada di bawah, yaitu ada air terjun kecil, tapi kelihatan indah, mana air panas pula.

baturraden18 baturraden19

Dan dia malah panggil Dj. saat dia lihat sesuatu yang lucu baginya…. Ternyata ulat…… Hahahahaha….!!!

baturraden20

Dan Susi memang happy di tengah kesunyian, rasanya, seperti di Mainz, tidak ada kebisingan….Benar-benar alami….

baturraden21

Sungguh pemandangan yang indah, bukan….??? Semua alami, tidak diatur oleh tangan manusia…. Begitu indahnya ciptaan TUHAN . . . ! ! !

baturraden22 baturraden23

Akhirnya, kami sampai di Pancuran 7 lagi dan jujur, Dj. jadi penasaran ingin mandi, tapi bukan di pancurannya. Di sana juga disediakan kamar-kamar untuk tamu yang ingin mandi air panas di kamar dengan bath tub. Nah ya, tapi airnya sungguh sangat panas, tidak seperti di Ciater (Tangkuban Perahu), untung ada air dingin untuk mencampur, agar tidak terlalu panas.

Selesai mandi, kami menikmati sate kelinci, yang katanya juga terkenal di sana. Sayang, karena asyik main-main di Pancuran 7, malah lupa ambil foto sate kelincinya…. hahahahahahaha….!!!cDj. mencoba jalan di Pancuran 7 dan harus menahan rasa panas di kaki yang benar-benar panas….Yang aneh, di samping panas, Dj. masih ragu, karena perasaan Dj. itu batu licin, padahal tidak.

baturraden24

Selesai main-main air panas, kami ditawari untuk lulur dengan lumpur belerang yang banyak mengandung zat besi, sambil pijatan….Sebenarnya enggan juga, tapi kasihan mereka tidak punya penghasilan, kalau kami tolak, tawaran mereka….Jadi ya, nurutlah… dari kaki dan tangan mereka pijat dan lulur….

baturraden25 baturraden26

Dj. malah hanya sedikit menikmati pijatan si bapak ini, tapi dia ngoceh terus dengan lagat banyumasan nya yang kedengaran lucu…Nah di sini Dj. merasa dihibur, sampai Dj harus menahan geli sendiri…..Logat Purwakerto atau Banyumas an yang benar-benar seperti musik di telinga Dj….. hahahahahahaha….!!!

Nah ya, setelah semua selesai, Dj. masih mikir…. kami masih harus menaiki banyak anak tangga lagi…..

Puji TUHAN . . . ! ! !

Akhirya… ya….. akhirnya… kami sampai juga di atas. Dan saat sampai di atas…. kabut sudah mulai tebal…. waaaaaw… indah sekali…. dengan suhu udara yang sejuk…Krist sudah kedinginan, walau suhu masih sekitar 18°C.

baturraden27

Kami tidak menunggu lama lagi dan kami mulai meluncur kembali ke Purwokerto….Dalam perjalanan pulang, mas Pur, ambil jalan lain, dimana kami masih bisa melihat seperti foto di bawah ini.

baturraden28

Tapi kami tidak masuk ke dalamnya….Kami hanya 1 X berhenti, karena Susi melihat buah yang bergantungan….

baturraden29 baturraden30

Ternyata waluuuh…. tapi digantung rapi sekali…… Hebat….!!! Juga yang seperti ini, tidak kami lihat di Mainz….

baturraden31

Mungkin Krist mikir, ini bapak kok malah lebih ndeso, daripada orang desa….. Hahahahahahaha…..!!! Sesampainya di Hotel, kami hanya ingin istirahat saja…..Baru terasa di kaki… setelah entah barapa ratus anak tangga yang kami telah lalui…..Puji TUHAN . . . ! ! ! Akhirnya, hari itupun kami lalui dengan baik dan malam, kami bisa istirahat dengan tenang.

Mohon maaf, kali ini tidak ada makanan yang Dj. pamerkan, agar sedikit lain dan anda semua tidak menjadi bosan.
Walau malam itu, Susi merasa lapar dan masih ingin makan, jadi makanan hanya pesaan di hotel saja dan makan di kamar. Maaf juga bila banyak kata-kata yang tidak berkenan.

Terimakasih kepada TUHAN, yang telah memperkenankan semua ini terjadi, karena ini adalah Berkat Anugerah yang bisa kami rasaakan, bersama Krist sekeluarga dan sobat atau kenalan kami di Purwokerto.

Terimakasih Krist sekeluarga yang begitu baik, telah mengantarkan kami ke Baturraden, satu pengalaman yang lain daripada yang lain….

Terimakasih kepada pengasuh Balltyra yang selalu menayangkan oret-oretan Dj.

Terimakasih Dj. juga untuk anda semua yang selalu setia menunggu hari Selasa.

Kiranya, Berkat dan Kasih TUHAN, selalu manaungi kehidupan kita semuanya.

 

Salam manis dari Mainz.
Dj. 813

baturraden32

 

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *