[Shadow of Love] Cerianya Masa Kanak-kanak

Steven Timotius Sunjaya

 

Vita Angel berjalan perlahan ke kamarnya, dia bermaksud mencari mamanya, tapi ketika masuk kamar, dilihatnya mamanya Silvia Sally Sung sedang menangis sambil memegang sebuah foto, meski baru berusia 4 tahun, tapi Angel sudah mengerti untuk membiarkan mamanya sendiri dulu.

Angel kemudian berbalik keluar….
Sesaat kemudian, Silvia tersadar….

“Angel…..sayang…!” Silvia memanggil..
” Yaa, ma…” Angel mendekat…
” Ayo siap-siap nak, ini hari pertamamu sekolah TK…

Sebentar, mama panasin mesin mobil dulu yaa..” kata Silvia sambil keluar kamar….Angel melihat ke arah foto yang tergeletak di ranjang, foto seorang pria tampan, mengapa mamanya sampai menangis melihat foto ini yaa? Pikirnya…Angel menyimpan foto itu dalam hati…..

Dilihatnya Cinthya, adiknya, masih pulas tertidur…Tak lama omanya masuk…
“Angel sayang, sudah siap sekolah yaa..?
Jangan nakal yaa, sini..mmmuuaach…” kata Oma Felina Sofi..
” Ya, oma..” jawab Angel….

Kemudian dia berlari keluar, di mana mamanya telah menunggu…

———————————————-

Anton sudah memanasi mobilnya…

“Billy, ayoo…sudah siang niih..!” katanya…
“Sebentar pih…! ” kata Billy, kemudian diciumnya adiknya Cecilia Indri Widjayanti alias Sisi….
“Tinggal dulu ya dek, mmmm.. muacch..! “
“Dah..Oo..” kata Sisi…..

Sementara itu, adiknya lagi Jessica Mila, masih pulas tertidur…Billy berlari ke dapur..

“Mih, Billy pergi dulu ya..
Mamih jangan nakal yaa..” katanya menasehatin mamanya sendiri, Xian Li..
“Iyaa sayang, kamu juga jangan nakal yaa..” jawab Xian Li….

Kemudian, Billy masuk ke dalam mobil papinya…

Hari itu adalah hari Senin di awal bulan Juni, dimana anak-anak sekolah baru masuk dan mulai belajar kembali. Anton mengemudikan mobilnya pelan-pelan saja. Pikirannya melayang ke masa kecilnya dahulu…Ah, masa kanak-kanak, di mana-mana sama pikirnya, tidak miskin, tidak kaya, semua merasakan kegembiraan dan keceriaan yang sama…

Diliriknya Billy…..Anak ini penuh semangat dan tak bisa diam, di kepalanya selalu ada ide-ide untuk melakukan kegiatan apa saja…..Anton teringat bagaimana Billy mengajaknya bermain bola pkl 2.30 dinihari sewaktu mereka berlibur di Pangandaran. Atau meminta naik sepeda pkl 04.00 sewaktu kemarinnya baru saja dibelikan sepeda yang baru olehnya….

Tapi Billy juga mempunyai jiwa pelindung yang tinggi, Anton teringat saat dia dinyatakan telah meninggal secara medis sewaktu kecelakaan. Kalau Billy pada waktu itu tidak bilang bahwa tangannya bergerak, pastilah mamihnya dan suster tidak tahu bahwa Anton saat itu hanya mati suri. Perhatian Billy-lah yang membuatnya hidup kembali dan merasa perlu untuk tetap hidup. Jika dia berjalan sekeluarga, pasti Billy memilih berjalan di sebelah kanan
Xian Li,katanya biar dia bisa menjaga maminya…..Ah, moment-moment kecil yang indah bila dikenang…….!

Mereka telah sampai ke TK PENABUR di kawasan Jaksel juga..

Tampak serombongan anak-anak dengan dibimbing oleh ortunya masing-masing, memasuki halaman sekolah….

“Koko Anton..! ” suatu suara yang sangat dikenal oleh Anton, memanggilnya..
Anton menoleh…..

“Eh, adek Silvia..!” jawabnya ..
Mereka berjabat tangan…..
Ooo, ini malaikatmu yaa..? ” tanya Anton sambil menyapa Angel..
“Hello cantik..! Namamu siapa say…?” tanyanya..sambil mengulurkan tangannya.

Angel, memperhatikan wajah Anton, serasa ia mengenal wajah itu, tapi dimana yaa..? pikirnya…
“Angel oom..” jawab Angel sambil menjabat tangan Anton….

“Hello Billy..! ” SIlvia menyapa Billy..
“Pagi tante..” BIlly menjawab…..

“Billy, ayo kenalan sama Angel, dia teman barumu..” kata Anton….
“Iya pih..” jawab Billy, kemudian didekatinya Angel..
“Billy..” katanya….

Tapi Angel diam saja, matanya sedang asyik mengawasi wajah Anton…
“Angel, tuh, koko Billy mau kenalan.. ” tegur Silvia..
Barulah Angel seperti tersadar….
“Angel ” katanya sambil menjabat tangan Billy

Kemudian mereka masuk ke dalam kelas…..Hari itu baru perkenalan antara murid-murid baru dengan guru TK. Setiap anak yang berani maju ke depan, dikasih hadiah oleh bu guru. Billy dan Angel termasuk anak yang berani maju ke depan….

Silvia dan Anton berdiri di belakang, menyender ke dinding….

masa kecil

“Anakmu tampan koko, mirip papihnya..” kata Silvia…
“Anakmu juga cantik Sil, mirip mamanya..” timpal Anton…..

Mereka terdiam…..
Kemudian…

“Waktu….tak terasa yaa…

Dulu..kitalah yang duduk di sana dan ortu kita yang berdiri di sini…” kata Anton…..

“Hiyaa..” balas Silvia…..

“Gimana kabarnya Akai dan si kecil..? ” tanya Anton..

Silvia terdiam…….

“Baik…” katanya kemudian……

Anton memandang wajah Silvia, tapi Silvia melihat ke arah depan…..

Tak lama kemudian, anak-anak sudah boleh pulang……

 

[to be continued]

 

 

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.