Surabaya Birthday Blast (1): Parade Bunga & Budaya

Yang Mulia Enief Adhara

 

Jam 7.10 Am aku berangkat sama Sukimin menuju Jalan Gubernur Suryo. Aku nyuruh Sukimin diem di halaman Kantor Pos antik sementara aku molai menjelajah. Cuaca mendung dan gerimis kecil tidak menyurutkan antusiasme warga untuk menyaksikan Parade Budaya dan Bunga 2015.

Di Jalan Taman Apsari ternyata menjadi pos bagi peserta busana fantasi yang pesertanya anak-anak SMP dan SMU. Nah aku jelas merasa beruntung, aku langsung deh motret-motret. Acara sebenernya mulai dari Tugu Pahlawan seperti biasanya. Tapi karena mendung berat dan gerimis maka peserta busana fantasi akan bergabung di Jalan Gubernur Suryo. Nah sambil menunggu acara dimulai, di dekat panggung beberapa pengamen sengaja disewa untuk membawakan live music.

hari jadi surabaya (1) hari jadi surabaya (2)

Semua petugas sudah siap di posisinya, cabin toilet sudah disediakan, para penjual sudah rapih di tepi jalan siap berjualan, aku sendiri dah siap mondar mandir demi mendapat gambar yang bagus menurutku. Jam 8.30 Am rombongan bergerak dari Tugu Pahlawan dan Jalan Gubernur Suryo segera disteril dari kendaraan bermotor. Aku seperti biasa sok ikut ngatur warga agar ada di batas yang ditentukan, padahal sih modus biar gak dibawelin Satpol PP.. Polisi yang bertugas diawal acara ini umumnya Polwan. Ada yang naik mobil, motor gede, sepeda pokoknya semua wanita.

Dan tak lama akhirnya barisan Parade pun tiba, Paskibra Surabaya mengawali acara dan terus berlanjut. Tahun ini ada sekitar 70 peserta dan sepertinya lebih bagus urusan kostumnya. Well tahun lalu bagus tapi kan keguyur ujan gede. Tapi kalau boleh jujur, kali ini beberapa mobil bunganya kurang mantab, apa ada rasa khawatir keguyur ujan ya? Secara memang jadi sia-sia kaya tahun kemarin? Tapi secara umum tetep bagus.

hari jadi surabaya (3)

Biasanya drumband Taruna AL ada di barisan terakhir, tahun ini di depan. Selalu aja aksinya keren, stamina dan gaya hidup yang sehat terpancar dari aksi mereka yang cetar membahana. Lalu disusul barisan peserta dari Bali yang membawa satu replika Ogoh-Ogoh dari bunga. Lalu Kalimantan Selatan yang kostumnya keren-keren. Jawa Tengah khususnya dari kawasan Sleman Jogjakarta, Nusa Tenggara, aneka Komunitas yang ada di Surabaya, Papua, juga sederet iringan dengan aneka topeng.

hari jadi surabaya (4) hari jadi surabaya (5) hari jadi surabaya (6) hari jadi surabaya (7)

Mereka melakukan tarian dan teatrikal yang cukup menghibur. Melihat acara seperti ini membuat aku bangga, anak muda khususnya di Surabaya diberi kesempatan berekspresi melalui seni dan budaya. Walau aku bukan asli Surabaya tapi aku bangga jadi bagian warga Surabaya.

hari jadi surabaya (8) hari jadi surabaya (9)

Pernah denger bait-bait kaya gini gak?

Pokok’e njoget, pokok’e njoget
Pokok’e njoget, pokok’e njoget
Pokok’e njoget, pokok’e njoget
Pokok’e njoget, pokok’e njoget

Krungu sworone kendang,
Tun mbokmu tun mbokmu..
Penontone, jingkrak jingkrak goyang goyang..

Krungu sworone suling,
Kepenak ono neng kuping,
Penontone, njoget nganti ora eling..

Pokok’e njoget, pokok’e njoget
Pokok’e njoget, pokok’e njoget
Pokok’e njoget, pokok’e njoget
Pokok’e njoget.

Ono sing egol-egolan,
Ono sing punji-punjian,
Sing penting tertib lan ora tawuran.

Neng kene kabeh konco,
Ora ono sing bedo,
Sing tawuran berarti kuwi ndeso.

Ora ngerti lagune,
Ora ngerti syaire,
Sing penting aku njoget wae.

Ra kenal penyanyine,
Ra ngerti penciptane,
Sing penting hore rame rame...

Lagu itu tampil dalam bentuk instrumentalia yang dibawakan oleh pasukan Drumband juga diteriakan melalui audio dari beberapa mobil berhias bunga. Di dekatku ada anak 4 tahun yang mentul-mentul asik joged, lucu bingit deh.

hari jadi surabaya (10) hari jadi surabaya (11) hari jadi surabaya (12) hari jadi surabaya (13)

Tau nggak? Aku selalu kesel sama camera pocket yang menjadi satu-satunya alat dalam mengabadikan gambar. Batre-nya gak tahan lama, udah letoy, trus aku gak bisa ambil foto secara long shoot. Camera DSLR Nikon yang aku incer ternyata seharga satu motor, lensanya aja bisa dapet sepeda balap sebiji deh. Ohh nasib!! Kembali ke Parade yang sangat carnival bingit. Aneka busana unik dan aneka warna memenuhi jalanan. Seperti yang sudah-sudah aneka gaun dari plastik daur ulang, kartu, aneka bungkus bekas menjadi suatu kreasi yang unik dan enak dilihat.

hari jadi surabaya (14) hari jadi surabaya (15) hari jadi surabaya (16) hari jadi surabaya (17) hari jadi surabaya (18) hari jadi surabaya (19) hari jadi surabaya (20)

Aku paling suka saat Komunitas India tampil, mereka sangat atraktif dan ramah dan ternyata beberapa tidak bisa berbahasa Indonesia, jadi terpaksa aku nanya pake bahasa India dan dijawab pake bahasa India juga. “Aca??” “Nehi!” “Aca???” “Nehiii”, persis wong gak waras. Mereka menari di jalanan dengan musik India yang enerjik, I love it!

Lalu ada Komunitas Arab, wah ini juga seru bingit. Mereka menari khas Arabian, dengan tabuhan drum dan bergerak berputar. Lalu Komunitas Batak, mereka juga dengan kompak dan lantang meneriakan kata ‘Horas’. Ah jadi rindu kali ku rasa sama Inang-Inang di Pasar dekat rumah di Jakarta yang selalu berlogat Batak, merepet tiap kali aku nawar dagangan. Berbagai Instansi Pemerintah dan Swasta juga memeriahkan Parade. Semua nampak heboh dan penuh semangat dalam cuaca mendung dan gerimis kecil.

hari jadi surabaya (21) hari jadi surabaya (22) hari jadi surabaya (23) hari jadi surabaya (24) hari jadi surabaya (25)

Acara berlangsung tertib dan tidak dihempas hujan besar. Seperti tahun lalu, Komunitas Hindu India memang juara deh, dalam hal disain maupun ‘modal’ beneran gak tanggung-tanggung. Mereka totalitas dan sangat detail. Liat aja deh gambarnya ya, kan lebih bicara dari seribu kata.

hari jadi surabaya (26) hari jadi surabaya (27) hari jadi surabaya (28) hari jadi surabaya (29)

Barongsai dan komunitas Tionghoa juga ada lho, bahkan Komunitas Gereja juga ada, tampilan mereka bagus secara visual, bayangkan kalo ujan gede kaya tahun lalu, gak bakal ada foto ini ya…

hari jadi surabaya (30) hari jadi surabaya (31) hari jadi surabaya (32) hari jadi surabaya (33) hari jadi surabaya (34) hari jadi surabaya (35) hari jadi surabaya (36) hari jadi surabaya (37) hari jadi surabaya (38)

Tahun ini acara Parade tetap dimulai dari Tugu Pahlawan lalu menuju Balai Kota (Taman Surya) lalu lanjut ke Taman Bungkul. Ternyata tidak ada lagi arakan yang heboh. Hanya sekitar 7 mobil bunga yang sudah tak lagi meriah. Peserta semua berakhir di Balai Kota. Track yang terlalu jauh memang tak lagi memungkinkan tapi kasihan warga disepanjang Jalan Darmo, pas aku liwat sama Sukimin mereka nampak menunggu, “mesake Cuk tiwas ngenteni”

hari jadi surabaya (39) hari jadi surabaya (40) hari jadi surabaya (41)

Oke segini aja liputan acara yang dimulai jam 8.30 Am hingga 12.30 Pm, meriah, sukses dan menyenangkan. Minggu depan di Jalan Kembang Jepun (lurusan Jembatan Merah arah Kenjeran) ada Festival Rujak, mulai jam 1.00 Pm hingga selesai. Please welcome disana ada yang gratis ada yang bayar dan ini pesta tahunan, see u there…

 

 

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.