[Shadow of Love] CLBK yang Susah Hilang

Steven Timotius Sunjaya

 

Note: CLBK = Cinta Lama Bersemi Kembali

Hari pertama sekolah, telah dilalui dengan sukses oleh Vita Angel dan Billy dengan sukses. Dalam perjalanan pulang, nampak wajah Angel ceria….
“Angel, sayang… kamu senang sekolah..?” tanya Silvia Sally Sung. Angel mengangguk.

“Mah, itu om tadi kok sama kaya yang di foto di ranjang mamah?” tanya Angel..

“Oh, itu…!” kata Silvia. Duh..! Lupa dia, fotonya belum dia simpan tadi. Tapi, bertemu kembali dengan Anton Kho, membuat perasaannya gembira luar biasa….! Dia senang berpura-pura acuh kala Anton menyapanya, bisa menggoda Anton, atau membuatnya cemas mendatangkan perasaan bahagia yang sulit dilukiskan. Silvia memutar lagu Denpasar Moon-nya Merry Andani yang ceria, musiknya perpaduan gamelan Bali, dangdut dan pop…

CLBK

Itu lagu kenangannya saat bernyanyi di Bali, dan Anton yang memintanya. Tak terasa, tubuhnya bergoyang mengikuti irama. Angel melihat tingkah mamanya dengan bingung….! Silvia kemudian menggelitiknya, membuat Angel tertawa kegelian. Melihat Silvia berjoged, Angel-pun ikut-ikutan.

———————————————————-

“Pih, beli es krim..!” Billy merengek. Anton melirik jamnya, baru pkl 10.30, okelah, karena tadi Billy sudah menunjukkan keberaniannya, kan kuturuti kemauan sang jagoan ini, pikirnya. Mereka mampir ke sebuah kafe es krim. Sambil menikmati es krim, Anton melihat ke sekitar. Sayangnya tak ada hal-hal yang bagus untuk dipandang, pikirnya. Setelah eskrim habis, mereka pulang sambil membeli 3 es krim lagi buat di rumah. Di dalam mobil, Billy mulai berulah, diputarnya lagu rock.

“This the song ain’t the broken heartache…!!”

“Hey, kecil-kecil kok suka Bon Jovi..?” canda Anton…….
“Kan papih suka mutar lagu ini….!” kilah Billy..

Kemudian Billy berlagak menirukan Bon Jovi saat bernyanyi. Anton jadi terbawa semangat Billy, tak terasa, tubuhnya-pun bergoyang mengikuti irama. Pada saat refrain, keduanya berteriak dengan keras :

“IT’S MY LIFE….!!!”…terus berjingkrak-jingkrak dalam mobil seperti kesetanan. Sedikit gila ..!! Ra opo..opo…! Pikir Anton. Mobil melaju dengan lancar, diiringi musik rock…….!!

Tiba di rumah, Xian Li, Cecilia Indri Widjayanti dan Jessica Mila, menyambutnya dengan gembira. Billy memberikan es krim yang dibelinya.

“Es kimm. es kim…” Sisi berteriak dengan gembira.
“Eys….eys…” Jessy ikut-ikutan berceloteh….
Ketiganya makan es krim dengan senang, kecuali Jessy.

“Keke, gimana sekolahnya tadi..?” tanya Xian Li. [setelah kelahiran putri pertamanya Sisi, Anton dan Xian Li sepakat memanggil papih dan mamih, sedangkan sebutan keke ditujukan buat Billy sebagai anak sulung]

“Seneng mih..! Banyak teman, BIlly punya teman baru, Angel namanya, anaknya tante Silvia,” jawab Billy.

“Oh ya..? Apa anak Silvia juga sekolah di situ pih?” tanya Xian Li.
“Hiya mih, papih juga ga nyangka bakal ketemu Silvia tadi…” jawab Anton..
“Hyaa syukurlah, jadi bisa saling menjaga yaa. Pih, tadi Iwa [Kim Hwa, sepupu Xian Li] telpon, katanya Karen, putrinya juga masuk TK tahun ini…..” kata Xian Li….

“Oh ya..? Wah, jadi pingin main lagi ke sana mih. Gimana kalau pas Billy liburan sekolah saja..?” tanya Anton..
“Hyaa itu berarti Desember pih. Kalau papih mau sih, mamih setuju saja..” jawab Xian Li

“Oke..ntar kita rundingan lagi yaa…” kata Anton…

———————————————————————-

Shanghai, Awal Semester Pertama

Karen, putri tunggal Kim Hwa dan Ahwan mulai masuk sekolah TK. Karen terlihat menonjol dibanding anak lainnya, karena kecantikannya. Kin Hwa tak perlu menemaninya terus, karena Karen dengan cepat telah mendapat teman. Hari pertama sekolah dilewatinya dengan gembira. Tadi, Kim Hwa sempat telpon Xian Li, memberi kabar bahwa Karen sekolah hari ini, dan ternyata Billy juga sama.

Kim Hwa sempat menggoda Xian Li, kalau Xian Li bakal lupa akan tanah kelahirannya, Xian Li tertawa, Anton saja masih merindukan Shanghai, katanya, apalagi dirinya. Keduanya tertawa saat mengenang Valentine’s Day beberapa tahun yang lalu, saat mereka bersama kekasih masing-masing bermalam di rumah Xian Li. Masa-masa yang indah untuk dikenang…pikir Kim Hwa.

 

[to be continued]

 

 

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.