[Shadow of Love] Kesetiaan yang Diuji

Steven Timotius Sunjaya

 

Tiga bulan kemudian, Silvia Sally Sung mengadakan reuni di rumahnya.  Di halaman depan rumahnya, dibangun suatu tenda sederhana, maklum yang datang nanti rombongan ibu-ibu dan bapak-bapak, bersama-sama dengan buntut-buntut mereka, bukan para pemuda lagi, makanya di lantai 2 rumahnya sudah ngga muat…

Reuni diadakan pukul 10 pagi, pada hari Minggu, biar rekan-rekan kelihatan tampang-tampangnya saat ini,
katanya, Anton berangkat dan tiba pukul 09.30 bersama keluarganya…

Tak lama kemudian, Julianto Martin Chow dan Grace Widowati Pulih P, Susan Sinaga, Susanti dan Pak Gery, Boy Bro, Johan Lim dan Erich Iwong datang bersama anak-anak mereka. Suasana jadi meriah dan ramai manakala satu persatu memori yang indah dibuka kembali, pak Barata dan bu Felina Sofi-pun melihat dengan sukacita.

Silvia mencetak beberapa foto dengan ukuran besar, jadi berkesan lebih meriah lagi. Ada juga foto-foto saat mereka melawat ke Shanghai dan Bali. Waktu seolah-olah, berhenti, mereka seperti masih saat menjadi mahasiswa..!!

Tatkala suasana sedang hangat-hangatnya, tiba-tiba Anton tak melihat keberadaan Silvia, karena itu, Anton mencarinya ke dalam rumah…

“Sil, Silvia..” Anton memanggil-manggil.

Tak ada jawaban…

Kemudian Anton Kho berjalan ke taman samping rumah SIlvia, dimana dahulu dia pernah memadu kasih bersama Silvia di situ…Tampak Silvia sedang duduk sendirian sambil…..meneteskan air mata…

“Silvia…” Anton mendekat dan duduk di sebelah Silvia.
“Teman-teman mencarimu…kenapa dek..?”

Silvia duduk sambil memejamkan matanya, air mata menetes deras, membasahi pipinya…Anton mengerti, SIlvia sedang sedih, dirangkulnya kepala Silvia ke dadanya, Silvia menangis tersedu-sedu di dada Anton….

trust-love

Mereka tak menyadari, ada dua pasang mata yang melihat mereka berdua, satu pasang mata milik Vita Angel, dan sepasang mata lagi milik…Xian Li……!

Setelah agak reda, Anton berkata :

“Kenapa sedih Silvia, seharusnya kita gembira…”

“Aku selalu menurut pada apa yang kamu ucapkan….Dan kini Akai meninggalkanku..” sahut Silvia…

“Akai..? ” tanya Anton…….

Silvia mengambil sepucuk surat dari sakunya, diberikannya pada Anton..

“Baru datang kemarin.. ” kata Silvia….

Anton membacanya…..:

“Shanghai, 03 September……

Silvia, beberapa hari ini aku tahu engkau suka menangis diam-diam sambil memandangi foto Anton…Angel juga pernah melihatnya…Aku mengerti, mungkin kamu belum bisa melupakan cinta pertamamu. Dan Anton memang orang baik, jadi aku merasa serba salah. Jadi aku putuskan, sementara kita berpisah dahulu. Lagian perusahaanku di Shanghai sedang sibuk. Kutitipkan Angel dan Cintya Sevtiani Putri padamu, kelak kalau mereka kangen padaku, aku kan mengunjunginya, atau kamu bisa mengantar mereka padaku.

Liu Sin Kai……”

Anton termenung setelah membaca surat itu, dia mengerti mengapa Akai tidak menelpon Silvia dan berkata terus terang, dan dari isi surat itu menyatakan bahwa sebenarnya Akai masih mencintai Silvia, hanya mungkin Silvia masih terobsesi masa lalu, sehingga Akai merasa tersisih….

“Oh my God..” kata Anton…
“Harusnya foto-fotoku dimasukkan ke gudang saja SIlvia…

Kalau aku yang jadi Akai-pun, aku pasti cemburu..”

“Aku selalu teringat masa-masa kita bersama Anton, dan itu susah sekali untuk dihilangkan..” keluh SIlvia…air matanya kembali menetes…

“Aku tak bisa membohongi hatiku sendiri, hanya kamu yang aku cintai Anton.. !”

Anton menghela nafas….

“Aku senang kamu masih sayang padaku Silvia, aku juga dahulu mencintaimu, tapi cobalah untuk merubahnya menjadi sayang seorang adik kepada kakaknya. Kalau aku bisa, kamu-pun pasti bisa. Hidup kita sekarang tidak sendiri lagi, ada anak-anak..ada Xian Li, dan ada Akai..”

“Hyaa, aku mengerti..” Silvia memejamkan matanya..
“Akan kucoba…” katanya….

“Aku tak pernah meninggalkanmu dek…Aku selalu sayang padamu…Aku sudah bersumpah…!” kata Anton….

Silvia menarik nafas panjang, dicobanya untuk tersenyum….

“Mama……” Angel datang sambil menahan tangis..

“Sini sayang…!.Nih om yang di foto itu sayang, dia kakaknya mamah, kaya Angel sama Cintya…” kata Silvia sambil menggendong Angel….

“Benar sayang, om ini kakaknya mamah…” kata Anton….

Kemudian mereka keluar bersama-sama……

 

[to be continued]

 

 

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.