Gurun Atacama, Chile – Tempat Paling Kering di Dunia

Nia

 

Gurun Atacama terletak di Chile bagian utara. Umumnya turis yang berkunjung ke tempat ini menginap di San Pedro de Atacama, kota kecil yang saya bilang lebih mirip desa. Dari Arica saya naik bus malam Turbus yang tiketnya bisa dibeli secara online atau di kantor Turbus di Teminal Bus Arica. Harga tiket berbeda tergantung hari dan rutenya. Kalau tidak salah saya membayar 15000 Peso untuk keberangkatan di hari Rabu dari Arica ke San Pedro de Atacama.

Akomodasi di San Pedro de Atacama harganya relatif lebih mahal dari kota-kota besar lain. Di website hostelworld hostel paling murah seharga 9 USD itupun ratingnya buruk sekali. Hostel dengan rating bagus bisa dipastikan penuh jadi jangan booking mendadak. Untungnya saya dapat info dari salah satu teman hostel sewaktu di Arica bahwa di San Pedro de Atacama ada beberapa hostel bagus yang tidak terdaftar di website semacam hostelworld.com dan booking.com. Teman yang lain menyarankan untuk kirim email atau datang langsung ke Hostal Sonchek.

Saya sampai di terminal bus San Pedro de Atacama pagi hari sekitar pukul 8 dan langsung jalan mencari Hostal Sonchek mengikuti petunjuk dan peta yang saya dapat dari websitenya. 20 menit berjalan dan saya terdampar di pinggir desa yang sepi sekali. Saya berjalan kembali ke arah terminal. Di salah satu perempatan yang agak ramai saya tanya orang arah menuju Avenida Caracoles, jalan utama yang dekat dengan Hostal Sonchek. Saya ditunjukkan arah yang berlawanan dengan jalan yang tadi saya lalui. Ternyata peta dari hostal TERBALIK! Duhhhhh…

Sampai di Avenida Caracoles saya hanya bisa melongo. Saya tidak menyangka jika San Pedro de Atacama masih ‘seudik’ itu. Hostel saya untungnya (selalu ada untung) fasilitasnya bagus dan kamarnya bersih sekali. Hanya wifi yang nyala semenit mati sejam. Yah.. Namanya juga di gurun. Lagipula ini saatnya libur dari dunia facebook hihihi…

Hostal Sonchek punya restoran juga dan bagi tamu hostel ada potongan harga (yang tidak seberapa) tapi saya tidak makan disana karena segelas jus jeruk harganya 3 USD. Karena di hostel ada dapur dengan alat masak yang cukup lengkap maka saya dan banyak teman hostel memilih untuk memasak sendiri. Di San Pedro de Atacama ada beberapa toko dan mini market yang menjual buah dan sayur TIDAK segar.

Salah satu hal yang saya sukai adalah mengunjungi pasar tradisional. Jarang berbelanja tapi saya suka berinteraksi dengan pedagang yang umumnya lebih ramah dan suka mengobrol sekalipun harus dibantu dengan bahasa tubuh. Tapi di San Pedro de Atacama mau itu penjual sayur, kacamata ataupun souvenir kesannya tidak ramah. Tidak sekalipun saya dengar mereka menyapa calon pembeli dan hanya menjawab ketika ditanya. Kesannya seperti tidak peduli orang mau beli dagangannya atau tidak.

Beda dengan agen penjual paket-paket tour yang lebih ramah dengan turis. Alhasil saya lebih banyak nongkrong di agen tour bertanya tentang berbagai hal sambil sekalian membandingkan harga paket-paket tour. Ada berbagai macam paket tour yang ditawarkan dan harganya relatif sama antar agen. Misalnya Valle de la Luna tour rata-rata harganya 10000 Chilean Pesos. Yang perlu ditanyakan adalah apakah harga yang mereka tawarkan sudah termasuk tiket masuk ke tempat wisata atau tidak termasuk.

Avenida Caracoles - jalan utama di San Pedro de Atacama, pusat tour agency

Avenida Caracoles – jalan utama di San Pedro de Atacama, pusat tour agency

Review tentang agen tour bisa dibaca di internet tapi menurut saya itu tidak bisa jadi patokan karena saya perhatikan tour agen saling kerja sama. Misalnya jumlah peserta tour di suatu agen tidak mencukupi maka peserta akan diikutkan ke grup dari agen tour yang lain. Pemandu wisatanya pun ternyata tidak bekerja di satu agen saja. Ini saya tahu dari salah satu pemandu wisata orang asal Swedia yang sudah lama tinggal di Amerika Selatan. Banyak pemandu wisata di San Pedro de Atacama yang bukan penduduk local.

Saya ikut 2 tour yaitu Valle de la Luna dan Laguna Cejar. Keduanya saya pilih yang berangkat jam 4 sore dan kembali ke San Pedro de Atacama sekitar jam 8 malam. Waktu yang berlaku disini adalah waktu Chile bukan waktu Jerman apalagi waktu Swiss. Terlambat itu sudah biasa. Kalau tour di negara lain mungkin hanya peserta tour yang terlambat tapi di Chile pemandu wisata atau busnya juga terlambat.

jalan raya menuju terminal bus San Pedro de Atacama

jalan raya menuju terminal bus San Pedro de Atacama

Laguna Cejar - Danau yang airnya mengandung garam 3 kali lebih tinggi dari Samudra Pacific

Laguna Cejar – Danau yang airnya mengandung garam 3 kali lebih tinggi dari Samudra Pacific

pemandangan matahari terbenam di Valle de la Luna

pemandangan matahari terbenam di Valle de la Luna

Jika ingin benar-benar puas menjelajah gurun Atacama dan tidak mau senewen dengan jam karet kita bisa menyewa mobil atau jika kondisi tubuh sangat fit bisa juga menyewa sepeda gunung tapi harus siap dengan sengatan matahari. Saya yang lemah tentu saja memilih ikut tour yang lebih nyaman, tidak mungkin kesasar dan bisa dapat kenalan teman-teman baru.

Paket tour yang dijual oleh agen di San Pedro de Atacama sekalipun judulnya hanya satu tempat tapi mencakup beberapa tempat lain, misalnya: tour ke Valle de la Luna juga termasuk mengunjungi Valle de la Muerte, tour Laguna Cejar juga termasuk mengunjungi Ojos de Salar dan Laguna Tebiquinche. Selain kedua tour itu ada juga tour ke Salar de Atacama, padang garam seperti di Uyuni, Bolivia. Jika tidak lelah dan tengah malam masih bisa melek bisa juga ikut tour memandang bintang. Saya tidak ikut tour ini karena selama di San Pedro de Atacama saya mudah lelah dan jam 9 malam saya sudah harus tidur.

Valle de la Muerte - Death Valley

Valle de la Muerte – Death Valley

Valle de la Muerte - Death Valley

Valle de la Muerte – Death Valley

Valle e la Luna - Moon Valley

Valle e la Luna – Moon Valley

Gurun Atacama tidak hanya penuh dengan wisatawan asing tapi orang Chile juga banyak yang berwisata ke sana. Saya berkenalan dengan 5 perempuan Chile yang selain cantik juga pintar menawar. Mereka bisa mendapatkan harga lebih murah untuk tour ke Geyser del Tatio. Jika saya ikut saya juga hanya perlu membayar sejumlah yang mereka bayar. Tidak ada perbedaan harga untuk wisatawan lokal dan asing. Siapa yang pintar menawar dialah yang dapat harga lebih murah. Walaupun ingin sekali ikut ke Geyser del Tatio tapi saya urungkan niat karena harus siap berangkat jam 4 pagi. Mana mungkin saya bisa bangun?!

Laguna Tebiquince - matahari terbenam

Laguna Tebiquince – matahari terbenam

‘OK kalau kamu tidak ikut ke Geyser besok kita makan malam bersama malam ini.’ kata Karen yang jadi juru bicara mereka karena dia yang lancar berbahasa Inggris. Kami lalu diantar pemilik tour ke restoran yang katanya paling bagus di San Pedro de Atacama. 10 menit putar-putar dengan mobil si pemilik tour akhirnya sampai juga kami di sebuah restoran yang letaknya hanya 2 blok dari tempat kami tadi. Restorannya memang bagus. Desainnya seperti yang sering kita lihat di film-film Cowboy. Tapi karena harga makanannya mahal maka kami batal makan malam di situ.

tempat penjualan buah dan sayur terbesar di San Pedro de Atacama

tempat penjualan buah dan sayur terbesar di San Pedro de Atacama

pusat oleh-oleh

pusat oleh-oleh

‘Salad harganya 7 USD! Ini mahal sekali bagi kami.’ kata Karen. Dia dan teman-temannya berasal dari Chile selatan yang harga makanannya tidak semahal di San Pedro de Atacama. Kami lalu pindah ke restoran lain yang menunya juga tidak lebih murah dari restoran yang pertama tadi. Tidak ada pilihan lain jadi kami makan malam di situ. ‘Kamu datanglah ke Chile selatan. Semuanya lebih murah dari tempat ini.’ kata Karen. Saya menimpali: ‘Dan orang-orangnya lebih ramah.’ Entah apa yang salah dengan orang-orang Chile utara. Saya merasa mereka seperti bukan orang Amerika Selatan. Salah satu tour guide yang saya temui cerita bahwa dia akan segera pindah ke wilayah lain karena tidak betah dengan sifat penduduk Chile Utara. Dia merekomendasikan beberapa kota di Chile Selatan yang bisa saya kunjungi tapi hati saya lebih memilih untuk kembali ke Peru jadi Chile Selatan sementara saya simpan dalam mimpi dulu.

 

 

About Nia

Don't judge the book by its cover benar-benar berlaku untuk Nia ini. Posturnya sama sekali tidak menggambarkan nyalinya. Blusukan sendirian ke seluruh dunia dilakoninya tanpa gentar. Mungkin hanya North Pole dan South Pole yang belum dirambahnya. Catatan perjalanannya memerkaya wawasan bahwa dunia ini benar-benar luas dan indah!

My Facebook Arsip Artikel

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *