Mudik 2014 – 2015 (15): Purwokerto – Bandung

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO SOBAT SEMUANYA YANG BERBAHAGIA . . . .

Salam jumpa dengan oret-oretan Dj. di hari Selasa ini…..Sebelumnya, Dj. mohon maaf, bila cerita mudik 2014 – 2015 belum juga selesai….Dj. pun ingin cerita yang lain, tapi Dj. mohon anda masih bersabar ya, karena agar fair, maka Dj. lanjutkan cerita mudik ini.

Okay….Kali ini Dj. akan cerita perjalanan kami dari Purwokerto ke Bandung dan saat di Bandung….Ya, kami di Purwokerto hanya 3 hari dan dua malam saja, yang penting sudah sampai di Purwokerto dan bertemu dengan Krist sekeluarga, (keluarganya mas Iwan Satyanegera yang di Tambak Sogra, Purwokerto…. sambil nglirik mas Iwan) Hahahahahahahaha….!!!

Setelah dari Baturraden…… Malam itu, kami benar-benar sangat kecapaian, jadi hanya ingin istirahat saja….
Puji TUHAN . . . !!! Hari itu kami sudah berbicara dengan Krist sekeluarga soal mobil yang akan kami sewa untuk ke Bandung. Bahwa adik mas Pur (adik ipar Krist) memang menyewakan mobil, jadi kamipun setuju….

Krist katakan, semua beres…. Ternyata Krist sudah punya rencana lain yang kami sebelumnya tidak tahu…. Hahahahahaha….!!! Jadi bukan jebakan Batman, tapi jebakan Robin…. Hahahahahaha…..!!! Jadi dia sekeluarga yang ingin mengantar kami ke Bandung…..Kami bisa mengerti, karena kalau kami berangkat tanpa Krist sekeluarga, rasanya pertemuan kami terlalu singkat.

Okay…. Dj. sangat setuju dan bahkan sangat senang, karena masih ada waktu ngobrol dalam perjalanan dan di Bandung. Pagi setelah sarapan, kamipun siap untuk berangkat ke Bandung dan Krist bersama mas Pur (suaminya) dan cucu kami yang kembar, sudah siap di Lobi. Koffer kami yang cukup banyak, mulai satu persatu masuk ke dalam mobil….

purwokerto-bandung01

Perjalanan ke Bandung pun kami mulai dan udara pagi yang cukup cerah… dengan pemandangan sawah yang sangat indah…

purwokerto-bandung02

Kadang kami melewati perkebunan….

purwokerto-bandung03

Kadang sungai….

purwokerto-bandung04

Kadang kami melihat pemandangan yang aneh dan yang mana di Jerman juga tidak ada,…. Hahahahaha…!!!

purwokerto-bandung05

Hanya sayangnya dalam perjalanan, sampai di daerah Banjar kami sempat diguyur hujan deras…

purwokerto-bandung06

Melihat seorang bapak yang memikul dagangannya di hujan deras, hati ini cukup prihatin…Saat mendekati itu bapak, tak sampai hati untuk mengambil foto….Anda juga lihat lambang Siliwangi, yang menunjukan kami sudah sampai di Jawa barat.

purwokerto-bandung07

Kami juga melalui Tasikmalaya…

purwokerto-bandung08

Setelah Tasikmalaya dan Ciamis udara sedikit bagus dan tidak sering hujan….Tapi kasihan, cucu kembar yang bergantian mabuk, Krist dan mas Pur cukup sibuk urus anak-anak. Kalau kami harus berhenti dan Dj. melihat sekeliling dan ambil foto, yang jelas di Mainz juga tidak ada.

purwokerto-bandung09 purwokerto-bandung10

Lho yang itu kok tidak ada bunganya….??? (Tanya Susi)

purwokerto-bandung11

Ooooooo… ternyata dia belum memperhatikan, kalau pisang ada kembang jantungnya…Nah, setelah Dj. jelaskan, baru dia mengerti, maklum sudah lama tidak lihat pisang yang masih di atas pohon. Ini buah sukun, saat istirahat isi Banzin dan Dj. ambil, karena juga aneh…. Hahahahahaha….!!!

purwokerto-bandung12

Nah ya, dengan perjalanan yang cukup lancar, bahkan saat mendekati Bandung, hujan sangat deras dan jalanan cukup gelap. Dj. sempat telpon keponakan, karena ini sudah menjadi kebiasaan kami, kalau ke Bandung, harus ke rumah kakak dulu, baru ke Hotel.

Puji TUHAN . . . !!! Ternyata ingatan Dj. masih cukup bagus, hanya dikasih tahu, masuk Tol Pasteur dan selanjutnya Dj. cari sendiri, ternyata sampai juga. Padahal Bandung di waktu malam dan hujan, cukup membingungkan, apalagi macetnya…..Hahahahahahahahahaha…..!!!

Setelah dari rumah kakak, maka oleh adik keponakan, kami diajak makan malam dulu…..Tempatnya sangat menakutkan, tapi katanya makanannya enak, jadi kami nurut saja…..Asal yang direbus dan semoga tidak membawa penyakit…Kami tidak dapat tempat di dalam, jadi makan di emperan toko….. Hahahahahaha….!!!

purwokerto-bandung13 purwokerto-bandung14

Setelah makan malam, maka kami diantar ke Hotel dan semua berjalan dengan lancar, hanya saja untuk Krist sekeluarga tidak mendapat kamar di hotel yang sama, tapi hotel yang Krist malam itu tinggal, hanya berjarak, beberapa puluh meter saja. Itupun dicarikan oleh teman keponakan yang baik hati. Malam kami bisa istirahat dengan baik di Hotel, karena suasana yang tenang dan pagi harinya kami bangun dengan badan yang sehat….
Hanya saja telpon Krist beberapa kali tidak bisa nyambung…. lho mereka kemana…??? Atau belum bangun…???
Kami hanya sedikit khawatir kalau ada apa-apa…..

Puji TUHAN . . . !!! Hhhhhhmmmmmm…… Kami masih sempat sarapan bubur ayam dengan telur puyuh….

purwokerto-bandung15 purwokerto-bandung16

Setelah kami selesai sarapan…

Akhirnya Dj. berhasil menghubungi Krist, ternyata….. mereka sudah jalan-jalan di Alun-alun Bandung. Puji TUHAN!!! Tidak terjadi apa-apa dengan mereka…. hahahahahaha….!!! Okay…. Akhirnya Krist dan keluarga datang ke Hotel dan kami segera ingin jalan-jalan di Paris van Java. Di saat itupun Dj. masih sedikit ragu dan masih bertanya ke Front office, jalan ke Paris v. Java. Dikata, keluar dari sini (dari itu Grand Preanger Hotel), ke kanan dan ke kanan lagi, Jalan Asia afrika dan setelah kantor post belok kanan….

Wadooooh, Dj. malah bingung…. Karena tidak seperti yang Dj. bayangkan….Dj. katakan ke mas Pur (suami Krist), lurus saja, nanti ketemu jalan Pasir Kaliki (kalau tidak salah), baru belok kanan….. (jujur Dj. juga sedikit ragu)
HaHAHAHAHA . . . Haleluya…!!! Ternyata benar dan dengan sedikit bersabar, maka kamipun sampai di Paris van Java…. dengan hati gembira…

Dan setelah sedikit jalan-jalan dan kami menuju ke Reastaurant “ Paduka Bebek “ yang memang sudah kami rencanakan untuk mengajak Krist sekeluarga makan siang di sana…Dan inilah yang kami pesan, sayang tanpa Linda, memang sedikit ragu juga…. Hahahahahaha….!!! Untung pelayannya baik, dibilang, kalau pesan satu bebek, bisa dibikin dua masakan…..

purwokerto-bandung17

Sop untuk pembukaan….

purwokerto-bandung18

Kemudian datang juga… kulit bebek yang digulung dengan apa entahlah….. Linda ahlinya….

purwokerto-bandung19 purwokerto-bandung20

Juga untuk Krist, Dj- pesankan ceker ayam, yang kelihatan lecker, tapi Dj. belum berani makan . . .

purwokerto-bandung21 purwokerto-bandung22

Sayang, setelah makan siang dan sedikit jalan-jalan, krist sekeluarga pamit, mau langsung pulang ke Purwokerto…
Agar tidak terlalu malam sampai di rumah, karena memang sedang musim hujan pula….

purwokerto-bandung23

Setelah Krist sekeluarga meninggalkan kami, maka kami berdua masih jalan-jalan melihat-lihat…..Ke bawah, masuk Super market cari-cari yang masih mungkin bisa dibawa ke Mainz. Di satu toko HP kami melihat tongkat untuk ambil foto dengan HP (Selfi), maka kami membelinya, karena saat itu di Mainz memang belum pernah kami lihat.
Sekarang di toko Camera di Mainz, juga sudah ada bermacam-macam. Susi melihat banyak yang aneh, seperti cover untuk HP yang lucu-lucu, maka beli juga untuk anak-anak dan cucu dan juga untuk diri sendiri.

Nah ya, pokoknya kami seperti kanak-kanak yang lepas dari pegangan tangan orang tua dan kerjakan apa saja yang ingin kami buat. Sampai satu saat telpon Dj. berdering, ternyata keponakan Dj dan ingin jemput kami dan membawa kami ke Pasar Apung di Lembang. Dan mereka jemput kami di Paris v. Java.

Okay, cerita tentang ke Pasar Apung, akan Dj. ceritakan minggu depan dan juga menjadi cerita mudik 2014- 2015 yang terakhir.

purwokerto-bandung24

Semoga anda semua masih bisa bersabar ya….Mohon maaf, bila banyak kata-kata yang tidak berkenan di hati anda semuanya. Terimakasih TUHAN . . . Karena TUHAN, telah mengantar kami dan menemukan saudara-saudara yang baik-baik….
Terimakasih kepada Krist sekeluarga yang telah mengantar kami ke Bandung…
Terimakasih untuk kesabaran anda semuanya, terimakasih untuk kebaikan pangasuh Baltyra yang selalu manayangkan oret-oretan Dj.

Semoga Kasih dan Berkat TUHAN, selalu menaungi kita semuanya.
Salam manis dari Mainz .

purwokerto-bandung25

 

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *