Plastik, Makanan dan Kearifan Lokal

Ary Hana

 

Saya kerap sedih melihat peran plastik yang membesar, khususnya di bidang makanan. Bukan hanya dalam skala industruri besar/pabrikan, tapi juga merambah penjual kue tradisional di pasar-pasar. Bahkan merambah ke acara kondangan, slametan, kenduri di kampung-kampung. Sungguh sulit menemukan jajanan yang ‘tak dibungkus’ plastik. Semua harus dimasukkan plastik. Entah itu apem, tetel, lemper yang sudah jelas-jelas dibungkus daun pisang, hingga kacang, telur, permen, krupuk udang. Seolah para pembuat makanan itu berkata, ‘Lihat, makananku ini sungguh higienis karena dibungkus plastiki!’ Jihaiii, jijay dan lebay amat.

Terpaksa, saya bongkar-bongkar foto lama, dan menuangkannya di bawah ini :P

- ini sagu yang banyak dijual di seantero Maluku. penjualnya masih menggunakan daun pisang sebagai pembungkus

– ini sagu yang banyak dijual di seantero Maluku. penjualnya masih menggunakan daun pisang sebagai pembungkus

- gula aren atau gula merah, memanfaatkan daun pisang kering sebagai pembungkus. kadang juga memanfaatkan semacam daun sagu dan woka

– gula aren atau gula merah, memanfaatkan daun pisang kering sebagai pembungkus. kadang juga memanfaatkan semacam daun sagu dan woka

- ikan-ikan kering di Maluku sana, khususnya di Pernate dan Tidore, cukup disekat dengan bambu untuk diawetkan, lalu dijemur dan dipajang begitu saja. tak perlu plastik, toh enak dimakan dan tak menyebabkan sakit perut

– ikan-ikan kering di Maluku sana, khususnya di Pernate dan Tidore, cukup disekat dengan bambu untuk diawetkan, lalu dijemur dan dipajang begitu saja. tak perlu plastik, toh enak dimakan dan tak menyebabkan sakit perut

-  ini trasi yang terkenal sekali di Halmahera, dibungkus menggunakan daun woka dan bisa tahan sampai setahun...

– ini trasi yang terkenal sekali di Halmahera, dibungkus menggunakan daun woka dan bisa tahan sampai setahun…

-  sempat bertemu getuk ubi di Lasem, dibungkus daun jati. daun jati memang banyak ditemui di sekeliling Kabupaten Rembang, entah di Lasem, Rembang, atau Bonang


sempat bertemu getuk ubi di Lasem, dibungkus daun jati. daun jati memang banyak ditemui di sekeliling Kabupaten Rembang, entah di Lasem, Rembang, atau Bonang

-  di Pulau Neira, Kepulauan Banda, kacang asin warna-warni ini dimasukkan ke dalam botol. Botol-botol ini umumnya botol bekas, entah bekas kecap atau bumbu lainnya. Kalau beruntung bisa nemu botol bekas bir jaman penjajahan Portugis dulu. Selamat berburu...

– di Pulau Neira, Kepulauan Banda, kacang asin warna-warni ini dimasukkan ke dalam botol. Botol-botol ini umumnya botol bekas, entah bekas kecap atau bumbu lainnya. Kalau beruntung bisa nemu botol bekas bir jaman penjajahan Portugis dulu. Selamat berburu…

- yang ini trasi asal Pulau Madura. Dalamnya dibungkus daun pisang, luarnya pakai daun jati. awet sampai setahun lebih. tapi biasanya dipakai 2 bulan sudah habis

– yang ini trasi asal Pulau Madura. Dalamnya dibungkus daun pisang, luarnya pakai daun jati. awet sampai setahun lebih. tapi biasanya dipakai 2 bulan sudah habis

 

Bisa juga dibaca di: https://othervisions.wordpress.com/2015/05/20/plastik-makanan-dan-kearifan-lokal/

 

 

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *