Mudik 2014 – 2015 (16): Pasar Apung dan Pulang ke Mainz

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO ANDA SEMUA YANG BERBAHAGIA . . . .

Salam jumpa dengan oret-oretan hari ini…Puji TUHAN…!!! Masih boleh bertemu dengan anda semua dengan keadaan sehat….Kali ini Dj. ingin menceritakan, sedikit saat kami diajak oleh adik keponakan ke “Pasar Apung” di Lembang. Nah ya, seperti sudah Dj. janjikan di oret-oretan minggu yang lalu, setelah Krist sekeluarga berpisah untuk kembali ke Purwokerto.

Maka kami masih sedikit jalan-jalan di Paris van Java yang mana kemudian dapat telpon dari adik keponakan, dia ingin ajak kami ke Lembang. Akhirnya, hari itupun kami menuju Lembang, untuk melihat Pasar Apung, yang mana kalau tidak salah Linda pernah menceritakannya. Sampai di sana rintik hujan mulai berjatuhan….. Dan dari tempat parkir mobil, kami harus berlarian menuju tempat pintu masuk.

pasar-apung-pulang-mainz01

Yang mana kemudian menjadi sangat deras, jadi kami harus menunggu di satu rumah (pintu masuk), dimana dijual juga ticket. Sambil menunggu hujan reda, kami sempat minum, minuman hangat…..Dan saat hujan mulai reda, kamipun mulai bergerak dan belum tahu arah, mau ke kiri atau ke kanan….??? Hahahahahahahaha….!!! Akhirnya kami memutuskan untuk kekanan dan kami menyusuri tepi bibir danau buatan, kalau tidak salah.

pasar-apung-pulang-mainz02 pasar-apung-pulang-mainz03

Suasana sangat nyaman dan udara juga cukup sejuk, karena hujan tadi. Susi dan calon istri keponakan, yang mana sama-sama guru, jadi cocok ngobrolnya….

pasar-apung-pulang-mainz04 pasar-apung-pulang-mainz05

Saat lihat angsa bukan bebek….Dj. jadi ingat saat pendidikan meliter di Cimahi, sambil lari-lari pagi sebelum apel. Yang mana kata-katanya….. sedikit lucu, tapi hanya sedikit yang Dj. ingat dalam bahasa Sunda….

Hayang ngojai, dina batok….
Linda ngojai…. ngojai jeung entok…… Hahahahahahaha…. (maaf Linda, sekedar Jokes)

Ketemu lagi dengan tanaman (Farn) yang besar, walau tidak sebesar yang di Baturraden. Tapi cukup untuk mengagumkan hati, dimana kamu memang jarang melihatnya. Mungkin ini memang jenis yang lain, daripada yang kami biasa lihat di Jerman, yang mana farn di Jerman hanya kecil saja.

pasar-apung-pulang-mainz06

Juga tanaman dengan kuncup merah, sangat indah…. Dj. hanya ngebayangkan kalau dibikin bonsai saja…Pasti sangat indah….. Hahahahahaha…..!!!

pasar-apung-pulang-mainz07

Kami jalan…. jalan… dan akhirnya sampai ditempat tujuan dimana banyak perahu-perahu kecil yang menjual makanan.

pasar-apung-pulang-mainz08 pasar-apung-pulang-mainz09 pasar-apung-pulang-mainz10

Dari arah kami berjalan, sebelah kanan perahu-perahu kecil yang berjualan dan sebelah kiri, banyak meja kursi, tempat bagi mereka duduk kalau akan makan.

pasar-apung-pulang-mainz11

Yang jualan Juice buah… Nah di sini, jujur Dj. ingin mencoba, karena sudah cukup haus….Sialannya, keponakan Dj. melarangnya….. Jangan Om…. siapa tahu airnya diambil dari kolam….Kalau orang sini mah sudah kebal, tapi kasihan nanti om malah sakit perut….Hahahahahahaha…..!!! Napsu ingin minum Juice, hilang hanya dengan sekejap….. (walau Dj. yakin, tidak mungkinlah kalau diambill air dari kolam).

pasar-apung-pulang-mainz12

Kami jadi tidak mencoba sama sekali untuk membeli makanan di sana, hanya sekedar jalan-jalan keliling saja. Padahal saat kecil dulu hidup di Bandung, paling suka makan lotek, tapi kali ini harus ngalah….

pasar-apung-pulang-mainz13

Padahal sudah sangat ingin… Ya…. harus sabar menunggu sampai Bandung lagi.

pasar-apung-pulang-mainz14 pasar-apung-pulang-mainz15

Dj melihat mainan golek, Dj. kira dijual…Kalau dijual, Dj. pikir bisa untuk oleh-oleh ke Mainz….. Tapi ternyata tidak dan hanya sebagai dekorasi saja…

pasar-apung-pulang-mainz16

Setelah puas, maka kami kembali, melalui jalan yang sama…

pasar-apung-pulang-mainz17 pasar-apung-pulang-mainz18

Narsis berdua dulu, sebelum meninggalkan pasar Apung…. hahahahahahaha….!!!

pasar-apung-pulang-mainz19

Dan tidak jauh dengan pintu keluar, kami melihat toko yang jualan pernak-pernik untuk oleh-oleh anak-cucu…

pasar-apung-pulang-mainz20 pasar-apung-pulang-mainz21

Banyak barang-barang yang kecil dan lucu-lucu….Kami meninggalkan Pasar Apung dengan perasaan puas, walau belum makan dan mau makan dimana…..Hahahahahahahaha…..!!!

pasar-apung-pulang-mainz22

Dari Lembang, jalan mulai macet dan keponakan Dj. memang ahli dalam Cross Country, jadi dia ambil jalan tikus. Yang entah, Dj sama sekali tidak ada orientasi lagi. Dj. baru kembali tahu posisi, setelah sampai di Ciumbuleuit, dimana Dj. pernah sekolah di Sekolah Dasar “HIDUP BARU“. Sesampai di Bandung, kami makan malam di satu Restaurant, yang menjadi nostalgi bagi Dj. Yaitu makan Rawon, tapi dagingnya nya dibakar dan dipisah…. Jadi tidak jadi satu dengan kuah rawon, seperti layaknya.

Dan porsinyapun sedang dan tidak berlebihan, tapi rasanya…. Hhhhhmmmmm….!!! Mak nyuuuuus….!!! Tapi minumnya tetap bier…. Hahahahaahaha….!!

pasar-apung-pulang-mainz23

Dan tempat makannyapun di luar, jadi tidak di dalam ruangan….Masih bisa menikmati udara segar, karena tidak hujan dan bisa melihat bintang bertaburan.

Okay…..Malampun tiba dan sesampai kami di Hotel, maka kami hanya ingin istirahat saja….Tapi sebelum istirahat, maka Dj. masih menelpon Linda Cheang, hanya ingin tahu apakah mobil untuk ke Jakarta besok, sudah siap… ???
Puji TUHAN . . . !!! Ini yang Dj. senang, kalau minta tolong sama Linda, selalu tegas dan fair, dia hanya bilang… sudah om… besok mau dijemput jam berapa…??? Jadi hatipun tenang, karena Dj. percaya kalau Linda orangnya tegas dan selalu tepat waktu. Pagi sebelum sarapan, masih sempat menikmati pemandangan dari kamar yang mengarah ke Gunung Tangkuban Perahu, walau berawan.

pasar-apung-pulang-mainz24

Pagi saat kami sedang sarapan, Linda pun datang menemui kami di ruang sarapan dan kami ajak sarapan bersama,
jadi ingat dua tahun yang lalu di hotel Arjuna di Ciumbuleuit. Grand Preanger Hotel sangat memuaskan, di samping kamarnya yang okay, juga ruang dan bahkan menu sarapannya yang berlebihan…

pasar-apung-pulang-mainz25

Masih sempat ada keponakan yang lain yang datang untuk bertemu dan berpisah dengan kami….Dj. yakin Yuci Jerum, masih ingat akan keponakan Dj. yang satu ini…

pasar-apung-pulang-mainz26

Setelah Check out… dan barang masuk mobil, Dj. cukup kaget….Linda memperkenalkan kakak iparnya sebagai sopir yang akan mengantar kami ke Jakarta. Dj. bilang ke Linda, Lind…. kamu keterlaluan, masak kakak iparmu tidak kamu ajak masuk dan sarapan bersama….??? Eeeee… dia jawab dengan wajah serius…. Kerja mah kerja Oom…… Hahahahahahahaha….!!! Linda….. Linda…..

Saat meninggalkan Grand Preanger Hotel….

pasar-apung-pulang-mainz27

Melihat pemandangan yang tidak ada di Mainz….Pernah ngobrol dengan teman di BBM, soal penjual makannan (kaki lima). Dia tidak bisa bayangkan, kalau di Mainz atau Jerman pada umumnya, tidak ada yang julanan dan jalan
putar kampung serta teriak Teeee…. (Tukang sate) atau yang lainnya. Teman Dj. berkata, kasihan sekali hidup di Jerman tidak bisa jajan…. Hahahahahahhaa…..!!!

pasar-apung-pulang-mainz28

Saat melihat pemandangan dan mengambilnya dengan kamera, Susi hanya bisa geleng kepala daaaaan…Berkata, di tahun 2015, masih ada banyak kabel di luar, yang pasti sangat berbahaya….Yang pasti akan sangat mudah terjadi kebakaran atau kecelakaan yang lainnya.

pasar-apung-pulang-mainz29

Perjalanan ke Jakarta yang sangat menyenangkan, karena kaka ipar Linda sangat sabar dan mengemudikan mobil dengan baik. Sampai di rumah adik, rasanya hanya ingin istirahat saja, tapi apa boleh buat….Malah banyak teman GMDj. juga teman-taman yang pernah kuliah di Mainz, pada berdatangan hingga jam 22:30. Padahal kami besoknya sudah harus terbang ke Frankfurt lagi….

Tapi satu kehormatan untuk kami, karena Lurahnya Baltyra masih menyempatkan waktu utuk menemui kami berdua di malam hari.

pasar-apung-pulang-mainz30

Bahkan dengan bingkisan buku kebanggaannya, yaitu tentang “Peranakan Tionghoa dalam Kuliner Nusantara”.

pasar-apung-pulang-mainz31

Puji TUHAN . . . !!! Setelah semua sobat pada pulang, kami masih harus ngepak koffer lagi dan kemudian tidur dengan tidak nyenyak…. hahahahaha….!! Maklum, pikiran sudah di Mainz….Makanan terakhir di pagi hari (sarapan) sebelum meninggalkan rumah adik, kami dibikinkan nasi campur special…

pasar-apung-pulang-mainz32

Akhirnya, kamipun sampai di Bandara SoeTa dan semua berjalan dengan lancar, sampaaiiii… kami tahu, bahwa kami terbang ke Singapur tidak dengan Singapur Air, tapi dengan Batavia Air dan juga delay 1 jam lebih….Saat nunggu di ruang tunggu, saking bosannya, Susi masih ambil foto di ruangan…

pasar-apung-pulang-mainz33

Dan Melihat dari jendela di ruang tunggu, pesawat yang Take Off dan Landing…Ada juga singa yang baru mendarat….. Hahahahahaha….!!! (Linda bilang….. Singa kok disuruh terbang….)

pasar-apung-pulang-mainz34

Akhirnya kami take off juga…

pasar-apung-pulang-mainz35

Dan dalam penerbangan ke Singapur, sama sekali tidak mendapat apa-apa, jangankan makanan, minuman pun tidak….Padahal kami belum sempat makan siang di Jakarta….Sungguh lain dengan saat dari Singapur ke Jakarta, Dj. yakin Lufthansa tidak tahu tentang hal ini…..Karena dua tahun yang lalu, kami juga terbang bersama Lufthansa dan tidak seperti ini.

Okay…. akhirnya kami mendarat di Singapur dengan selamat (itu yang penting). Ini juga dari terminal ke terminal sangat jauh, tapi kami punya waktu 4 jam lebih, jadi masih bisa cari makan dan minum.

pasar-apung-pulang-mainz36 pasar-apung-pulang-mainz37 pasar-apung-pulang-mainz38

Puji TUHAN . . . !!! Dengan Penerbangan Lufthansa, yang menggunakan A 380 , kami mendarat di Frankfurt pagi hari dengan selamat dan udara yang masih cukup dingin. Anak-anak sudah manunggu di depan pintu keluar bandara di Frankfurt. Dan kami sampai rumah dengan selamat bertemu anak-cucu yang sangat menggembirakan…

Okay….
Banyak sudah yang Dj. pamerkan, semoga tidak menjadikan anda semua bosan.
Mohon maaf bila banyak kata-kata yang tidak berkenan dan banyak salah ketik…. hahahahahaha….!!!

Terimakasih kepada anda semua yang telah menyempatkan diri untuk menemui kami selama kami di indonesia.
Kami juga banyak berterimakasih, terutama kepada dimas Josh Chen, yang di hari terakhir, masih menyempatkan diri untuk datang ke rumah adik. Bahkan memberikan buku kulinernya yang sangat mengagumkan….. KAMSIA!!!
Kepada pengasuh Baltyra, yang selalu menayangkan oret-oretan Dj…. TERIMAKASIH . . . !!!

Semoga Kasih dan Berkat TUHAN, selalu menyertai kita semuanya.
Salam manis dari Mainz.
Dj. 813

pasar-apung-pulang-mainz39

 

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *