Venice Indah dan Romantis

Pingkan Djayasupena – Belanda

 

Mother’s Day dirayakan setiap tahun di minggu kedua bulan Mei. Kebetulan aku lahir di bulan Mei jadi kadang-kadang Mother’s Day jatuh bersamaan dengan hari ulang tahunku. Setiap tahun aku selalu dapet kado dari kedua anakku padahal aku suka bilang nggak usah dikasih kado, karena aku sudah punya semua barang-barang, walau anakku kadang kasih aku mentahnya terserah aku mau beli apa, tapi biasa kalau dikasih uang cepet habis karena aku doyan shopping dan makan enak.

venice (1)

Venice katanya kota romantis dan ketika aku ke sana memang benar tempat yang sangat romantis dan cocok kalau ke sana untuk orang yang punya pasangan walau tidak harus berpasangan tapi buat para jomblo atau liburan bersama teman dan keluarga juga sangat mengasyikkan sekali.

Aku menginap di luar Venice yaitu di kota Mogliano Veneto kalau naik bus ke Venice sekitar 45 menit perjalanan harga ticket bus one way €2,50 kalau PP €5,-. Bisa juga naik kereta api atau boat tapi kalau naik boat atau kereta api aku harus dua kali bus menuju Venice. Pertamanya aku nggak tahu ada bus langsung dari Venice ke Mogliano karena waktu anakku ke loket penjualan karcis menanyakan bus jurusan kota Mogliano menurut informasi harus naik bus dulu ke kota Mestre baru dari situ pindah bus lagi ke Mogliano tapi ketika besoknya kami mau jalan-jalan lagi ke Venice ternyata di halte bus depan hotel ada tulisan bus langsung ke Venice tanpa harus ke Mestre pindah dua kali naik bus.

venice (2) venice (3) venice (4)

Yaaa…namanya juga turis jadi semua belajar dari pengalaman kan? Tapi heran aja itu sama penjual karcis ketika ditanya ngasih tahunya harus naik bus dua kali pindah bus atau kereta, sempet juga sih nanya ke penumpang orang Italy yang lagi nunggu bus mereka juga jawab sama dua kali naik kendaraan umum untuk menuju Mogliano bisa naik bus atau naik kereta katanya.

Menurut anakku harus maklum karena orang Italy nggak semua bisa bahasa Inggris jadi mereka mau jelasin ke kita susah katanya, aku sih manggut aja deh. Berbekal city card yang dibeli di kios bisa menjadi petunjuk kami mau kemana aja, padahal di hotel disediakan city card nggak usah beli berhubung waktu turun dari pesawat langsung menuju Venice nggak mampir ke hotel dulu, jadi ceritanya salah informasi dikira hotelnya ada di Venice karena tulisannya Mogliano-Venice dan di pesawat menuju Venice sebelum mendarat pramugari menawarkan ticket bus, kereta, boat, buat menuju Venice atau Mestre harga ticket PP €18,-. Aku beli di pesawat biar kalau udah punya ticket kendaraan umum PP jadi tenang kalau nanti turun dari pesawat dan mau pulang lagi ke Belanda menuju airport Venice Treviso jadi kan nggak gedebak-gedebuk nyari ticket bus lagi karena berangkat kembali ke Eindhoven-Belanda jam 10:00 pagi berarti harus naik bus yang jam 7:00 pagi dari Mogliano.

venice (5) venice (6) venice (7)

Aku baca informasi di halte bus kalau bus pertama pagi ke Mestre jam 6:35 nanti dari Mestre ada bus yang menuju airport jam 7:30 pagi karena perjalanan naik bus dari Mogliano kurang lebih sekitar 40 menit takut telat jadi aku putuskan naik bus yang jam 6:35.Bus di Italy sama seperti di Belanda tepat waktu bedanya supir diam aja nggak bilang sampai halte mana aja kalau bus berhenti nggak seperti di Belanda setiap mau sampe halte pastis supir bus bilang bahwa sudah sampai halte tertentu dengan menyebutkan nama haltenya jadi memudahkan penumpang agar nggak terlewatkan ke tempat tujuan.

Karena dari airport Venice Treviso naik bus turun di Venice dan nyari hotel nggak ketemu setelah tanya ke kios yang jual City Card bahwa hotel ku di Mogliano-Veneto jauh dari Venice harus naik bus jadi kami memutuskan untuk langsung aja jalan-jalan di Venice nggak ke hotel dulu karena kalau ke hotel dulu urusannya nanti males lagi keluar kembali ke Venice pasti cape dan udah kesorean, sedangkan sampai Venice udah jam 12:00 siang. Maka dengan membawa koper kecil diseret-seret sekalian aja jalan-jalan keliling sebagian Venice biar kalau belum puas lihat semuanya besok bisa balik lagi, karena rencananya nginep dua malam tiga hari.

Pertama yang dituju tentu tempat yang terkenal itu yaitu San Marco Plein dari station Venice atau dari airport bisa menggunakan Bus, Kereta, atau Boat. Kalau naik boat langsung deket dengan San Marco Plein hanya jalan sekitar limat menit bisa sampai di gereja Basilica San Marco yang deket dengan pertokoan. Tapi aku sarankan kalau ke Venice pengen menuju San Marco lebih baik jalan lewat darat dari station kereta atau bus kita sebaiknya jalan kaki menuju San Marco dengan menyusuri gang-gang, sungai-sungai kecil dan melewati jembatan-jembatan sangat indah untuk dilihat, melihat suasana rumah-rumah penduduk di sana daripada naik boat nggak bisa lihat-lihat kehidupan penduduk di sana dan pemandangannya yang indah.Aku nggak suka naik boat karena hanya air laut dan bangunan dari jauh yang dilihat lebih baik jalan darat dari jarak dekat banyak yang bisa kita lihat pemandangan yang sangat indah. Jalan kaki buat aku sudah terbiasa jadi kuat jalan kalau cape duduk sebentar lalu jalan lagi begitu terus lebih nikmat jalan-jalannya.

venice (8)

Tadinya aku mau masuk ke Katedral tapi antrinya nggak sanggup deh panjang banget lebih baik waktuku dipakai untuk jalan-jalan melihat-lihat pemandangan sekitar Venice karena kalau aku ikut antri bisa-bisa masuknya nunggu lebih satu-dua jam cape dirinya buang waktu. Sayang memang nggak masuk ke Katedralnya tapi ya itu gak sanggup antrinya jadi cuma foto-foto di depannya aja.

Satu hari muterin Venice kalau kuat sih sudah cukup sebenernya karena kecil tapi kalau nggak kuat jalan dua hari lebih dari cukup untuk melihat Venice yang indah. Air yang deket laut di San Marco Plein memang bau tapi di sungai-sungai kecil airnya nggak bau kalau mau naik Gondola.Aku nggak naik Gondola kalau di sungai kecil cukup mahal harganya tentu beda-beda yang ditawarkan sekitar €80,- sampe €100,- naik Gondola lamanya sekitar 30-60 menit. Ada juga yang harganya €27,- naik rame-rame tapi itu deket laut airnya bau bisa bikin muntah nggak nyaman dong naiknya, iya kan?

Hati-hati di San Marco Plein kalau ada orang item ngasih kita beras seupil buat burung jangan diambil nanti tahu-tahu dimintain uang bayar mungkin sekitar €10,- bisa lebih. Kalau sampai kita nggak sengaja ngambil beras yang disodorin karena kita mengira dikasih gratis terus dia minta uang sampe €10,- atau lebih jangan mau bayar kasih aja €1,- atau €2,- terus jalan kalau nggak mau diambil dia ngajak ribut nggak usah takut bilang aja kalau untuk beras seupil itu harga nggak normal kalau kita pergi ke toko bisa dapet sekarung kan? Jadi nggak usah takut kalau mau ribut bilang aja panggil polisi pasti mereka takut karena umumnya mereka orang illegal maka jangan kalah kalau di gertak.

Aku aja nolak beras yang disodorin itu orang item, terus berasnya dilemparin ke kakiku langsung aku pelototin sambil ngomel-ngomel dia akhirnya mundur menjauh apalagi aku sambil pasangan camera di hape dia ketakutan mukanya masuk ke camera. Begitu juga penjual tas-tas palsu takut sama camera waktu aku mau foto dia marah teriak jangan difoto, terus aku bilang kalau aku foto gedung-gedung itu bukan foto mereka maka mereka harus mundur dan ngumpet dari camera. Jadi kita nggak perlu takut sama mereka karena mereka juga takut umumnya mereka illegal. Aku suka banget jalan keluar masuk gang-gang di Venice bersih jalanannya hanya bangunannya tertutup tembok besar jadi kelihatan sumpek tapi di balik tembok itu aku intip ternyata taman sebelum masuk ke bagian pintu rumah utama, memang terlihat kurang bagus dari luar tapi buat penghuni rumah tentu indah bisa memandang tamannya bukan jalanan di gang-gang itu.

 

 

About Audry Djayasupena

Dulu dikenal dengan nama La Rose Djayasupena, kemudian menggunakan nama Pingkan Djayasupena dan sekarang menjadi Audry Djayasupena. Tinggal di Negeri Kincir Angin. Pemikirannya yang 'progresif' terlihat dari artikel-artikel dan buku-bukunya. Sudah menerbitkan karyanya berupa beberapa buku, di antaranya yang cukup 'sangar' judulnya adalah "Bedroom Fantasy".

My Facebook Arsip Artikel

One Response to "Venice Indah dan Romantis"

  1. wijaya  27 December, 2016 at 23:10

    keren

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *