Burqababes versus Sekulerisme

Itsmi – Belanda

 

Sejak 22 Mei kabinet Belanda memutuskan burqa, nikab, helm dan balaclavas dilarang dipakai di lokasi publik pendidikan, transportasi umum, rumah sakit dan di gedung pemerintahan.

Alasan yang ditekankan oleh kabinet yaitu pada keamanan dan tentu pentingnya bilamana berada di sekolah atau di pengadilan bisa saling bertatap mata karena mata bisa dikatakan jendela hati kita. Larangan ini bukan hanya pada keamanan atau bisa menatap mata tapi juga penting bagi pelayanan pemerintah kepada masyarakat. Pemerintah harus netral dan memperlakukan semua ideologi dan organisasi semua sama. Oleh karena itu lebih bagus lagi bilamana simbol-simbol agama seperti salib dan jilbab dilarang semuanya tapi kabinet dan apalagi dari partai sayap kiri ketakutan nanti oleh Muslim dituduh anti Islam.

boerka verbod

Di tahun-tahun yang lalu waktu belum banyak imigran dari negara-negara Islam, hal hal seperti ini tidak dipikirkan lagi karena untuk kami ini semua sangat logis dan sudah otomatis dalam kehidupan sehari-hari.  Jadi tidak heran kalau reaksi di masyarakat mengenai kebijakan pemerintah Belanda yang baru ini besar. Sebagian dari masyarakat maunya bukan hanya di lokasi tertentu tapi juga di umum. Bagi Muslim pada umumnya pelarangan ini dilihat sebagai diskriminatif. Sampai ada pengusaha Perancis yang berasal dari Nigeria, Rachid Nekkaz akan membayar denda-denda yang didapatkan oleh ‘burqababes’ atau wanita-wanita yang memakai burqa dan nikab karena alasannya wanita yang menutup wajahnya itu wanita-wanita pendamai.

Burqa Burka 11

Sedangkan Muslim intelektual Belanda berpendapat bahwa “burqababes” mereka mengekspresikan keindahan dari individualisme dan hanya bebeberapa ratus wanita Belanda sudah merasa khawatir dan juga berpendapat bahwa ‘burqababes’ sudah dibikin oleh media sebagai simbol penindasan terhadap wanita. Kata lain, wanita-wanita yang memakai burqa bukan wanita-wanita yang tidak punya pendapat, bukan wanita korban tetapi individualis murni.

Pemikiran Muslim yang berpendapat ‘burqabes’ simbol dari individualisme tidak mau tahu apa yang terjadi di negara Iran dan Arab Saudi karena negara-negara ini membela benar-benar negaranya yang berdasarkan agama Islam dan budayanya dengan polisi agama. Dimana mereka memastikan supaya wajah dan tubuh wanita tertutup semuanya. Ini supaya pria tidak terjerumus ke dalam situasi pencobaan atau godaan. Bagi wanita yang berpendidikan tinggi yang tinggal di kota-kota besar sangat membenci polisi-polisi agama ini yang terdiri dari wanita. Dengan menutup tubuh, identitas diri benar-benar dihilangkan dan wanita direduksi sampai menjadi mahkluk yang tak ada bentuk dan identitas.

moslimametcamera niqab470+1

Selain alasan yang di atas, Muslim yang bermukim di Barat lupa bahwa tradisi Barat dalam perkenalan, pergaulan atau silaturami dll itu berdasarkan timbal balik dan kesamaan dimana tatap muka sangat krusial. Juga dalam pemikiran intelektual Muslim nilai-nilai atau kekurangan dalam Al Quran tidak diabaikan dalam pertimbangan, belum kita bicarakan mengenai permintaan solidaritas dari wanita-wanita Afghanistan atau negara Islam lain terhadap posisi mereka, sama sekali tidak dihiraukan. Justru inilah bagi (wanita) barat hal-hal yang penting sampai burqa dijadikan haram.

Masyarakat terbuka seperti Belanda, tidak mengekang hak-hak wanita ataupun mengatasnamakan agama untuk memenjarakan hak-hak wanita di jalan dan tempat-tempat umum serta memaksakan masyarakat mayoritas mengikuti, memahami dan harus menerimanya tetapi masyarakat terbuka sekaligus bisa mentolerir hal hal yang tidak cocok seperti memakai burqa di umum.

Arab Saudi boerka fiets

Pemerintah Belanda tidak mendikte orang bagaimana harus berpakaian tapi memberikan kebebasan semaksimal kepada individu. Masyarakat dimana pemerintah menentukan pakaiam warganya apa yang harus bisa dan tidak itu menakutkan dan itu negara yang tidak bebas dimana tekanan ketidakbebasan ini dirasakan setiap hari.

Kebijakan pemerintah Belanda ini bagi saya yang ateis humanis sudah tepat sekali karena kebijakan ini memisahkan agama dan pemerintahan dan bukan agama dan masyarakat.

 

 

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.