Pedagang Buah Masa Kolonial

Joko Prayitno

 

Pikiranku selalu menerawang penuh dengan pertanyaan, Negara mana yang memiliki begitu banyak musim di dunia ini? Berbagai informasi di internet telah aku cari tetapi setelah membandingkan ternyata Indonesia memiliki banyak musim darpada Negara lain di dunia. Ya, Indonesia, kepulauan Nusantara ini memiliki banyak musim didasarkan pada hasil panen buah-buahan yang dihasilkan para petani. Bayangkan saja bahkan dalam satu bulan kita bisa merasakan berbagai musim buah, musim mangga, rambutan, duren, duku, musim jambu dan berbagai musim yang diambil dari melimpahnya panen buah di berbagai daerah Nusantara ini. Ah betapa kayanya Nusantara ini.

Pedagang Buah di Batavia, Jawa 1900 (Koleksi: Tropenmuseum TMnr_10002442)

Pedagang Buah di Batavia, Jawa 1900 (Koleksi: Tropenmuseum TMnr_10002442)

Pedagang Buah di Jawa 1870 (Koleksi: http://www.kitlv.nl)

Pedagang Buah di Jawa 1870 (Koleksi: http://www.kitlv.nl)

Mari sekarang kita sedikit bernostalgia ke jaman kolonial Belanda dulu melihat aktivitas masyarakat menjajakan buah yang dipanen dari kebun-kebun mereka yang tidak begitu luas, karena tanah-tanah mereka telah banyak diambil oleh kerakusan perkebunan Belanda. Sehingga yang tersisa hanya pekarangan-pekarangan rumah yang ditanami oleh berbagai macam pohon buah-buahan.

Setiap waktu panen tiba, dengan alat pikul sederhana dan buah-buahan yang tidak begitu banyak, mereka membawa buah-buahan tersebut ke kota untuk dijajakan dari kampung ke kampung, dari pasar ke pasar, melewati berbagai gang bahkan sampai ke rumah-rumah mewah tuan-tuan tanah, ambtenar maupun bangsawan. Para penjual ini segera menjajakan buah-buahan mereka karena buah tidak tahan lama dan akan cepat membusuk bila tidak segera dijual. Masa itu belum mengenal pengawetan buah yang didinginkan, kemungkinan pengawetan buah hanya dilakukan sederhana dengan membuat manisan buah ataupun asinan buah, di daerah Jawa barat hal ini banyak dilakukan.

Pedagang Buah di Perumahan Eropa Batavia, Jawa 1930 (Koleksi: Tropenmuseum TMnr_10002643)

Pedagang Buah di Perumahan Eropa Batavia, Jawa 1930 (Koleksi: Tropenmuseum TMnr_10002643)

Terlepas dari kesederhanaan para pedagangl buah pada masa kolonial Belanda dulu, aktivitas mereka tetap dinanti-nanti oleh berbagai lapisan masyarakat masa itu. Karena buah-buahan merupakan pelepas dahaga maupun sumber kesegaran di cuaca tropis Nusantara. Lihat saja beberapa foto-foto masa kolonial yang mengilustrasikan bagaimana para pedagang buah sedang melayani pembeli dari kalangan pribumi dan foto lainnya terlihat pedagang buah sedang menjajakan buah-buahan di sebuah kompleks rumah orang-orang Eropa.

Pedagang Pisang di Jawa 1900 (Koleksi: http://www.kitlv.nl)

Pedagang Pisang di Jawa 1900 (Koleksi: http://www.kitlv.nl)

Hidup memang harus terus berjalan, walaupun tanah yang dimiliki telah banyak dirampas oleh perkebunan-perkebunan kolonial, tetapi memanfaatkan lahan yang sempit untuk membudidayakan buah-buahan dan menjualnya sebagai mata pencaharian adalah kebijaksanaan hidup. Tak dapat dipungkiri sejarah mereka memang tidak tercatat dalam buku-buku teks sejarah masa kini, tetapi sedikit banyak para pedagang buah memiliki sejarahnya sendiri yang juga memiliki hak untuk dicatat.

 

 

One Response to "Pedagang Buah Masa Kolonial"

  1. Dwi  10 July, 2015 at 20:16

    Melihat foto-fotonya, saya jadi ingat dengan para pedagang buah di Vietnam. Selain memakai sepeda, para pedagang – mayoritas para wanita – memanggul barang dagangannya kurang lebih persis dalam foto ini.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.